witnessday

Valentine’s Day: Momen yang Tepat untuk Menyayangi Diri Sendiri

 

Bertepatan dengan Valentine’s Day, kali ini artikel witnessday saya dedikasikan untuk setiap diri kita yang selama ini sulit untuk mencintai diri sendiri, selalu merasa ada yang kurang dalam dirinya dan juga bagi setiap kita yang seringkali keras terhadap diri sendiri.

Mengapa di saat semua orang berbondong-bondong menunjukkan rasa cintanya kepada pasangan, namun kita malah diajak untuk menyayangi diri kita sendiri?

Kita semua mungkin sudah sering mendengar hal ini, “Sebelum mencintai orang lain, cintai dulu dirimu sendiri”. Dan petuah tersebut menyimpan kebenaran di dalamnya. Karena, bagaimana bisa kita mencintai orang lain tanpa mencintai diri kita sendiri? Yang ada, nantinya kita hanya akan menuntut cinta dan perhatian dari orang lain atau pasangan kita karena kita tidak tahu cara untuk mencintai dan menyayangi diri kita sendiri. Kita menjadi pamrih, dan semakin jauh dengan unconditional love yang selama ini ingin kita praktekkan bersama.

Nah, sekarang bagaimana caranya agar kita bisa mencintai dan menyayangi diri sendiri? Berikut ada 7 langkah yang bisa kita lakukan bersama:

1. Menerima Kekurangan (dan Kelebihan) Diri Sendiri

Seringkali kita menyadari kekurangan pada diri kita, namun tidak menyadari berbagai (atau bahkan begitu banyaknya) kelebihan yang terdapat pada diri kita. Lebih dari pada itu, tak jarang kita merasa sulit untuk menerima diri kita. Kita menjudge betapa payahnya, tidak bergunanya atau bahkan mengecewakannya diri kita.

Padahal, cinta bisa tumbuh dari penerimaan. Dengan menerima diri kita sebagaimana adanya, maka kita bisa belajar mencintai diri sendiri secara perlahan. Setiap kali muncul kalimat-kalimat yang menjudge diri kita sendiri, coba ucapkan mantra, “Inilah saya, dan semuanya baik. Saya menerima dan menghargai diri saya apa adanya”.

2. Merasa Cukup

Tak jarang kita merasa ada yang kurang dari diri kita. Kurang mancung, kurang putih, kurang pintar, kurang beruntung dan kurang berbagai hal lainnya. Secara tidak kita sadari, rasa kekurangan tersebut membuat kita sulit merasa bahagia.

Padahal, apa yang kita miliki dan kita dapatkan saat ini sudah lah cukup. Tidak ada yang kekurangan, tidak ada yang kelebihan. Semuanya disediakan secara pas, sesuai dengan kebutuhan kita atau bahkan peran kita dalam hidup ini. Dengan mengerti hal ini, kita bisa menjadi lebih mengapresiasi apa yang kita miliki dan hidup lebih berbahagia.

3. Mengurangi Perbandingan dan Judgment Terhadap Diri Sendiri

Secara tidak sengaja (atau bahkan secara kita sadari), kita seringkali membandingkan diri kita dengan orang lain. “Ah saya mah tidak ada apa-apanya dibandingkan dia”, “Dia lebih OK daripada saya”, dan berbagai perbandingan lainnya, baik yang diucapkan maupun yang diucapkan dalam hati. Coba deh hitung seberapa sering kita melakukan hal tersebut?

Nyatanya, setiap orang itu unik! Tidak ada hal yang bisa dibandingkan secara setara dan adil. Ketika kamu membandingkan terus kecantikan antara dirimu dan orang lain, maka jangan heran jika kamu merasa terus menderita. Kembali lagi pada poin no.2, dengan merasa cukup, maka secara perlahan, kebiasaan membandingkan dan memberikan judgement kepada diri sendiri pun akan berkurang.

4. Hargai Diri Sendiri degan Memberikan Batasan

Pernahkah kamu diberikan berbagai beban dan juga tekanan yang berlebihan sehingga mengganggu ketenangan dan kebahagiaan diri sendiri? Jika ya, dari siapa dan seperti apa bentuknya?

Telusuri setiap jawaban yang muncul dari pertanyaan di atas karena hal tersebut sangatlah penting agar dapat dijadikan batasan. Hal berat apa saja yang bisa memberikan kemajuan positif pada diri, dan tekanan seperti apa yang bukannya memberikan kemajuan tetapi malah melukai dan merugikan diri sendiri. Dengan mengenali batasan ini, kamu bisa menggunakannya sebagai bentuk perlindungan agar diri ini selalu dalam keadaan tenang dan damai.

5. Mengapresiasi Diri Sendiri

Berapa banyak di antara kita yang memberikan hadiah ataupun apresiasi kepada diri sendiri ketika melakukan suatu hal yang baik atau mencapai suatu target?

Cobalah untuk memberikan hadiah kecil secara rutin kepada diri sendiri setiap kali berhasil mencapai sesuatu. Dengan begitu, kita akan dapat menghargai dan menyayangi diri kita lebih dalam lagi.

6. Percaya dengan Diri Sendiri

Pernah merasa minder? Tidak yakin akan kemampuan diri ketika akan mencoba melakukan hal yang belum pernah dicoba sebelumnya? Saya juga pernah merasakannya.

Namun, jangan larut terlalu lama dengan perasaan tersebut. Keraguan terhadap diri sendiri yang muncul merupakan perasaan yang lumrah, namun jika terus menerus ada, kita bisa menjadi minder dan menghambat perkembangan diri kita sendiri.

Biasanya percaya diri itu sendiri bisa tumbuh karena kita sudah mulai menguasai dan sering melakukan hal tersebut. Misalnya public speaking, atau pun menyetir mobil, awalnya pasti ada rasa ragu dan kurang percaya diri. Namun, lama kelamaan kita pasti jadi semakin terbiasa sehingga kita bisa melakukannya dengan penuh percaya diri.

7. Berkomunikasi dengan Baik dan Halus dengan Diri Sendiri

Saya dulu sering sekali mengomeli diri saya sendiri ketika melakukan kesalahan. “Duh kok saya bisa-bisanya melakukan hal bodoh tersebut!”, “Kenapa saya bisa melakukan kesalahan ini lagi sih?” dan berbagai ucapan yang kasar kepada diri sendiri.

Hal seperti ini merupakan bagian dari judgement yang diberikan secara diri sendiri yang disampaikan secara kasar. Bayangkan, anak kecil yang dididik dengan bentakan dan omelan saja akan sulit tumbuh dan berkembang menajdi lebih baik. Bagaimana jika kita terus melakukan hal tersebut kepada diri kita? Apakah kita bisa berkembang? Cobalah untuk menjadi lebih sabar dan lebih baik kepada diri sendiri. Dengan begitu, kita akan merasa lebih santai dan lebih fokus untuk melakukan hal yang lebih baik lagi pada kesempatan berikutnya.

 

Tekanan yang kita rasakan setiap harinya, baik dari keluaga, pasangan, teman, atasan dan orang-orang di sekitar kita seringkali membuat kita down, merasa bahwa diri ini tidak cukup berharga dan tidak layak untuk dicintai. Sedangkan di saat yang bersamaan, kita seringkali terlalu fokus mencintai orang lain; memenuhi keinginannya, memberikan yang terbaik untuknya, namun kita lupa untuk mencintai diri sendiri sehingga malah melukai diri sendiri.

Hal tersebut sudah seperti sebuah siklus yang sulit diputuskan. Namun, dengan perlahan-lahan mencoba untuk belajar mencintai diri sendiri, niscaya kita bisa menjadi semakin berbahagia dan bisa mencintai dengan sepenuh hati.

Selamat hari kasih sayang. Semoga kita semua bukan hanya mampu utnuk mencintai orang lain, namun juga diri sendiri.

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter