witnessday

Self Care Tidak Selalu Tentang Memanjakan Diri

Topik self care dan self love belakangan ini diminati banyak orang. Melalui artikel-artikel yang menjelaskan tentang self care, kita diajak untuk menyayangi, memaafkan, memaklumi, memanjakan, dan juga merawat diri kita. Karena kita selama ini sering keras, kasar, memaksa dan memberikan berbagai tuntutan kepada diri sendiri.

Namun ternyata ada banyak orang yang kurang memahami konsep self care itu sendiri. Seringkali mereka beranggapan self care itu hanya berbentuk memanjakan diri; jajan, ke salon, makan dan minum enak, jalan-jalan dan segala kegiatan lain yang bertujuan untuk memanjakan diri. Padahal ada banyak aspek lain yang juga perlu dilakukan.

Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai beberapa aspek dari self care yang seringkali diabaikan.

1. Kesadaran Diri (Self Awareness)

Kesadaran diri adalah kunci paling awal dalam proses self care karena jika kita tidak sadar, maka kita tidak bisa menjalani proses berikutnya. Pada momen ini, kita akan diajak untuk menyadari setiap perilaku, kebiasaan, pikiran, perasaan kita yang berlangsung setiap harinya supaya kita bisa mengamati setiap perubahan pada diri kita; Apa yang membuat kita melakukan ini, memikirkan hal itu atau merasakan ketidaknyamanan.

Tentu self-awareness ini sangat baik, namun kita tidak bisa berhenti sampai di sini. Jika kita sadar bahwa kita seringkali kehabisan uang karena kita boros, berarti ada yang kurang sehat dengan bagaimana kita mengelola uang. Tentu kita tidak akan berhenti sampai di sini bukan?

Akan jadi lebih baik jika kita melakukan self work atau inner work. Di mana kita bukan hanya sekedar mengenali perilaku kita, namun juga mencari akar masalahnya hingga kita bisa memperbaikinya. Ingat, meski kemunculan luka yang ada di dalam diri kita bukan salah kita, namun kita sendiri berkewajiban untuk mengobatinya.

2. Keberhargaan Diri (Self Worth)

Pada hakikatnya kita semua sudah berharga dari sananya. Kita share the same true nature; Baik kaya ataupun miskin, bekerja ataupun tidak, punya hutang ataupun tidak. Saya juga setuju dengan hal itu. Namun bagaimana kita bisa mempraktekan hal tersebut jika kita sendiri saja sulit untuk menghargai diri sendiri?

Ketika kita sering mengingkari janji kepada diri sendiri,misalnya.. Itu saja sudah menunjukan bahwa kita tidak menghargai diri kita sendiri secara tidak langsung. Misalnya, ketika kita berjanji kepada diri kita sendiri bahwa kita akan menyisihkan 20% gaji kita untuk ditabung tapi malah ludes habis tak bersisa setiap bulannya,  itu adalah bentuk dari tidak menghargai diri sendiri.

Jika kita tidak menjalin hubungan yang baik dengan diri kita sendiri, bagaimana bisa kita menyebut diri kita paham akan konsep keberhargaan diri.

3. Kepercayaan Diri (Self Esteem)

Kepercayaan diri memiliki hubungan yang cukup erat dengan pencapaian. Semakin banyak pencapaian kita, biasanya kita akan semakin percaya diri. Jadi, sulit untuk meminta seseorang agar bisa percaya diri begitu saja, langsung secara instan. Dibutuhkan motivasi, kerja keras dan juga konsistensi agar bisa mencapai goalnya 1 per 1.

Bisa digambarkan seperti ini, seorang pemain basket akan lebih percaya diri ketika ia sering menjadi pemenang dalam lomba basket. Seorang pebisnis akan lebih percaya diri jika ia sering melampaui milestone yang sudah ia tetapkan sebelumnya.

Saat membangun kepercayaan diri, pastikan kita bukan hanya memiliki semangatnya, namun miliki juga kegigihan dan konsistensinya untuk mencapai milestone atau goal kecil dalam hidup.

4. Penerimaan Diri (Self Acceptance)

Setiap manusia pasti memiliki gelap-terangnya masing-masing dan sebaiknya kita bisa menerima hal tersebut. Tentu akan lebih mudah untuk menerima sisi terang pada diri kita. Namun, apakah kita juga bisa melakukan hal yang sama pada hal yang kita anggap gelap, kotor, tabu dan hal-hal yang ingin kita buang jauh dari diri kita?

Menerima, bukan berarti mendiamkan begitu saja. Ketika kita sadar kalau kita boros, pengeluaran seringkali lebih besar daripada pendapatan dan kita menerima kenyataan tersebut tanpa mencoba memperbaikinya.. Maka itu hanyalah wujud dari pembiaran dan pemakluman sehingga nantinya akan membuat kita semkain terjerat dalam masalah finansial, dan itu tentu saja jauh dari kata self care, bukan?

Tujuan dari self care adalah supaya kita bisa semakin nyaman dan bahagia dalam menjalani kehidupan kita. Bagaimana kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita hanya berbahagia berada di balik usaha memanjakan diri kita sendiri?

Tanggal 8 Juli 2020 ini, saya bersama dengan Devy Chan membuka sesi pertama online class dengan program Roadmap to Financial. Pada sesi pertama tersebut, kami akan membawakan topik Resetting Money Belief. Sesi online class ini berbentuk workshop & coaching yang berlangsung selama 2 jam (20:00-22:00). Tentunya program ini akan cocok untuk kamu yang sedang menjalankan self care dan punya cita-cita bisa mencapai financial freedom suatu hari nanti. Yuk RSVP sekarang!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter