witnessday

Menjadi Diri Sendiri Mulai dengan Berani Berekspresi

Ketika kita merasakan emosi, pikiran, ataupun ide, seringkali kita ingin menuangkannya ke dalam berbagai bentuk; biasanya dituangkan dalam karya seni seperti membuat lagu, menyanyi, memainkan alat musik, menulis atau membaca syair atau puisi, ataupun menari. Namun bisa juga dituangkan ke dalam bentuk lain seperti curhat tertulis dalam chat, ataupun menggunakan pakaian yang bisa menggambarkan perasaannya.

Ekspresi wajah, suara kita, bagaimana kita bergerak dan berbagai hal yang tertangkap indera manusia juga merupakan wujud ekspresi dari diri kita yang sesungguhnya. Namun saat ini, ada banyak aturan, baik yang tertulis dan yang tidak tertulis, yang mengatur bagaimana cara kita berpakaian, berbicara, tampil di depan publik, bahkan hingga bagaimana kita harus menggunakan akun social media pribadi kita.

Doktrin agama, tuntutan orangtua, dan berbagai peraturan lainnya secara tidak langsung membatasi kebebasan kita dalam berekspresi sehingga begitu kita mengekspresikan apa yang kita rasakan, kita langsung dianggap pembangkang, berdosa, nyeleneh, aneh dan berbagai penghakiman lainnya. Tak jarang bahkan kita malah dijauhi oleh orang-orang di sekitar kita.

Dengan tekanan tersebut, gak heran jika kita selama ini menjalani hidup dengan berbagai ‘topeng’ dan tidak menampilkan diri kita yang otentik, sesungguhnya, apa adanya. Semakin lama, kita pun menjadi sulit untuk mengekspresikan dirinya. Apa akibatnya?

Ekspresi diri membantu kita untuk bisa mengakses inner self, menjadi lebih berani untuk terbuka dan jujur terhadap diri sendiri. Dan hal itu akan memudahkan kita untuk menggali potensi diri kita yang sebenarnya.

Selain untuk diri sendiri, ekspresi diri yang dilakukan juga bisa bermanfaat untuk menjalin hubungan yang terbuka dengan orang-orang terdekat kita. Hubungan yang terjalin pun akan menjadi lebih otentik, tidak ada kepura-puraan di dalamnya.

Nah sekarang, bagaimana caranya agar bisa melepas rasa takut untuk mengekspresikan diri?

1. Memahami konsep ekspresi diri

Mengekspresikan diri seringkali dianggap sama dengan mengungkapkan uneg-uneg. Ketika kesal, marah, kecewa, semuanya diluapkan, diumbar begitu saja sebagai bentuk ekspresi diri. Melalui ekspresi tersebut, kita jadi menghina, mencaci orang yang kita anggap menyakiti kita.

Padahal idealnya, ekspresi diri harusnya berfokus pada diri sendiri, apa yang kita rasakan. Bukan siapa yang menyakiti kita.

2. Menerima bahwa kita semua butuh untuk berekspresi

Ekspresi adalah bentuk dari komunikasi, maka dari itu kita semua butuh untuk mengekspresikan diri kita. Meski di agama kita diajarkan untuk ikhlas menerima hal yang terjadi, tetap saja kita masih bisa merasakan rasa kesal, kecewa, marah, sedih ketika orang lain menyakiti kita.

Daripada kita memungkiri adanya perasaan tersebut, bukankah akan menjadi lebih baik jika kita bisa mengekspresikannya sehingga kita bisa lebih mudah mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.

3. Ekspresikan melalui seni

Jika kamu suka menulis, menulislah. Jika kamu suka menari, menarilah. Gak usah mikirin bagus ataupun jelek, merdu ataupun fals. Karena yang penting adalah ekspresinya. Jika memang merasa lebih nyaman mengekspresikannya sendirian, boleh.. Kalau bisa merasa lebih nyaman ketika bersama teman dekat, juga boleh.

4. Mulai dari hal terkecil

Bagi teman-teman yang belum terbiasa untuk mengekspresikan dirinya, bisa coba mulai mengekspresikan dirinya dari hal terkecil dulu. Misalnya mengekspresikan rasa kebelet ketika sedang mengantri di toilet baik dengan cara chatting ataupun menunjukan gerakan-gerakan gelisah. Atau bisa coba mengekspresikan perasaan kepada teman terdekat tanpa terus menerus fokus pada hal yang dilakukan orang lain.

Itulah keempat hal yang bisa kamu lakukan untuk mulai belajar mengekspresikan diri. Namun, jika kamu mau belajar lebih lanjut mengenai mengekspresikan diri, kamu bisa ikutan online Zoom session bersama saya dan Wahyu Bramastyo dengan topik Berani Menjadi Diri Sendiri, Selasa 21 Juli 2020 jam 20:00 – 22:00 WIB nanti. Bagi kamu yang tertarik, kamu bisa mendaftarkan diri di sini.

Semoga apa yang saya bagikan melalui artikel ini bermanfaat dan bisa membantumu untuk menjalani kehidupan dengan lebih ringan dan menyenangkan!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter