witnessday

Tahun Baru, Kesadaran Baru

Setiap kali memasuki tahun baru, kita akan dipenuhi oleh resolusi-resolusi yang kita susun sendiri. Kita dengan sangat bersemangat menjalankan rencana demi rencana untuk mencapai apa yang kita inginkan. Berusaha lebih keras, lebih serius, dan lebih-lebih lainnya untuk bisa mencapai apa yang diinginkan. Namun pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kamu melakukan yang sebaliknya. Let’s slow down a bit.

Saya paham, tahun 2020 memaksa kita berada pada posisi yang sulit. Semua terjadi begitu cepat, perubahan tak bisa dipungkiri dan semuanya menuntut agar kita bisa beradaptasi sesegera mungkin. Bahkan kita dipaksa untuk kembali menyesuaikan goal yang sudah kita siapkan. Semuanya terasa begitu melelahkan karena terjadi konflik dalam diri kita. Sulit untuk pasrah di tengah keadaan yang tidak terbaca polanya.

Saya ingin mengajak kamu untuk kembali mempraktekkan apa yang sudah kita dapatkan di tahun 2020, yaitu menjalankan berbagai hal dengan perlahan dan penuh pertimbangan. Di kala keterbatasan yang sedang kita hadapi, kita lebih berhati-hati atas semua keputusan kita. Namun seringkali hiruk pikuk, keceriaan, semangat yang berapi-api membutakan kita.

Menjadi mindful hanya perlu dimulai dari hal-hal terkecil seperti memulai dan menutup hari dengan meditasi ataupun refleksi diri masing-masing selama beberapa menit saja. Selain itu, praktek mindfulness juga bisa diterapkan pada saat makan; mindful eating. Mungkin kamu tidak perlu sampai pada tahap menjadi mindful dalam memilih makanan, namun setidaknya mulailah mempraktekkan mindfulness ketika sedang makan. Taruh handphone, nikmati makanannya mulai dari saat masuk ke mulut hingga saat kamu menelannya. Hal-hal kecil seperti itulah yang bisa membantumu untuk lebih mindful dan membantumu untuk lebih membumi.

“Memangnya kalau tidak membumi kenapa, Mel?”

Ketika kamu gak membumi, kamu akan lebih mudah terbawa arus. Ketika semua orang bersemangat, kamu juga akan ikut bersemangat. Saking bersemangatnya, hal ini bisa membuat kamu menjadi burnout lebih cepat di mana kamu sendiri juga yang akan merasakan kerugiannya.

Di sela-sela kegiatan, coba deh tanyakan ke diri sendiri, “Apa sih sebenarnya tujuan dari semua ini? Apakah sudah selaras dengan tujuan hidup kita? Is it worth it?”. Jangan sampai kita terlalu nge-gas hingga lupa tujuan akhirnya. Misalnya: tujuannya mau hidup bahagia bersama anak dan pasangan, tapi akhirnya malah terjebak di siklus kerja tak berkesudahan, jadi seperti robot.

Seringkali kita terlalu fokus sama destinasi, sampai lupa untuk enjoy perjalanannya. Padahal tiap momen itu berharga. Dan jangan sampai karena kamu terlalu bersemangat, kamu malah jadi mengabaikan yang paling penting; yaitu menikmati proses dan merasakan langsung perkembangan dirimu.

Bahkan kadang yang saat ini kita anggap destinasi super penting dalam hidup kita, bisa saja berubah seiring waktu. Sama seperti perubahan cita-cita kita dari kecil hingga saat ini. Itu semua terjadi karena kita bertumbuh. Jadi, ga usah ngotot untuk manifest goal yang kita anggap “benar” atau “seharusnya”. Jalan saja menuju goal yang kamu anggap benar, namun tetaplah terbuka dengan berbagai hal yang terjadi di setiap prosesnya.

There’s no such thing as perfection. Just enjoy the ride and be content with where you are. Selamat tahun baru, selamat mengeksplorasi kemungkinan dan harapan baru.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter