witnessday

Tanda-Tanda Kamu Bekerja di Tempat Yang Salah

witnessday

 

Apa kamu punya masalah dengen pekerjaanmu? Apa kamu merasa tidak bekerja sesuai passion-mu? Apa kamu berharap punya pekerjaan lain yang bisa menopang hidupmu? Kalau ya, itu mungkin karena kamu bekerja di tempat yang belum pas. Memang sih hidup itu selalu ada tantangannya, tapi kalau kamu terus menerus terlibat dalam tantangan hidup yang sama, mungkin artinya kamu tidak bahagia dengan apa yang kamu lakukan sekarang.

 

Apakah kamu berharap waktu berjalan lebih cepat setiap saat kamu sedang bekerja? Tentunya kebanyakan orang berpikir kantor bukanlah tempat terindah di bumi, itu normal kok. Tapi yang kamu rasakan ini lebih dari itu, mendengar kata ‘kerja’ saja sudah membuatmu tidak tahan, apalagi kalau harus berpikir tentang pekerjaanmu. Ini membunuh batinmu dan kamu tahu itu.

 

Nggak baik untuk kamu apabila kamu tetap meneruskan pekerjaanmu, tapi sangat dimaklumi juga kalau kamu memiliki banyak alasan dan pertimbangan. Kamu mungkin sudah menerima tanda yang meminta kamu untuk merenung kembali dan berhenti, tapi bisa jadi kamu tidak yakin atau tidak mau untuk mengenali tanda-tandanya yang berada tepat di matamu. Saat ini saya mengajak kamu untuk bisa melihatnya, mendengarnya, dan merasakannya.

 

Saya sering mendapatkan klien dengan jenis tantangan hidup seperti ini, dan mereka tidak bisa hidup bahagia dan tenang apabila mereka tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Dan ya, saya tahu pasti menyebalkan untuk mengalami hal seperti itu. Ini adalah beberapa tanda yang bisa saya berikan berdasarkan pengalaman pribadi dan pengalaman banyak orang lain yang saya cermati. Jujur kepada dirimu sendiri ketika kamu membaca ini.

 

1. Kamu mulai mengkhawatirkan Senin padahal hari Minggu belum selesai
Kamu bahkan tidak bisa menikmati akhir pekanmu, kamu terus memikirkan tempat kerjamu (atau kamu menyebutnya sebagai neraka dalam pikiranmu), kamu terus memikirkan pekerjaan-pekerjaan yang menunggumu. Hari Minggu tapi rasanya seperti hari Senin.

 

2. Kapanpun kamu mendengar kata “kerja”, jantungmu berhenti berdetak
Mungkin saya berlebihan, tapi beberapa orang memberitahu saya bahwa dengan hanya mendengar kata “kerja”, jantung mereka berhenti berdetak, dan bukan berhenti berdetak seperti jatuh cinta. Kamu tidak mau mendengarnya, titik.

 

3. Hanya memikirkan tentang bekerja membuatmu ingin muntah
Yang satu ini mungkin sangat tidak nyaman dan ini membuatmu menjadi orang yang menyedihkan. Bahkan kalau kamu tidak benar-benar muntah, kamu merasakan rasa mual ketika kamu berpikiran tentang pergi bekerja.

 

4. Bahkan gaji yang besar tidak menolong
Orang-orang berpikir selama gajinya besar, tagihan terbayarkan, dan setelahnya masih memiliki sisa gaji yang banyak, walaupun pekerjaannya menyebalkan, mereka akan melakukannya. Tapi sebenarnya mereka yang mengatakan itu belum pernah saja stuck di pekerjaan yang salah. Gaji besar menolong? Tidak juga! Untuk yang berada di situasi seperti ini, mereka biasanya sudah muak dan tidak peduli dengan gaji lagi.

 

5. Rekan kerja pun tidak dapat menolong
Terkadang ketika kamu tidak tahan dengan pekerjaanmu tapi kalau kamu memiliki rekan kerja yang baik, kamu akan merasa baik-baik saja. Tapi bagaimana kalau ternyata dengan adanya rekan kerja yang baik pun kamu tetap muak pada pekerjaanmu? Kamu hampir tidak punya alasan lagi untuk bertahan.

 

6. Kamu terus berharap waktu berjalan lebih cepat setiap hari
Kamu terus berharap untuk waktu pulang tiba. Kamu bahkan lebih memilih berada di kemacetan dibanding berada di kantor. Dan wow, ITU ADALAH TANDA YANG BESAR! Semua orang tidak suka macet dan ketika kamu memilih untuk berada di tengah-tengah kemacetan dibanding mengerjakan pekerjaanmu? Ini sangat tidak benar.

 

7. Kamu mengulang kejadian yang terjadi di kantor dalam perjalanan pulang
Kalau kamu berpikir ini maksudnya mengevaluasi pekerjaanmu, bukan, ini bukan seperti itu. Ini sebenarnya ketika kamu mengulang semua kejadian buruk di kantor dan kamu bahkan tidak bisa menyingkirkan pikiran itu ketika kamu sedang dalam perjalanan pulang dan di rumah. Ini membuat kamu menjadi sangat rungsing.

 

8. Kamu terus mengkhawatirkan apakah kamu akan membuat kesalahan atau tidak
Bagus kok untuk menjadi hati-hati, tapi kalau semua hal yang kamu lakukan  selalu dikritik, kacau banget dong! Kamu tidak bisa melakukan yang kamu pikir benar dan kamu tidak berani untuk menjadi kreatif. Kamu akan berusaha keras untuk berhati-hati sampai kamu tidak bisa melakukan apapun dengan benar, karena kamu terus mengkhawatirkan berbuat salah. Kamu terlalu takut untuk mengambil langkah selanjutnya.

 

9. Kamu selalu berada di ujung air mata hampir setiap hari
Kamu tetap bertahan di sana tapi air matamu selalu berada di ujung mata hampir setiap hari. Bisa-bisa kamu mendapat tagihan besar dari dokter kalau kamu tetap membiarkan ini terjadi. Kamu selalu merasakan sakit kepala setiap hari dan ini bukan sakit kepala yang biasa. Kamu sebaiknya berpikir lagi, apakah ini seimbang dengan pengorbanan yang kamu lakukan?

 

IMG_5100

 

Apakah kamu mengalami tanda-tanda di atas? Tanyakan dirimu, kenapa kamu tetap mau melakukannya? Apakah itu lebih penting daripada kesehatanmu? Karena ini sangat tidak baik untuk kesehatan, fisik dan mental. Ini hanya akan membuatmu semakin tidak bahagia. Sayangi dan berbaik hatilah pada dirimu. Kalau kamu tidak bisa melakukannya, siapa lagi yang akan melakukannya untukmu?

 

Dan kalau kamu sedang berada di situasi seperti ini dan kamu butuh bantuan atau dukungan, kamu dapat menghubungi saya di sini.

 

Terima kasih telah membaca. Silakan bagikan artikel ini kepada orang-orang tersayangmu yang membutuhkan. Jangan biarkan mereka terjebak stres dalam pekerjaan mereka. Mereka, dan terutama kamu, berhak dan layak untuk bahagia dan bekerja sesuai panggilan hatimu. Sampai jumpa!

 

Love and light,

sign

 

 

 

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter