witnessday

3 Cara (Pertama) untuk Bekerja dengan Penuh Kesadaran

 

“Work gives you meaning and purpose and life is empty without it.” – Stephen Hawking

 

Bekerja dan tujuan hidup adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan; kita tidak akan bisa mencapai tujuan hidup kita tanpa bekerja, dan hidup juga akan menjadi hampa jika kita hanya bekerja tanpa memiliki atau mengetahui tujuan hidup.

Bagi teman-teman yang sudah mengetahui tujuan hidupnya dan sedang menjalankan strateginya, mungkin saat ini sedang merasakan euphoria dan semangat yang begitu kuat untuk dapat mengejar berbagai hal. Namun, jangan sampai lupa untuk menjalankan semua kegiatannya dengan penuh kesadaran (mindful).

Seperti yang sudah pernah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya, menjadi mindful memang terdengar begitu penting. Namun, bagaimana caranya untuk tetap mindful di saat pekerjaan sedang padat-padatnya? Menyambut berbagai kesempatan yang hadir dan juga menjalankan bisnis atau pekerjaan utama secara bersamaan. Bagaimana cara mengaplikasikan prinsip mindfulness yang membuat kita menjadi benar-benar berada pada saat ini di kala kita juga ingin produktif?

1. Memulai Segala Sesuatu dengan Penuh Kesadaran

 

 

Mindful adalah momen di mana kita menjadi sadar sepenuhnya dengan apa yang sedang kita lakukan dan yang terjadi di sekitar kita. Ketika kita benar-benar sadar seutuhnya saat bekerja, kita menyadari pengalaman dari momen ke momen – apa yang terjadi di sekitar kita dan apa yang terjadi di dalam diri kita.

Menjadi mindful saat bekerja berarti hadir secara sepenuhnya pada setiap hal yang dilakukan; baik ketika sedang memikirkan apa hal selanjutnya yang akan dikerjakan, gerakan tubuh selagi bekerja dan juga keadaan mental selagi mengerjakan hal tersebut. Namun, seringkali pikiran kita bertualang dari satu hal ke hal lain dan menjadi tidak fokus. Dan hal ini tentunya bisa menjadi salah satu penghalang ketika sedang mengerjakan sebuah pekerjaan.

Dengan menjadi sadar, kamu bisa menyadari kapan pikiranmu berpindah dan berusaha untuk menarik lagi perhatianmu menuju pekerjaan yang sedang dikerjakan. Hal ini terdengar sederhana, namun ada berapa banyak di antara kita yang seringkali hanyut dalam lamunan atau terdistraksi untuk mengerjakan hal lain yang kurang atau bahkan tidak berhubungan dengan pekerjaan?

Berikut adalah beberapa hal yang bisa membantu kita agar bisa tetap sadar selama melakukan pekerjaan:

– Buat keputusan dan pernyataan yang jelas pada diri sendiri saat kita berencana untuk memulai kerja. Berusahalah untuk membuat diri menjadi sadar akan apa yang akan dikerjakan hari ini dan apa tujuan dari pekerjaan tersebut. Dengan begitu, kita sudah memulai hari kita dengan penuh kesadaran.

– Berusahalah untuk sadar saat mengerjakan tugas demi tugas, meski itu berarti kita perlu untuk bekerja lebih lamban. Misalnya memperhatikan gerakan tangan pada saat menulis/mengetik, atau bahkan memperhatikan gerakan tubuh ketika berjalan dari ruangan menuju ruang meeting.

– Fokus pada gerak gerik sekecil apapun. Dengan fokus pada gerakan jari jemari saat menulis, hal tersebut dapat membantumu untuk mencegah larinya pikiran menuju hal lain yang tidak berhubungan dengan apa yang ditulis.

– Berikan seluruh perhatian untuk tugas-tugas yang terlihat tidak penting seperti mencuci tangan, membuka pintu, menekan nomor di telepon dan juga meraskan tarikan hembusan nafas saat menunggu di ruang meeting.

 

2. Lakukan Latihan Kesadaran Singkat saat Bekerja

 

Latihan kesadaran melatih otak untuk menjadi lebih sadar di berbagai momen. Semakin sering kamu menjalankan latihan kesadaran, maka otak kita semakin mudah untuk berada di dalam kontrol. Dengan begitu otak pun akan berfungsi secara optimal.

Di kala kita sedang bekerja sangat keras, menjalankan latihan kesadaran selama 30 menit akan menjadi sulit. Namun, bukan berarti kita tidak bisa melatih kesadaran sama sekali. Lakukan saja latihan kesadaran semudah memperhatikan keluar masuknya nafas selagi senggang atau bahkan memperhatikan gerakan mulut dan rasa makanan saat makan siang.

Pada saat tekanan muncul, kita juga bisa menjadikannya sebagai latihan untuk tetap sadar; salah satunya dengan cara memberikan jeda sebelum mengambil sebuah keputusan atau bahkan sebelum memberikan tanggapan.  

Proses ini akan menolong untuk menyeimbangkan kembali sistem syaraf, menurunkan persentase respon fight or flight dan menurunkan tekanan yang dirasakan. Dengan begitu, kita bisa menjadi lebih sadar dan juga efektif dalam bekerja.

 

 

3. Kurangi Multitasking

 

Ketika sibuk, biasanya seseorang mengerjakan 1-2 hal secara bersamaan atau mengerjakannya secara bergantian dengan cepat. Sebenernya tidak ada satu pun orang yang bisa melakukan lebih dari satu hal secara sekaligus. Pada kenyataannya, otak kita akan kehilangan data di tengah proses berpindahnya fokus dari satu hal ke hal lain secara cepat. Dan banyak orang yang sudah tahu bahwa multitasking sudah menjadi kegiatan yang kurang efektif. Namun, kenapa masih banyak yang melakukannya?

Zheng Wang pada Ohio State University melakukan penelitian pada siswa yang melakukan multitasking. Dengan melakukan multitasking, mereka merasa menjadi lebih produktif, meski pada kenyataannya apa yang dilakukannya tidaklah efektif sehingga jauh dari kata produktif. Dan pada penelitian berikutnya, ia mendapati fakta bahwa semakin sering seseorang melakukan multitasking, maka semakin tinggi juga kecanduan seseorang untuk tetap melakukannya.

Nah, bagaimana cara untuk mengurangi kebiasaan multitasking?

– Buat jurnal untuk mencatat kapan dan pada kegiatan apa saja kamu melakukan multitask dan single task. Setelahnya, cek hasil kerjanya, yang mana yang lebih memuaskan.

– Kelompokan tugas berdasarkan kategorinya. Sebagai contoh, kelompokan email-email yang harus dibalas, jangan lupa kelompokan juga daftar meeting yang harus difollow up. Lalu, kerjakan semuanya satu per satu sesuai dengan kategorinya.

– Blok semua distraksi yang muncul, silent handphonemu, log out dari email dan juga social media. Lalu pasang timer untuk setiap pekerjaan yang sedang kerjakan. Dengan begitu, kamu bisa menjadi lebih fokus untuk menyelesaikan tugas tersebut.

– Latih mindfulness sebagai jeda di antara tugas. Lakukan peregangan, tarik nafas dengan dalam atau meditasi berjalan.

– Jangan lupa untuk meninjau kembali produktivitasmu. Jika memang dengan menjalankan setiap hal dengan metode single task lebih membuatmu produktif, kenapa tetap melakukan sesuatu secara multitasking?

“Mindfulness practices enhance the connection between our body, our mind and everything else that is around us. Mindful living is the key to understanding our struggles with weight and to empowering us to control our weight” – Thich Nhat Hanh

 

Dengan menjadi lebih sadar, lebih mindful, kita bisa mengerjakan segala sesuatunya bukan hanya lebih efektif, namun juga lebih bermanfaat karena kemungkinan besar kita akan mengambil keputusan dengan lebih bijak dan hal tersebut tentu saja bisa membawa manfaat lebih untuk orang-orang yang berada di sekitar kita.

Apakah kamu setuju? Ataukah kamu punya pendapat lain mengenai menjadi sepenuhnya sadar? Jika ada, yuk bagikan pandanganmu di kolom komentar!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter