5 Langkah untuk memaafkan orang lain dan diri kita sendiri

Posted on Posted in witnessday

 

wpid-2015-04-12-01-01-42_deco.jpg

 

Pernahkah kamu marah karena banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan keinginanmu?
Pernahkah kamu kecewa karena pacarmu tidak memberikan cukup banyak sms, panggilan telepon, waktu, dan perhatian?
Pernahkah kamu merasa merana karena tak seorangpun, bahkan tidak sahabatmu sendiri, ada di saat kamu memerlukan dukungan dan pengertian?
Pernahkah kamu merasa malu karena orangtuamu tidak mampu memberimu rumah dan pendidikan yang layak saat kamu masih kecil, dan kini mereka sudah tua dan suka menggerutu?
Pernahkah kamu merasa sangat bersalah karena telah menjadi seseorang yang tidak kamu harapkan, berulang kali membuat kesalahan, melakukan kebodohan dan selalu keras kepala?

 

Seberapa sering kamu merasa frustrasi karena semua orang, bahkan dirimu sendiri, tidak dapat menjadi seseorang yang kamu harapkan? Seberapa sering, jauh di dalam hatimu, kamu berharap bahwa hal-hal dan orang-orang dalam hidupmu dapat berubah? Kenyataannya, kita menghadapi emosi semacam ini setiap hari. Saya pun berjuang untuk berdamai dengan emosi seperti ini setiap harinya. Saya sama seperti kamu. Saya menyadari bahwa hal ini tidaklah mudah untuk dihadapi, namun jika saya dapat memiliki cara untuk mengatasi semua kegilaan ini, kamu pun bisa!

 

Pertama-tama, saya harus memastikan bahwa kamu benar-benar mengerti bahwa kita semua adalah manusia dan manusia memiliki emosi. Kita diciptakan dengan emosi bukan untuk kita lawan atau singkirkan; ini hanya akan menghabiskan energi. Emosi itu bagus, emosi ada untuk membantu kita memahami perasaan, kecenderungan, respon, dan keputusan kita. Tidak ada yang salah dengan memiliki emosi.. dan saya mohon, dengan sangat.. lupakan apa yang telah kamu pelajari mengenai memberi label pada emosi sebagai ‘baik’ ataupun ‘buruk’. Di sini adalah zona bebas penghakiman. Kita cukup mengetahui bahwa kita sedang mengalami suatu emosi dan menyapa ‘halo’ kepada emosi tersebut. Pada akhirnya, emosi adalah bagian dari kita. Kita tidak mungkin melihat sebuah bagian dari diri kita lalu menolaknya, membiarkannya begitu saja atau mencoba untuk membuangnya kan? Tidak….. ketika kamu bertemu dengan bagian dari dirimu, ketika kamu mengetahui ada bagian dari dirimu yang memerlukan perhatian, kamu memberikan cinta pada bagian tersebut. Berikan lebih banyak perhatian, berikan lebih banyak cinta…

Inilah yang akan kita lakukan hari ini. Ketika kamu merasa marah dan sedih karena ada yang tidak berjalan sesuai keinginanmu, apa yang kamu lakukan? Bagaimana kamu menangani orang yang kamu pikir telah menyakitimu? Berikut adalah 5 langkah mudah namun sangat besar manfaatnya untuk membantumu berhadapan dengan ketidaksempurnaan, untuk memaafkan orang lain dan dirimu sendiri karena kamu anggap telah mengacaukan segalanya.

 

1. Bayangkan kamu sedang berhadapan dengan orang yang paling membuatmu marah.

Sebelum mulai, duduklah dalam keadaan hening. Jika kamu bisa bermeditasi, akan lebih baik. Setelah berada dalam keadaan nyaman dan damai, kita dapat segera mulai. Bayangkan bahwa kamu sekarang berhadapan dengan seseorang yang paling mengganggu hidupmu. Seringkali, karena merasa terganggu, kamu melontarkan serangan kepada orang tersebut. Kamu mengatakan hal-hal yang menyakitkan, atau bahkan berharap ia mati. Orang itu bisa saja pasanganmu, anakmu, ayah atau Ibu, atasan, rekan kerja, dan tentu saja, dirimu sendiri. Tatap matanya. Mulailah rasakan apa perasaanmu terhadapnya.

 

2. Katakan, “Sayang, aku memaafkanmu.”

Di sini, kamu tidak meminta maaf atas kesalahanmu kepada orang tersebut. Diam-diam, sebenarnya mungkin kita telah melakukannya, namun hanya sedikit perbaikan yang terjadi pada diri kita. Kita terus-menerus mengulang reaksi marah ketika berhubungan dengannya. Namun hari ini, kita akan mengubah hal tersebut. Inilah yang saya ingin kamu lakukan. Pikirkan bagaimana orang tersebut telah membuatmu merasa menderita, dan pahami, bahwa sesungguhnya ia tidak ingin hal tersebut terjadi. Ia sama sepertimu; ia lemah, terluka dan merasa tak berdaya. Perhatikan ia dekat- dekat, dan katakan padanya, “Aku memaafkanmu karena kamu tidak menjadi orang yang sesuai dengan harapkanku.” Katakan hal ini berulang kali sesuai dengan yang kamu butuhkan, sampai kamu merasa telah menyampaikan semua yang ingin kamu sampaikan.

 

wpid-1441004416030.jpg

 

3. Bayangkan ia berkata, “Sayang, aku pun memaafkanmu.”

Setelah mengatakan apapun yang ingin kamu katakan kepadanya, bayangkan ia tersenyum balik kepadamu dan menjawab, “Tidak apa-apa, aku terima permintaan maafmu. Aku memaafkanmu juga. Kamu kini bebas. Kita kini bebas.” Coba jalankan, kamu akan merasa suatu beban berat telah terangkat darimu. Rasanya sangatlah nyaman, sampai-sampai kamu tidak akan tahan untuk tidak tersenyum. Kamu akan merasa lega.

 

4. Ucapkan terima kasih. Berikan pelukan.

Selain cinta tentu saja, maaf adalah hadiah terbesar yang dapat kamu berikan untuk dirimu sendiri. Ketika kamu memaafkan orang lain, sebagian dari dirimu juga dimaafkan dan disembuhkan. Ucapkanlah terima kasih dengan sepenuh hati kepada orang yang telah memberikanmu pelajaran dalam masa kehidupan ini dan berikan ia pelukan terlama dan terhangat (bahkan ciuman!) – rasakanlah di dalam tubuhmu! Rasakan semua emosi seperti sedang benar-benar terjadi padamu saat ini.

 

5. Bayangkan cinta ada di sekelilingmu.

Kini karena kamu telah memaafkan orang tersebut untuk semua ketidaksempurnaannya, kamu bebas dari kebiasaan dan keharusan untuk merasa terganggu kapanpun ia melakukan hal-hal yang tidak sesuai harapanmu. Kamu hanya perlu memahami, memaafkan dan melepaskannya. Tidak ada yang dapat mengganggu atau mengusikmu lagi. Terlebih lagi, karena kamu telah kehilangan niat untuk mengkritik atau marah kepadanya, kamu akan ingin memberikan lebih banyak cinta padanya. Karena sama seperti kamu; ia juga bingung dan tak berdaya, ia juga memiliki perjuangan dan harapannya sendiri. Bayangkan bahwa kini kamu memancarkan energi cinta kasih berwarna merah jambu kepada dirimu seluruhnya dan orang di depanmu. Bayangkan betapa indahnya hubunganmu dengannya setelah ini. Ciptakan adegan-adegan dan mainkan di dalam pikiranmu, nikmatilah!

Ulangi jika diperlukan. Kamu juga dapat menggunakan orang lain lagi sebagai subyek perhatianmu, sebanyak apapun.

 

 

Sekarang, saya harus memberitahukan bahwa lima langkah di atas ini bukanlah ciptaan saya. Kebijaksanaan dalam dirilah (inner wisdom) yang mengajarkan latihan ini kepada saya dan saya hanya mengikutinya. Tidak bermaksud melebih-lebihkan, namun hasilnya sangat luar biasa bagi saya. Saya berbagi di sini agar kamu pun dapat merasakan keajaiban dan hadiah dari pemberian maaf. Cobalah sendiri dan bagikan pengalamanmu di sini.

 

Dan untuk merayakan keluhuran supermoon yang baru saja lewat serta memasuki bulan September, saya ingin menghadiahkan kepadamu

 

** FREE ONE-CARD READING **

 

GRATIS PEMBACAAN TAROT (satu kartu) — untuk membantu menyampaikan kepadamu energi atau pesan yang dibawakan oleh bulan September ini ke dalam hidupmu. Yang harus kamu lakukan sangatlah sederhana. Cukup berikan komentar terbaik mengenai pengalamanmu dalam melakukan latihan memberi maaf seperti di atas; pembacaan kartu akan diberikan tepat di bawah komentarmu. Saya hanya akan membaca dan membalas komentar yang diberikan di halaman ini. Penawaran ini hanya berlaku bagi para pelanggan newsletter. Jadi, jika kamu belum berlangganan, cukup masukkan nama + alamat email + pilihan bahasa dan klik tombol ‘Subscribe’ di bawah ini. Saya melakukan hal ini untuk menghormati semua subscriber tersayang yang telah berada di sini bersama saya dan mencintai saya selama ini. Terima kasih teman-teman!

 

Sekali lagi, terima kasih banyak sudah membaca tulisan ini. Kalau kamu tahu bahwa artikel ini berguna, silahkan berbagi dengan semua temanmu. Mereka mungkin membutuhkannya juga. Saya harap kamu dapat merasakan sebuah pengalaman yang mengubah hidup saat menjalankan lima langkah di atas. Sampai jumpa!

 

 

 

Love and light,

Amelia Devina

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
  • Sari Imawati

    Marah pada orang – sering bngt Jie
    Saya merasa kadang org selalu berbuat seenaknya tanpa memperhatikan perasaan org. Tapi kadang kita juga mungkin pernah berbuat itu secara tidak sadar – hal yang kita anggap baik tapi belum tentu baik buat orang lain.
    Memaafkan org sangat susah tapi juga hasilnya akan sangat membahagiakan.
    Salah satu pengalaman saya adalah waktu itu berangkat kerja naik motor, dan tiba2 saya sudah tersungkur di aspal – ternyata saya ditabrak orang dari belakang yang ternyata org tersebut juga ditabrak orang dari belakang alias jadi tabrakan beruntun.
    Padahal saya hanya naik motornya dengan kecepatan pelan2 saja bisa ditabrak orang juga. hehehe
    Semula emosi bngt – saya tidak ngebut tapi ditabrak org – perasaan gak terima nichhh
    Pengen hampiri orang itu dan marah2
    Tapi ntah kenapa saya hanya hampiri orang itu dan bilang sama Bapak2 itu : Bapak lagi kejar setoran ??? Lain kali hati2 Pak, yang tidak bersalah bisa jadi korban kalau Bapak2 naik motornya kayak gini caranya
    Mungkin karena merasa gak enak, Bapak itu minta maaf dan saya dengan lapang dada langsung memaafkan dan langsung melanjutkan perjalanan dengan tangan masih gemetaran tapi hati tenang karena bisa kendalikan diri untuk tidak memperpanjang masalah.
    Belajar memaafkan memang sulit Jie, tapi hidup saya menjadi lebih tenang setelah kita belajar lapang dada untuk memaafkan orang yang menuduh kita akan sesuatu yang mungkin kita merasa tidak berbuat – tapi kita bawa dalam doa saja dan kebenaran pasti akan terbuka – ini yang sedang saya alami sekarang – semoga segala sesuatunya akan baik – baik saja.
    Terima kasih Sj Amel atas inspirasi paginya…sangat bermanfaat
    Doakan yaa semoga cinta selalu ada buat kami sekeluarga

    • Halo Sj Sari, terima kasih banyak juga untuk sharingnya. Keadaan di jalan ini memang paling rentan ya dan paling sering kita hadapi. Apalagi kalau yang harus pergi pulang kantor. Menurut saya, sj Sari menangani kejadian ini dengan bagus sekali! Karena amarah kita datangnya sepersekian detik. Waktu untuk membuat keputusan untuk mau marah/ memaafkan juga cuma beberapa detik. Dan dalam beberapa detik yang menentukan itu Sj bisa kendalikan diri dan memutuskan dengan bijaksana. Kita semua harus ambil contoh nih. Setelah bisa memaafkan pasti terasa lega ya? Dan tau bahwa diri sudah melakukan hal yang baik. Tidak ada yang terluka, semua senang dan damai 🙂 Stay safe, sis! Bacaan kartunya akan saya kirim dalam minggu depan. Again, thank you!

      • Sari Imawati

        Sj Amel, saya juga ada pengalaman yang saya alami akhir2 ini :
        Kadang mungkin kita sering merasa dongkol alias gondok dengan perlakuan org ke kita dan akhirnya kita umpat2 di dalam hati
        Bikin kita yang dosa sendiri lohhh – padahal yang kita umpat belum tentu tahu kesalahannya.
        Kalau ini terjadi, biasanya kita yang harus belajar kendalikan diri terutama pikiran
        Misalnya : waktu saya naik motor, ada angkot yang ikut2an mw nyelip atau klakson2 …bikinnn keselll bngt tuhh alias takut ketabrak juga karena biasanya sopir angkot tuh orgnya gak sabar
        Nahhh biasanya ada ‘Malaikat Pemaaf’ dalam diri saya yang selalu bilang supaya saya jadi org yang banyak ngalah – dan jngn kebawa emosi – nyanyi2 aja so lebih relax menghadapi situasi dan hidup pun lebih tenang.
        Terima kasih Sj atas inspirasinya…

        • Pesan di bulan September untuk Sj Sari. Kartu ini mengajak sj untuk mempertahankan semangat dan terus menjadi kreatif. Akan ada ide atau kesempatan baru untuk menapakai hidup yang lebih baik lagi, termasuk dalam hal bisnis atau pekerjaan. Untuk menuju ke sana tentu kita harus jadi orang yang selalu positif, bersedia menolong orang lain terlebih dulu, dan bisa dipercaya. Apakah kita sudah menjadi orang seperti itu? Sudah atau belum, tingkatkanlah frekuensi energi kita supaya segala hal yang baik selalu beserta kita. Wish you all the best. Much love!!

  • nana

    saya biasanya memulai hari dengan jalan kaki di sekitar tempat tinggal, dulu sebelum saya “mengenal” Amel, sambil berjalan kaki pikiran saya penuh dengan pikiran negative yg kadang saya ga bisa kontrol, dan saya tau ini merusak diri saya sendiri. tapi dengan sesi counseling yang prosesnya sama dengan yg diatas, Amel guides me how to keep calm those negative thinking or emotion or my ego. Sekarang, setiap jalan pagi seperti sesi berdamai dgn diri sendiri, pikiran jauh lebih tenang dan bahagia tentunya. Mungkin ini terpancar dari wajah saya, coz i got many compliments from my colleagues..Hi nana you look happy today, got some good news??

    • Hai Nana, I am so happy reading your story. Ikut berbahagia kalau kamu bisa mulai positive self-talk dan bisa memeluk segala emosi yang muncul dengan menyadari keberadaannya + say hi + dan ajak bicara baik2 🙂 Walaupun simple tapi ampuh ya? Looking forward to reading more of your stories. Dan karena sekarang sudah tambah cantik dan bercahaya wajahnya, didoakan supaya attract people (and guy!!!) yang punya frekuensi dan vibrasi sama ya. Be your best self! Bacaan kartunya akan aku tulis dalam minggu depan ya. Stay tune. And again, thank you!

      • Pesan untuk Nana di bulan September. Kartu ini mengajak kamu untuk melepaskan segala beban atau tanggung jawab yang barangkali tidak perlu kamu tanggung semuanya. Kalau ada kesulitan atau terlalu sibuk dalam pekerjaan, mintalah bantuan. Kalau beban hidup terasa berat, silakan dengan ringan hati dilepaskan. Bukan berarti semuanya harus kamu yang tanggung. Coba lihat situasi yang kamu hadapi dari berbagai sisi, dari sisi yang berbeda. Kita tidak dituntut untuk menjadi sempurna, kita hanya perlu menjadi diri kita sendiri. Wish you all the best, Nana. Much love!!

        • nana

          Uhm i m living in my work for now. Bulan ini, memang saya harus memutuskan untuk terus kerja disini sampai Jan 2016 atau sy sebaiknya stop November untuk ambil course yg sesuai passion saya. Bingung euy

          • Hai Nana, I hope I can help you with the Card Reading session. If you feel it’s going to be beneficial for you, you know how to contact me 🙂 Best wishes!

          • nana

            Thanks Amel. Luckily, i got positive confirmation from my boss, i can take course and continue work here up to Jan 2016 for proper handing over, this will give me experience, time and money to pursue my dream project. Yesterday i was planning send him email, but i confuse how to start and explain everything, so i delete the draft, I said to my self, when he come back from business trip, i will just said whatever in my head. But today, I m so surprise! He send me e-mail which is the answer for my confusion. I let go all the worries, solution is coming in all possible way.
            Thank youuuu

          • Yay, Nana! I’m so happy for you. God knows best. And it’s a prove that if you really want it, you can manifest it. Wish you wonderful months ahead. Very glad to always receive updates from you!

  • Dominic

    Great article Amelia! As a fellow coach I’m grateful to know you. Saya sendiri memakai teknik sejenis ini yang pada intinya adalah memaafkan diri sendiri dan orang lain supaya emosi yang tertahan di dalam subconscious bisa terbebas. Setiap emosi itu baik adanya, karena Tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu yang tidak ada gunanya. Setelah memaafkan diri sendiri dan orang lain hati ini jadi plong dan beban pun menghilang. very simple and effective is using Ho’oponopono technique: I’;m sorry, please forgive me, thank you, I love you. Thank you again for the inspiration. Keep on empowering and impacting. God bless!

    • Hi Dominic! Wow, I am so happy to be visited by a fellow coach. Can I visit your website as well? Betul sekali, saya setuju, Tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu yang tidak ada gunanya. Teknik memaafkannya sebenarnya sederhana, tapi kalau sungguh-sungguh dan dilakukan sesuai kebutuhan, sangat manjur efeknya. Thanks to you too for commenting here! God bless! Dan bacaan kartunya akan saya tulis dalam minggu depan ya, so stay tune. And again, thank you!

      • Hai Pak Dominic, ini pesan bulan September untuk Bapak. Keadaan saat ini sedang bagus, boleh dibilang dari berbagai aspek kehidupan. Ada semangat hidup yang sangat bagus dan perkembangan karir ke depannya juga terlihat baik. Yang paling penting adalah, jalankan yang sesuai dengan kata hati. Jalankan sesuai passion dan panggilan Bapak. Apa saat ini sedang punya pasangan? Kalau iya, ini saatnya untuk menjadi semakin dekat dan harmonis dengan pasangan. Kalau belum, bersiap-siaplah. Manifestasikan sesuai keinginan dan percayalah, harapan Bapak pasti terwujud! Wish you all the best. Much love!!

  • Resa Resmana

    Jadi terharu rasanya :’)

    • Hai Resa! Thanks for your comment. Apa tertarik untuk coba praktekkan juga exercisenya? Boleh tau bagian mana yang buat terharu? :’)

  • ani ema Susanti

    Dear Amel,
    14 tahun sy merasa sangat kecewa dg seseorang yg sy hormati. Sy menjaga jarak dan tidak mau berkomunikasi. Dengan latihan memaafkannya beban hidup menjadi lebih ringan

    • Hai Mba Ani, terima kasih komentarnya. 14 tahun itu waktu yang cukup lama lho. Kalau latihan memaafkannya bisa buat beban hidup jadi lebih ringan alangkah baiknya 🙂 Coba Mba dipraktekkan beberapa kali sesuai kebutuhan. Kalau dirasa perlu, silakan email aku personal ya. Bacaan kartunya akan aku kirim dalam minggu depan. Thanks again, Mba!

      • Halo Mba Ani, ini adalah pesan bulan September untuk Mba Ani. Apa saat ini sedang merasa ada kesempatan yang datang tapi bingung mau diambil atau tidak? Apa saat ini sedang dalam keadaan bosan dan sebenarnya tau ada yang lebih yang harus dikerjakan dalam hidup tapi sepertinya ada bagian dari dalam diri yang belum siap dan takut? Kalau iya, coba dengarkan suara hati baik-baik. Apa keadaan seperti ini yang Mba mau? Kalau bukan, buatlah keputusan sesuai keinginannya. Tenang saja, Alam Semesta pasti mendukung. Everything is possible. Wish you all the best, Mba. Much love!!

  • Aufa

    berdamai pada diri sendiri yah ? sulit sekali. saya hanya bisa membiarkan nya berlalu. terkadang, saat semua kepahitan itu melintas di benak saya, rasanya kepala dan tubuh saya seperti ingin meledak dan berakhir begitu saja. ingin berteriak dan melepas semua beban itu tapi situasi seringkali tak mendukung.
    bahkan jika saya bisa melepas semua rasa sesak itu dengan berteriak pun , hanya selintas saja beban itu hilang.
    detik berikutnya , kepala saya kembali berdenyut.
    semua itu membuat saya menjadi pribadi yang tidak sabaran dalam menghadapi masalah dan menapaki setiap langkah yang saya (coba) susun demi menebus kesalahan itu. karna saya merasa kesalahan saya terlalu banyak dan saya tidak punya banyak waktu untuk menebusnya.

    • Hai Aufa, thanks sharingnya. Kamu bilang “karna saya merasa kesalahan saya terlalu banyak dan saya tidak punya banyak waktu untuk menebusnya” –> Keyakinan yang kita miliki menentukan segalanya. Kalau kita sendiri sudah merasa kesalahan kita terlalu banyak dan tidak bisa ditebus, kita akan selamanya hidup sambil membawa beban kesalahan itu. Padahal sebenarnya, benar atau salah itu hanya persepsi manusia saja. Kita belajar dari tindakan kita yang barangkali merugikan orang lain. Dengan kita mengubah diri dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, berarti pelajaran hidup yang kita terima itu tidak sia-sia. Kalau Aufa butuh konsultasi personal, boleh hubungi saya ya. Saya akan posting hasil card readingnya nanti di bawah ini. Stay tune, thanks!

      • Halo Aufa, ini adalah pesan bulan September untuk kamu. Kartu ini mau memberi tau bahwa sebuah keluarga yang bahagia, sebuah perasaan bahagia dan kepuasan diri bisa terwujud! Ini adalah masa depan yang bisa menjadi kenyataan dan bisa kamu wujudkan saat ini juga. Mulailah dari orang-orang terdekat kamu, keluarga di rumah. Apa ada yang harus disampaikan atau dilakukan terhadap atau untuk mereka? Kalau iya, janganlah menunda, lakukan apa yang harus kamu lakukan sekarang. Masa depan ditentukan oleh apa yang kamu kerjakan di hari ini. Wish you all the best. Much love!!

  • elvi angelina

    Hi Bu Amel

    Saya pernah sangat benci pada seseorang. Saya merasa hari-hari saya berat sekali. Saya berusaha sangat keras untuk menghindar.

    Hingga suatu hari, saya tidak tahu bagaimana caranya , tiba2 mulai mengerti, maafkanlah beliau, jangan lari. Dan saya juga beruntung kenalan dengan 2 orang guru, yang meyakinkan saya untuk benar2 memaafkan. Saya belajar 4 kalimat : Maafkan saya, Saya terima perlakuanmu, Saya mencintaimu, dan terakhir adalah Terima Kasih.

    Tanpa terasa, pelan2 emosi negatif saya berkurang dan berkurang terus. Kini, saya bertemu lagi dengan orang tersebut, perasaan saya sudah benar berbeda. Saya merasa lega, saya dapat mengahadapinya dengan tenang.

    Kekuatan memaafkan itu memang sungguh luar biasa.

    • Hai Bu Elvi, thanks sharingnya. Luar biasa ya perubahannya karena bersedia memaafkan. Terkadang ada orang mengharapkan perubahan instan. Padahal sebenarnya dengan menjalani proses, kita juga belajar banyak hal lainnya di sepanjang jalan. Maaf itu adalah hadiah yang kita berikan untuk diri kita sendiri. Saya akan posting hasil card readingnya nanti di bawah ini ya. Stay tune, thanks!

      • Halo Bu Elvi, ini adalah pesan dari bulan September untuk Ibu. Kartu ini datang karena saat ini Bu Elvi sedang akan menuju sebuah perubahan yang cukup besar dalam hidup. Apa ada kesempatan baik untuk meningkatkan diri di karir? Atau perubahan yang cukup signifikan di keluarga? Yang jelas, ini adalah saatnya bagi kita untuk merenung dan mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan selama ini. Ada baiknya kalau Bu Elvi siapkan buku catatan khusus untuk kembali melihat apa yang sudah lewat dan apa rencana ke depannya. Kalau saat ini sedang menjalani suatu tes/ pelatihan, hasilnya akan sangat baik untuk langkah berikutnya. Wish you all the best, Bu Elvi. Much love!!

  • Annisa Gilang

    Hi Mbak Amelia,
    Sejujurnya sampai detik ini saya masih belajar untuk berdamai dengan diri sendiri. Termasuk juga berdamai dengan beberapa kekecewaan dan hal-hal yang terjadi dalam keluarga saya. Memaafkan memang rasanya masih sulit, belum benar-benar plong atau lega gitu..Termasuk juga berdamai dengan ketakutan-ketakutan saya dalam hidup ini. Tapi saya yakin, suatu saat bisa berdamai dan memaafkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan di sekitar. Semoga saja….

    • Suatu hari pasti bisa, Annisa. Tapi, kapan itu terjadi seringkali tergantung diri kita sendiri. Seberapa lama lagi kita mau berada dalam posisi tidak enak dan menanggung beban seperti ini? Kalau Annisa butuh dukungan, silakan hubungi saya dan jadwalkan sesi konsultasi ya. Wish you well 🙂

  • Forgiven but not forgotten, gimana nih Mel buat yang kaya gini?

    • Tergantung jenis ceritanya. Mau sharing di sini? Yang jelas, memori itu memang bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Memori ini bahkan terbawa dari kehidupan ke kehidupan. Yang jadi pertanyaannya adalah, bagaimana respon dan kondisi emosional kita saat memori ini hadir kembali? Bisa tersenyum atau masih tetap menggerutu?

  • Dimas

    Hai Mba Amelia,

    Terimakasih atas tips nya untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi dalam kehidupan manusia. Kebetulan di bulan september ini, banyak sekali ujian hidup yang saya dan pasangan hadapi baik permasalahan internal ataupun eksternal dan semua diluar kendali sehingga terkesan sulit untuk menemukan solusinya, terutama solusi untuk mengatasi perasaan egoisme dan emosi diri pribadi. Sebenarnya kunci dari semua permasalahan yang dihadapi adalah mengatasi perasaan diri pribadi sendiri.

    Singkat cerita, setelah mempraktekan tips yang di ajarkan sedikit demi sedikit mulai menemukan perubahan walaupun bukan solusi secara keseluruhan, terutama saya dapat menerima kondisi saat ini dan mulai menemukan sedikit perasaan lega serta kedamaian dalam hati yang mulai tumbuh kembali.

    Terimakasih,

    • Bagus sekali, Dimas. Seringkali orang sering terjebak karena melemparkan kesalahan ke orang di luar dirinya. Memang lebih mudah begitu, menjadikan diri korban keadaan. Tapi apa yang Dimas katakan sudah sangat tepat: mengatasi perasaan diri pribadi sendiri. Dengan mengambil tanggung jawab, kita mulai mengambil kendali atas hidup kita. Ini sudah langkah besar dalam pertumbuhan batin 🙂

  • Sari Imawati

    Akhir2 ini berat rasanya Jie, Tidak ada yang mengerti saya Jie…setiap langkah selalu kelihatan salah …tampak bodoh dan bikin kesel.

    Hati mau menangis – mau menjerit tapi air mata pun sudah kering
    Komunikasi terasa sulit dan selalu tersudut. Emosi terus bawaannya
    Saya terima diperlakukan apa saja…karena saya belajar dari tulisan Sj … MEMAAFKAN – Kata2 yang ajaib…karena Cinta kita bisa memaafkan siapa saja dan terima kasih karena saya bisa terus bertumbuh dalam iman dan kesabaran dengan terusss terusss belajar memaafkan.