witnessday

5 Langkah untuk memaafkan orang lain dan diri kita sendiri

 

wpid-2015-04-12-01-01-42_deco.jpg

 

Pernahkah kamu marah karena banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan keinginanmu?
Pernahkah kamu kecewa karena pacarmu tidak memberikan cukup banyak sms, panggilan telepon, waktu, dan perhatian?
Pernahkah kamu merasa merana karena tak seorangpun, bahkan tidak sahabatmu sendiri, ada di saat kamu memerlukan dukungan dan pengertian?
Pernahkah kamu merasa malu karena orangtuamu tidak mampu memberimu rumah dan pendidikan yang layak saat kamu masih kecil, dan kini mereka sudah tua dan suka menggerutu?
Pernahkah kamu merasa sangat bersalah karena telah menjadi seseorang yang tidak kamu harapkan, berulang kali membuat kesalahan, melakukan kebodohan dan selalu keras kepala?

 

Seberapa sering kamu merasa frustrasi karena semua orang, bahkan dirimu sendiri, tidak dapat menjadi seseorang yang kamu harapkan? Seberapa sering, jauh di dalam hatimu, kamu berharap bahwa hal-hal dan orang-orang dalam hidupmu dapat berubah? Kenyataannya, kita menghadapi emosi semacam ini setiap hari. Saya pun berjuang untuk berdamai dengan emosi seperti ini setiap harinya. Saya sama seperti kamu. Saya menyadari bahwa hal ini tidaklah mudah untuk dihadapi, namun jika saya dapat memiliki cara untuk mengatasi semua kegilaan ini, kamu pun bisa!

 

Pertama-tama, saya harus memastikan bahwa kamu benar-benar mengerti bahwa kita semua adalah manusia dan manusia memiliki emosi. Kita diciptakan dengan emosi bukan untuk kita lawan atau singkirkan; ini hanya akan menghabiskan energi. Emosi itu bagus, emosi ada untuk membantu kita memahami perasaan, kecenderungan, respon, dan keputusan kita. Tidak ada yang salah dengan memiliki emosi.. dan saya mohon, dengan sangat.. lupakan apa yang telah kamu pelajari mengenai memberi label pada emosi sebagai ‘baik’ ataupun ‘buruk’. Di sini adalah zona bebas penghakiman. Kita cukup mengetahui bahwa kita sedang mengalami suatu emosi dan menyapa ‘halo’ kepada emosi tersebut. Pada akhirnya, emosi adalah bagian dari kita. Kita tidak mungkin melihat sebuah bagian dari diri kita lalu menolaknya, membiarkannya begitu saja atau mencoba untuk membuangnya kan? Tidak….. ketika kamu bertemu dengan bagian dari dirimu, ketika kamu mengetahui ada bagian dari dirimu yang memerlukan perhatian, kamu memberikan cinta pada bagian tersebut. Berikan lebih banyak perhatian, berikan lebih banyak cinta…

Inilah yang akan kita lakukan hari ini. Ketika kamu merasa marah dan sedih karena ada yang tidak berjalan sesuai keinginanmu, apa yang kamu lakukan? Bagaimana kamu menangani orang yang kamu pikir telah menyakitimu? Berikut adalah 5 langkah mudah namun sangat besar manfaatnya untuk membantumu berhadapan dengan ketidaksempurnaan, untuk memaafkan orang lain dan dirimu sendiri karena kamu anggap telah mengacaukan segalanya.

 

1. Bayangkan kamu sedang berhadapan dengan orang yang paling membuatmu marah.

Sebelum mulai, duduklah dalam keadaan hening. Jika kamu bisa bermeditasi, akan lebih baik. Setelah berada dalam keadaan nyaman dan damai, kita dapat segera mulai. Bayangkan bahwa kamu sekarang berhadapan dengan seseorang yang paling mengganggu hidupmu. Seringkali, karena merasa terganggu, kamu melontarkan serangan kepada orang tersebut. Kamu mengatakan hal-hal yang menyakitkan, atau bahkan berharap ia mati. Orang itu bisa saja pasanganmu, anakmu, ayah atau Ibu, atasan, rekan kerja, dan tentu saja, dirimu sendiri. Tatap matanya. Mulailah rasakan apa perasaanmu terhadapnya.

 

2. Katakan, “Sayang, aku memaafkanmu.”

Di sini, kamu tidak meminta maaf atas kesalahanmu kepada orang tersebut. Diam-diam, sebenarnya mungkin kita telah melakukannya, namun hanya sedikit perbaikan yang terjadi pada diri kita. Kita terus-menerus mengulang reaksi marah ketika berhubungan dengannya. Namun hari ini, kita akan mengubah hal tersebut. Inilah yang saya ingin kamu lakukan. Pikirkan bagaimana orang tersebut telah membuatmu merasa menderita, dan pahami, bahwa sesungguhnya ia tidak ingin hal tersebut terjadi. Ia sama sepertimu; ia lemah, terluka dan merasa tak berdaya. Perhatikan ia dekat- dekat, dan katakan padanya, “Aku memaafkanmu karena kamu tidak menjadi orang yang sesuai dengan harapkanku.” Katakan hal ini berulang kali sesuai dengan yang kamu butuhkan, sampai kamu merasa telah menyampaikan semua yang ingin kamu sampaikan.

 

wpid-1441004416030.jpg

 

3. Bayangkan ia berkata, “Sayang, aku pun memaafkanmu.”

Setelah mengatakan apapun yang ingin kamu katakan kepadanya, bayangkan ia tersenyum balik kepadamu dan menjawab, “Tidak apa-apa, aku terima permintaan maafmu. Aku memaafkanmu juga. Kamu kini bebas. Kita kini bebas.” Coba jalankan, kamu akan merasa suatu beban berat telah terangkat darimu. Rasanya sangatlah nyaman, sampai-sampai kamu tidak akan tahan untuk tidak tersenyum. Kamu akan merasa lega.

 

4. Ucapkan terima kasih. Berikan pelukan.

Selain cinta tentu saja, maaf adalah hadiah terbesar yang dapat kamu berikan untuk dirimu sendiri. Ketika kamu memaafkan orang lain, sebagian dari dirimu juga dimaafkan dan disembuhkan. Ucapkanlah terima kasih dengan sepenuh hati kepada orang yang telah memberikanmu pelajaran dalam masa kehidupan ini dan berikan ia pelukan terlama dan terhangat (bahkan ciuman!) – rasakanlah di dalam tubuhmu! Rasakan semua emosi seperti sedang benar-benar terjadi padamu saat ini.

 

5. Bayangkan cinta ada di sekelilingmu.

Kini karena kamu telah memaafkan orang tersebut untuk semua ketidaksempurnaannya, kamu bebas dari kebiasaan dan keharusan untuk merasa terganggu kapanpun ia melakukan hal-hal yang tidak sesuai harapanmu. Kamu hanya perlu memahami, memaafkan dan melepaskannya. Tidak ada yang dapat mengganggu atau mengusikmu lagi. Terlebih lagi, karena kamu telah kehilangan niat untuk mengkritik atau marah kepadanya, kamu akan ingin memberikan lebih banyak cinta padanya. Karena sama seperti kamu; ia juga bingung dan tak berdaya, ia juga memiliki perjuangan dan harapannya sendiri. Bayangkan bahwa kini kamu memancarkan energi cinta kasih berwarna merah jambu kepada dirimu seluruhnya dan orang di depanmu. Bayangkan betapa indahnya hubunganmu dengannya setelah ini. Ciptakan adegan-adegan dan mainkan di dalam pikiranmu, nikmatilah!

Ulangi jika diperlukan. Kamu juga dapat menggunakan orang lain lagi sebagai subyek perhatianmu, sebanyak apapun.

 

 

Sekarang, saya harus memberitahukan bahwa lima langkah di atas ini bukanlah ciptaan saya. Kebijaksanaan dalam dirilah (inner wisdom) yang mengajarkan latihan ini kepada saya dan saya hanya mengikutinya. Tidak bermaksud melebih-lebihkan, namun hasilnya sangat luar biasa bagi saya. Saya berbagi di sini agar kamu pun dapat merasakan keajaiban dan hadiah dari pemberian maaf. Cobalah sendiri dan bagikan pengalamanmu di sini.

 

Dan untuk merayakan keluhuran supermoon yang baru saja lewat serta memasuki bulan September, saya ingin menghadiahkan kepadamu

 

** FREE ONE-CARD READING **

 

GRATIS PEMBACAAN TAROT (satu kartu) — untuk membantu menyampaikan kepadamu energi atau pesan yang dibawakan oleh bulan September ini ke dalam hidupmu. Yang harus kamu lakukan sangatlah sederhana. Cukup berikan komentar terbaik mengenai pengalamanmu dalam melakukan latihan memberi maaf seperti di atas; pembacaan kartu akan diberikan tepat di bawah komentarmu. Saya hanya akan membaca dan membalas komentar yang diberikan di halaman ini. Penawaran ini hanya berlaku bagi para pelanggan newsletter. Jadi, jika kamu belum berlangganan, cukup masukkan nama + alamat email + pilihan bahasa dan klik tombol ‘Subscribe’ di bawah ini. Saya melakukan hal ini untuk menghormati semua subscriber tersayang yang telah berada di sini bersama saya dan mencintai saya selama ini. Terima kasih teman-teman!

 

Sekali lagi, terima kasih banyak sudah membaca tulisan ini. Kalau kamu tahu bahwa artikel ini berguna, silahkan berbagi dengan semua temanmu. Mereka mungkin membutuhkannya juga. Saya harap kamu dapat merasakan sebuah pengalaman yang mengubah hidup saat menjalankan lima langkah di atas. Sampai jumpa!

 

 

 

Love and light,

Amelia Devina

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter