witnessday

Seberapa Jauh Batasan Kerja Keras?

Kerja, kerja, kerja. Siapa sih yang saat ini gak kerja keras? Di era yang serba sibuk, serba cepat dan juga serba instan ini, kita semua dituntut untuk bergerak lebih cepat, gesit, dan tanpa kesalahan. Belum lagi ditambah dengan “motivasi-motivasi” yang selalu mengatakan bahwa kerja keras adalah segalanya.

Kerja keras sih boleh, tapi di mana batas kewajaran “kerja keras” itu?

1. Ketika kamu terkekang di meja kerjamu

Apakah kamu merasa sulit untuk menikmati makan siang dengan damai? Tidak ada waktu untuk bercanda atau sekedar ngobrol santai dengan teman sekantor? Sulit untuk lepas dari laptop dan berpindah tempat meski hanya untuk mengambil air minum? Bagimu, tidak ada tujuan lain selain meja kerja begitu tiba di kantor.

2. Ketika kamu terlalu tegang

Stress yang tinggi di tempat kerja tentu akan membuat kita sulit untuk mengelola emosi. Apalagi begitu kita menghadapi orang-orang di sekitar yang komunikasinya kurang baik atau pekerjaannya kurang sempurna, yang ada kesabaran jadi habis dan emosi pun jadi meluap-luap.

3. Ketika kamu (terlalu) sering terlambat

Ketika kita berada di bawah tekanan yang tinggi, akan sulit untuk mengatur waktu dengan baik. Sekalinya kita sudah mengatur jadwal dengan baik pun, ada saja berabagai hal yang membuat kita terlambat mengerjakan sesuatu; entah mengerjakan hal yang tertinggal, kelupaan sesuatu, atau bahkan ketidak-efektifan saat bekerja.

4. Ketika kamu mengabaikan mental break

Mental break adalah kondisi di mana kita merasa sangat lelah dan membutuhkan waktu untuk beristirahat atau melakukan hal lain agar bisa pulih dan siap untuk kembali beraktivitas. Namun, karena banyaknya tuntutan dari sekitar, kita tetap “bekerja keras” sehingga mengabaikan kebutuhan kita untuk take a break dari seluruh aktivitas kita.

5. Ketika kamu fokus di masa lalu atau masa depan

Saking banyaknya tuntutan di sekitar kita, fokus kita seringkali jadi bergeser ke arah ketakutan terhadap masa depan dan juga kemelekatan pada masa lalu; kita takut akan mengulangi kegagalan di masa lalu, atau malah khawatir atas apa yang akan terjadi di masa depan. Padahal sebenarnya apa yang perlu kita lakukan adalah fokus terhadap apa yang ada di depan kita, bukan?

Selama bertahun-tahun saya mendengarkan keluhan dan juga curahan hati para klien, saya sendiri belajar bahwa kerja keras bukanlah berarti kita harus mengorbankan kepentingan diri kita sendiri; kita jadi mengabaikan kesehatan baik mental dan juga fisik kita. Dan itu bukanlah hal yang bijak.

Banyak di antara klien saya yang sakit, bahkan mengalami gangguan secara psikis karena bekerja (terlalu) keras dan menanggung stress yang begitu berat. Saya tidak bilang bahwa stress benar-benar buruk. Di sisi lain, stress juga memberikan kita dorongan untuk bisa semakin maju dan berkembang. Namun, kita sebaiknya bisa menyeimbangkan manajemen stress dengan kegiatan self love; ketika kamu sudah mengalami salah 1 dari poin di atas, tidak ada salahnya untuk mengambil 1 hari utnuk beristirahat sejenak.

Apakah kamu pernah merasakan kelima momen di atas? Bagaimana perasaanmu dan apa cara yang kamu lakukan untuk dapat keluar dari keadaan tersebut? Yuk share pada kolom komentar berikut!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter