witnessday

2019? STOP Dulu Sebentar!

 

“Baca ramalan, sudah. Buka kartu tarot pun sudah. Selain itu apa lagi yang perlu dipersiapkan untuk memulai tahun 2019 ya?”

Bagi banyak orang, tahun baru seringkali dijadikan momen penting untuk memulai sesuatu, mengubah sesuatu, review pencapaian dan juga mengatur hal-hal apa lagi yang ingin dikejar pada tahun berikutnya. Sayangnya, tidak banyak dari kita yang paham bahwa tahun baru adalah sebuah momen yang sebenarnya sama saja dengan momen lainnya. Dengan kata lain, kita sebenarnya tetap bisa memulai, mengubah, menghentikan segala hal yang berkaitan denagn tindakan kita kapanpun kita merasa butuh untuk melakukannya.

Apakah salah jika dilakukan pada momen tahun baru ini? Tentu saja tidak. Namun, dengan menyadari bahwa kita sebenarnya bisa melakukan hal tersebut di hari lain, maka kita menjadi aware atau sadar bahwa hari-hari lain tidak kalah pentingnya dengan momen tahun baru ini.

“Living 24 hours with mindfulness is more worthwhile than living 100 years without it” – Buddha

Kata kuncinya adalah kesadaran. Seberapa sadar kita terhadap apa yang kita lakukan selama ini? Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk menjalani kegiatan dengan penuh kesadaran? Apakah kita selalu menyadari intensi kita saat melakukan sesuatu? Ataukah kita selama ini seringkali membiarkan tubuh dan pikiran kita bergerak secara auto-pilot?

Mungkin di antara teman-teman ada yang bertanya-tanya, apa sih sebenarnya manfaat dari tetap menjaga kesadaran? Tentu saja ada banyak sekali. Selain bisa membuat kita menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan, dengan menjaga kesadaran, kita menjadi lebih fokus untuk mencapai tujuan dalam hidup kita.

Meditasi adalah salah satu cara ampuh untuk melatih awareness pada diri kita. Mungkin begitu saya bilang ‘meditasi’ banyak yang menganggap bahwa meditasi harus dilakukan dengan duduk diam. Sebenarnya, ada banyak cara untuk melakukan meditasi. Bahkan, meditasi sendiri bisa dilakukan sambal bekerja.

Saya pernah menonton salah satu video Deepak Chopra dan juga Eckhart Tolle yang menjelaskan berbagai cara untuk melakukan meditasi ringan pada kehidupan sehari-hari kita; Namanya adalah metode STOP. Metode STOP ini adalah cara untuk kembali ‘masuk’ atau’mengecek’ diri kita sendiri yang sangat baik untuk dilakukan ketika berhadapan dengan momen-momen yang sulit.

Metode STOP ini berfokus pada pernafasan, sensasi pada tubuh dan pengalaman pada momen saat ini dan hal ini dapat membantu kita keluar dari siklus berpikir dan emosi yang dapat memperparah stress yang dirasakan. Bagaimana cara melakukannya?

S – Stop
Ketika sedang berhadapan dengan keadaan yang sulit, coba tarik keluar dirimu dan stop semua pekerjaan yang sedang dilakukan. Coba buka perhatianmu seluas-luasnya tanpa memberi penghakiman apa pun. Lihatlah segala sesuatu apa adanya, tanpa ada kesan, opini atau perlambangan apapun.

T – Take A Deep Breath
Tarik nafas yang panjang dan perlahan. Selama melakukannya, cobalah untuk menyatu dengan sensasi nafas tersebut. Kumpulkan seluruh perhatianmu pada sensasi bernfas yang tenang dan perlahan pada saat ini. Targetkan untuk dapat lebih menyadari nafas yang keluar dan masuk dari tubuh.

O – Observe
Amati tubuh dan emosimu. Sensasi apa saja yang bisa kamu rasakan dari ujung kaki, hingga ujung kepala? Apakah jari-jari kaki menekan kuat ke lantai? Apakah terasa tegang pada bagian kaki, lengan, bahu dan juga kepala? Apakah ada emosi yang masih terasa?
Coba amati dan sadari apa saja yang hadir dan ada pada tubuh dan pikiran kita. Lalu, coba untuk perluas fokus dan buka diri terhadap apa yang terjadi pada lingkungan. Apa yang kamu lihat, rasakan, cium, dengar dan kecap? Kembalikan semua fungsi inderamu.

P – Proceed
Coba lanjutkan apa yang kamu lakukan dengan lebih hati-hati, penuh kasih dan kebaikan. Sertakan juga intensi untuk menyatukan kesadaran ini dalam aktivitasmu.

Tentu ini bukan hal yang mudah mengingat kita seringkali terperangkap dengan berbagai masalah yang berhubungan dengan orang lain. Persepsi kita mengenai hal atau orang tersebut sedikit banyak pasti mempengaruhi emosi kita dan membuat kita sulit untuk mengambil keputusan yang bijak. Dan bahkan, membuat kita terdistraksi, semakin menjauh dengan apa yang sebenarnya menjadi tujuan utama kita.

Kita menjadi teralihkan secara tidak sadar. Atau yang lebih buruknya, kita mengambil keputusan yang tidak sesuai tanpa kita sadari sehingga merugikan bukan hanya diri sendiri, tetapi juag orang lain. Bukankah itu berbahaya?

Metode STOP tadi menurut saya pribadi sangat mudah untuk dilakukan dan dicoba kapanpun kamu merasa membutuhkannya. Coba saja untuk menuliskan metode STOP ini pada kertas atau buku catatan di area kerjamu. Siapa tahu bisa menjadi pengingat yang baik untuk kesadaran kita. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter