witnessday

Apa Itu Reparenting?

Masa kecil kita adalah masa di mana alam bawah sadar kita terbentuk.

Di masa kecil itu juga menjadi masa di mana kita memproses emosi, mempelajari seperti apa sebuah hubungan terjalin, bagaimana cara membuat batasan dan pembentukan kebiasaan serta tingkah laku kita. Dan hampir semua hal tersebut kita pelajari dari orangtua, keluarga, ataupun orang terdekat kita. 

Tentu tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Termasuk orangtua, keluarga ataupun pengasuh kita. Sayangnya, orang-orang yang kita jadikan panutan itu belum tentu berada dalam kondisi yang baik, terutama secara mental & spiritual. 

Makanya banyak orang yang terlahir dari keluarga yang abusive ataupun toxic. Padahal keluarganya lengkap dan gak kekurangan. Sering kan kamu denger cerita kayak begini?

Kita menyebutnya dengan “unconscious parents”. Unconscious parents mengulang kebiasaan dan pola yang sudah mereka pelajari sebelumnya.

Mereka menjalani kehidupannya berdasarkan kehidupan yang penuh luka. Penuh dengan emosi-emosi yang tidak terproses dengan baik. Mereka mendidik, menyayangi, dan mengasuh kita berdasarkan tingkat kesadarannya. 

Orang-orang yang berasal dari keluarga atau orangtua dengan tingkat kesadaran yang rendah, biasanya memiliki banyak masalah dalam kehidupannya. Ketergantungan, self sabotage, kesulitan dalam pengendalian emosi dan masalah-masalah lainnya biasanya merupakan penanda bahwa ada masalah lain yang menjadi ‘akarnya’. 

Itulah mengapa saya menyarankan kamu untuk mencoba reparenting. Reparenting adalah kegiatan di mana kamu memberikan dirimu sendiri hal yang tidak kamu terima saat masih kecil.

Misalnya kamu kurang kasih sayang, maka kamu harus memberikan kasih sayang pada dirimu. Kalau kamu saat ini kurang disiplin, maka kamu akan menjalankan latihan kedisipilinan. Ini mungkin terdengar sederhana dan mudah. Namun sebenarnya, prosesnya cukup rumit. Saya akan membahas proses pertama terlebih dahulu: menyadari.

Kita semua punya masalah, namun tidak semua dari kita sadar apa akar atau penyebab dari masalah kita. Pasti kamu juga familiar dengan kebiasaan seperti menyalahkan orang lain dan keadaan.

Itu saja sebenarnya sudah menjadi penghalang untuk kita supaya bisa menerima dan belajar dari kesalahan kita. 

Ya benar, banyak hal buruk yang diwariskan oleh orangtua kita. Namun, kita lah yang berkewajiban untuk mengakhirinya, jangan sampai kita ikut-ikutan seperti mereka. Untuk itulah para terapis, coach, psikolog, dan mental health professionals lainnya hadir. Kami memang orang asing buatmu, tapi kami mampu mendengarkan dengan baik, dan bisa membantu proses ini secara efektif, objektif dan tidak bias. 

Masalah memang tidak akan ada habisnya. Namun jika masalahnya berulang, berarti ada penyebab yang harus kamu cari akarnya. Kamu bisa hubungi saya di sini untuk memulai proses reparenting agar menjadi lebih lancar dan efektif.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter