witnessday

Tantra dalam Buddhisme

 

Jika bicara tentang Tantra, mungkin kita familiar dengan beberapa hal seputarnya, seperti tantra yoga, tantric sex, tantrayana dan lain-lain. Apa sih Tantra itu? Mengapa Tantra bisa ada di mana-mana? Apa saja yang diajarkan dalam Tantra?

“Tantra” sendiri berasal dari bahasa Sanskrit; “tan” yang berarti “meluas”, “menyebar”, atau “memanjang”, dan “tra” yang berarti “alat”. Sehingga Tantra berarti alat untuk memperluas tingkat kesadaran, dengan Self-realization sebagai tujuan utamanya. Tantra juga bisa berarti menenun, yang berhubungan dengan fakta bahwa Tantra mengajarkan bahwa semesta bagaikan jaring laba-laba yang saling berhubungan.

Meski Tantra memiliki banyak arti, setiap artinya memiliki nuansanya sendiri bergantung pada konteksnya. Namun dalam setiap maknanya, Tantra bisa disimpulkan dalam 1 kalimat, “Nothing exists that isn’t divine” dan hal ini mirip dengan ajaran Buddhisme yang menyebutkan bahwa semua makhluk memiliki sifat Boddhisatva atau cikal bakal calon Buddha. Maka dari itu, saya tertarik untuk membahas Tantra dalam Buddhisme terlebih dahulu.

Secara garis besar, Buddhisme sendiri terbagi ke dalam 3 fase. Fase pertama adalah Theravada, kedua adalah Mahayana dan yang terakhir adalah Tantrayana. Fase Theravada dan Mahayana terjadi pada 100 tahun setelah Sidharta Gautama meninggal dunia. Namun, Tantrayana dimulai dari tahun 500 masehi hingga 1,000 masehi.

Jika ditanya apa itu Tantrayana, secara simple bisa dijelaskan sebagai masuknya Tantraisme ke dalam Buddhisme. Secara umum, Tantrayana dapat dikatakan bagian dari Mahayana karena ada beberapa inti filsafat Mahayana yang diterangkan secara esoteric dan penuh simbol seperti: Sunyata (kehampaan yang melambangkan kesatuan), Bodhicitta (kondisi mental seperti Buddha), Tathata (sifat alamiah kenyataan) dan Vijnana (kesadaran). Dan secara konsep, Tantrayana memegang esensi dari ajaran Buddhisme; meyakini keterkaitan dari segala hal , ilusi alamiah dari dualitas, dan kebenaran dari hukum karma.

Namun Tantra sendiri sangatlah kompleks. Bisa dibilang, Tantra menawarkan rute berbeda menuju pencerahan yang membutuhkan konsentrasi yang intens dan melalui ritual khusus, sehingga dalam. konteks Tantrayana, kita diharapkan bisa mencapai pencerahan dalam waktu yang lebih cepat.

Hal inilah yang membedakan Tantrayana dan Mahayana; Dalam Mahayana, dijelaskan bagaimana mencapai penerahan yang akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding Tantrayana. Tantrayana meyakini ajarannya bisa mengeliminasi miskonsepsi dan delusi, sehingga bisa mencapai realitas terdalam dan kesatuan.

Dalam teks Tantrayana, ada berbagai mantra dalam ritualnya. Selain itu, juga ada ritual meditasi yang berfokus pada visualisasi yang bertujuan untuk mencapai tahap penyelesaian, yaitu menuju kehampaan. Biasanya Tantrayana diajarkan oleh seorang guru pada siswanya setelah melalui upacara-upacara ritual dan berbagai bentuk ujian. Memang terdengar agak tertutup karena ada banyak ajaran Tantra yang ada di alam rahasia yang hanya bisa diajarkan dari guru hidup ke muridnya, atau dari guru yang ada di alam rahasia.

Bahkan, sedari dulu ada beberapa orang yang sudah menekuni Tantrayana dan menyembunyikan identitasnya; terkadang muncul, lalu hilang ke langit tanpa diketahui orang lain. Mereka dilatih secara tersembunyi dan rahasia, berhasil secara tersembunyi dan rahasia, dan juga keluar masuk secara tersembunyi dan rahasia. Mereka bisa terbebaskan secara tersembunyi dan rahasia, bahkan bisa melebur dalam cahaya pelangi.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu tertarik untuk mempelajari Tantra lebih lanjut? Yuk ceritakan pendapatmu di kolom komentar!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter