witnessday

Sharing is caring

witnessday

 

Berbagi adalah hal paling alami yang bisa dilakukan manusia. Secara naluriah kita semua ingin memberi dan menerima. Berbagi tidak membuat kamu berkurangan, ia malah membuat kamu merasa bersyukur dan berkelimpahan. Seperti cinta atau nyala lilin, semakin dibagi, malah semakin terang. Apapun yang kita beri ke orang lain sebenarnya kita beri kepada diri kita sendiri.

 

Berbagi juga menciptakan karma baik; kata orang bijak, dengan karma baik ini, keberuntungan barangkali memang belum muncul, tapi marabahaya bisa terhindarkan.

 

Ada beragam cara untuk berbagi. Nggak selalu harus dengan uang kok. Kita bisa memberi dari hal-hal kecil dalam hidup. Dengan memberi, kita bisa belajar untuk menjadi versi yang lebih baik dari diri kita. Di bawah ini ada beragam cara untuk berbagi. Mari lakukan dari yang paling sederhana.

 

1. Senyuman

Sekali lagi, berbagi tidak melulu harus materi kok. Dengan tersenyum kita bisa berbagi kebahagian dengan orang lain, mereka yang mungkin sedang membutuhkan sebuah senyuman saat ini. Terkadang saat sedang sedih, seseorang hanya memerlukan sebuah senyuman untuk merasa lebih baik. Belum tentu bisa menyelesaikan masalah, tapi paling tidak kita bisa menghibur mereka.

 

2. Waktu berkualitas dan perhatian

Luangkan waktu bersama orang-orang tersayang. Waktu berkualitas di sini maksudnya memberikan seseorang perhatian yang tak terbagi. Bisa berupa jalan-jalan menghirup udara segar atau keluar makan sambil ngobrol. Waktu adalah komoditi yang sangat berharga. Kita semua mempunyai berbagai hal penting yang harus diurus, tapi ketika kita sedang bersama orang tersebut, benar-benarlah curahkan perhatian kepadanya.

 

3. Keluarga sebagai prioritas

Kita bisa membantu orang lain, tapi lihatlah juga sekeliling kita. Apakah ada anggota keluarga atau saudara yang sedang membutuhkan? Boleh saja kita sibuk memberi bantuan kepada orang yang tidak kita kenal, tapi pedulilah juga saat ada kerabat dekat yang butuh bantuan kita.

 

4. Berbagi pada mereka yang tidak kita kenal

Membantu orang terdekat memang sangat bagus, tapi akan sangat bagus juga untuk memperluas cinta kasih kita dengan berbagi kepada orang-orang yang bahkan tidak kita kenal sama sekali. Saat kita memperlakukan mereka selayaknya kita memperlakukan keluarga kita sendiri, kita melatih perasaan welas asih dan kita dapat belajar banyak dari pengalaman ini. Kita bisa menyisihkan makanan, uang, pakaian, buku, termasuk juga perhatian dan kasih sayang.

 

5. Barang atau hadiah

Pemberian berupa barang atau hadiah adalah bentuk dari ekspresi cinta. Mulailah mencari barang di lemari yang masih layak guna dan pakai. Sisihkan baju yang sudah tidak kita butuhkan lagi. Mungkin dulu kita pernah menyukai dan membutuhkan barang-barang ini, tapi ketika mereka tidak lagi mendapat tempat di hati kita, ketahuilah bahwa barangkali banyak orang di luar sana yang membutuhkannya dan kita bisa mendonasikannya. Dan kalau kita memang ingin membeli sesuatu untuk hadiah, lakukan saja kapanpun kita mau. Memberi hadiah tidak selalu harus menunggu ulang tahun, anniversary, atau perayaan tertentu. Dengan memberikan hal yang sederhana sekalipun, orang-orang akan tahu bahwa kita memikirkan dan memperhatikan mereka.

 

6. Kata-kata penyemangat

Salah satu cara untuk mengekspresikan emosi cinta adalah dengan menggunakan kata-kata yang membangun. Pujian verbal atau kata-kata apresiasi adalah bentuk komunikasi yang kuat untuk memperat perasaan cinta. Kata-kata semacam ini paling baik diekspresikan dengan sederhana, pernyataan tegas yang langsung. Siapapun senang mendapatkan pujian sesekali dan siapapun akan senang ketika didukung dan merasa dicintai. Kata-kata penyemangat ini juga termasuk nasehat ketika seseorang butuh saran dari kita.

 

7. Telinga untuk mendengar

Di jaman ketika semua orang sibuk mau berbicara dan mengeluarkan pendapat, sepasang telinga yang dengan tulus mendengar menjadi sesuatu yang istimewa. Seringkali orang yang curhat kepada kita bukan ingin mendengar saran atau bahkan judgement (penghakiman) dari kita. Mereka hanya ingin didengar saja. Maka, dengarlah dengan mendalam, dengan penuh welas asih. Banyak orang yang merasa begitu lega dan tersembuhkan hanya karena ungkapan hati mereka telah berhasil diutarakan dan didengar.

 

8. Sentuhan fisik

Sebuah tepukan di bahu kepada teman yang sedang butuh semangat, sebuah genggaman tangan bagi orang yang sedang kesepian, dan sebuah belaian lembut di kepala bagi pasangan yang kita sayang dapat menjadi sesuatu yang istimewa apabila kita melakukannya dengan ketulusan hati. Keakraban fisik tidak hanya penting bagi pasangan hidup, tapi juga antara sesama teman, anak dan orangtua, bahkan juga antara guru dan murid.

 

9. Uang

Banyaknya uang yang kamu berikan tidak selalu berarti. Yang paling berarti adalah betapa tulusnya kamu. Banyak orang dengan mudah memberi tanpa tahu apakah yang menerima sebenarnya membutuhkannya atau tidak. Karenanya, cari tahu dulu apa yang seseorang butuhkan sebelum kita buru-buru memberi.

 

Berbagi tidak membuat kamu berkurangan, ia malah membuat kamu merasa bersyukur dan berkelimpahan. Seperti cinta atau nyala lilin, semakin dibagi, malah semakin terang.

Dan daftar ini masih bisa dibuat sangaattt panjanggggg… Tapi zaman sekarang memberi bagaikan sebuah tren di kalangan masyarakat. Dan beberapa dari kita mungkin merasa malu dan terintimidasi untuk memberi; memberi untuk mengharapkan bantuan; memberi untuk mendapatkan pujian dan nama baik; ini adalah contoh motif yang tidak murni. Ketika berbagi kepada orang lain, berbagilah tanpa mengharapkan imbalan. Kita memberi tanpa melekatkan diri pada hadiahnya atau penerimanya. Dengan begini, kita berlatih untuk melepaskan keserakahan.

 

Memberi dengan motif yang murni disebut dana paramita, yang artinya kesempurnaan memberi. Para Biarawan Buddhis mengatakan,

 

“Praktek memberi dikenal secara universal sebagai satu dari kebajikan manusia yang paling dasar, sebuah kualitas yang dapat membuktikan kedalaman nilai kemanusiaan seseorang dan kapasitas seseorang untuk meningkatkan kualitas diri. Ajaran Buddha juga mengatakan bahwa praktek memberi bisa dijadikan sebuah fondasi dan bibit dari pengembangan spiritual.”

 

Dengan mempraktekkan ini kita bisa menjadi agen perubahan dan kabar baik bagi orang-orang di sekitar kita, tentang bagaimana kita dapat memberi dan betapa berbahagianya kemampuan bisa saling berbagi itu.

 

Jadi, yang mana dari sembilan cara ini yang sering kamu praktekkan? Dan yang mana yang jarang kamu lakukan? Apa resolusi dan komitmenmu setelah ini? Adakah cara lain yang sering kamu praktekkan? Kamu bisa berbagi kepada kita semua di kolom komentar di bawah.

 

Ingat, memberi tidak membuat kita berkurangan, justru malah membuat kita merasa berkelimpahan. Paling tidak, hatimu akan penuh dengan cinta dan kebahagiaan karena telah melakukan hal yang menyenangkan untuk dirimu sendiri dan untuk orang lain. Kebahagiaan hidup didapat ketika kita merasa bermanfaat bagi orang lain. Semoga kamu merasa berbahagia saat ini.

 

Silakan bagikan tulisan ini kepada sebanyak-banyaknya orang karena yaa.. sharing is caring! 🙂 Terima kasih karena sudah membaca dan sampai jumpa!

 

Love and light,

sign

 

 

 

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter