witnessday

Saat pasangan sudah tidak cocok; pilih bertahan atau berpisah?

witnessday

 

Semua orang menikah dengan keinginan untuk hidup berbahagia dengan pasangannya. Namun, kita semua tahu, seluruh pernikahan pasti dihiasi oleh pertengkaran, sedikit ataupun banyak. Perbedaan membuat kita perlu saling bertoleransi, berkompromi, dan berubah. Tapi, bagaimana kalau ternyata sifat dan sikap pasangan kita benar-benar sudah tidak bisa ditoleransi lagi? Mau bertahan atau bercerai??

 

Baru-baru ini saya melihat status Facebook saya setahun lalu, bercerita tentang pasangan yang berada di ambang perceraian. Setelah belasan tahun bertahan, si suami kemudian lepas tangan melihat istrinya yang memelihara perilaku galak dan abusive. Sedangkan si istri merasa diperlakukan tidak adil, marah besar, dan tetap berharap bisa mempertahankan rumah tangga. Senang sekali ketika tahu bahwa klien saya (sebut saja dia Nyonya M) akhirnya bisa kembali ke rumah dan berkumpul juga berlibur dengan suami, anak-anak, juga mertuanya. Dan setelah setahun berlalu, hari ini, mereka masih berkomitmen untuk saling mencintai dan menjaga.

 

Yang membuat lega adalah, setelah Nyonya M melakukan sesi Quantum Healing dan Intuitive Coaching bersama saya dan saya juga ngobrol dengan suaminya, si suami akhirnya bersedia menerima kembali istrinya pulang ke rumah untuk memulai babak baru plus mengerjakan saran PR-PR dari saya.

 

Ya… ketika pasangan sudah tidak lagi sesuai harapan, memang lebih mudah untuk disingkirkan dan ditinggalkan. Repot untuk mengubah yang tidak bisa diubah, begitu pikir kita. Tapi, sebagai pasangan, sudah seberapa jauh memangnya kita berusaha untuk membantu pasangan kita untuk keluar dari jeratan masalahnya dan berubah?

 

Cinta sejati tidak menendang pasangannya pergi begitu saja ketika pasangan itu tidak lagi bertindak sesuai harapan. Cinta sejati berusaha mengerti, memaklumi, dan merawat.

 

Yang sangat menarik, sewaktu sesi Quantum Healing, terlihat gambaran pohon yang berlubang sebagai simbol jiwa Nyonya M yang juga berlubang. Makanya dia mencari tambalan di luar dengan cara marah, iri hati, curiga, dan mau berkuasa. Semakin dia mencari tambalan dengan cara seperti ini, otomatis orang-orang di sekitarnya menjauh dan dia pun tambah terluka, tambah berlubang lagi.

 

Makanya saya katakan kepada suaminya, istri yang seperti ini bagaikan istri yang sedang sakit kanker. Coba deh kalau ada anggota keluarga yang terkena sakit kanker di rumah, mungkinkah kita bilang, “Kenapa sih kok kamu sampai bisa kena kanker? Ngerepotin orang aja! Sana keluar dari rumah!!!” Tidak mungkin kan kita bilang begitu? Nah ini persis sama, istrinya sedang sakit. Istri yang sedang sakit justru perlu dirawat.

 

Hanya orang yang terluka yang bisa melukai orang lain. Tidak mungkin seseorang bisa memberikan sesuatu yang dia sendiri tidak punya. Jadi, kalau pasangan kita marah, barangkali memang itu adalah tanda bahwa ia terluka dan kurang bahagia. Sebagai pasangannya, apa yang bisa kita lakukan untuk menyembuhkan lukanya dan membuat dia merasa dicintai dan bahagia?

 

Seandainya lebih banyak orang memandang pasangannya dengan pandangan cinta sejati dan welas asih seperti ini, mungkin kita bisa membantu mengurangi penderitaan antara pasangan, mengurangi penderitaan pada anak-anak dan remaja, dan memutus tali penderitaan kepada keturunan mereka lagi.

 

pasangan

 

Kalau kamu merasa artikel ini bisa bermanfaat untuk banyak orang, silakan bagikan kepada pacar, suami/ istri, mantan, orangtua, anak, dan teman-teman. Saya yakin, kalau mereka mau mempraktekkan sedikit saja dari apa yang kita ceritakan di artikel ini, hidup mereka bisa berkesempatan untuk tambah harmonis dan bahagia.

 

Mari kita doakan agar setiap rumah tangga di seluruh penjuru dunia berjalan indah dan harmonis. Suami istri saling bertumbuh dalam cinta, maaf dan pengertian, saling menyayangi dan menghormati. Setiap anak tumbuh bahagia dalam keluarga yang meneladankan cinta tanpa syarat. Dan bagi yang belum berkeluarga bisa menjalani hidup berumahtangga sesuai gambaran yang indah ini. Amin.

 

Love and light,

sign

 

 

 

 

PS: Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang sesi Quantum Healing dan Intuitive Coaching bersama saya, kamu bisa menghubungi saya di sini.

PSS: Would love to meet you soon! Love ya! 😉

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter