witnessday

Punya Bos Galak???

witnessday

 

Bagi sebagian orang, Senin adalah hari paling menyebalkan sedunia! Saya juga pernah berpikir yang sama dan berada di posisi yang sama 🙂 – semua terjadi sekian tahun lalu waktu memutuskan mau mencari tahu seperti apa sih rasanya bekerja kantoran di sebuah perusahaan, yang ada bosnya dan ada jam kerjanya, dan harus pakai pakaian formal berkemeja dan bercelana panjang.

 

Masa itu sudah lewat hampir 4 tahun memang, tapi belum lama ini saya jadi kembali teringat. Percakapan dengan seseorang membuat saya berpikir dan merenung kembali.

 

Bersimpati dengan kamu-kamu di luar sana yang terjebak sampai enek harus masuk kantor yang melihat gedungnya saja sudah hampir membuatmu muntah. Yang setiap harinya takut salah. Yang kalau kena semprot sama bos tersudut antara perasaan mau bela diri melawan atau malah nangis nggak karuan. Karena helpless, nggak bisa berbuat apa-apa. Mending kamu bisa nangis kalau kamu perempuan. Kalau laki?? Siap turun harga diri atau jadi bulan-bulanan.

 

Sedangkan yang marah-marah entah paham atau nggak paham kalau dia keterlaluan, lalu kita malah jadi kasihan. Ya kok bisa punya uang banyak tapi stresnya tambah banyak? Ya kok bisa kelihatan keren dan bermoral di sosial media tapi sama karyawannya sendiri dia pakai bahasa kebun binatang? Apa nggak cape marah-marah dan stres terus? Apa semakin tinggi gedungnya dan semakin panjang angka nol income-nya jadi harus semakin meledak emosinya?

 

Ironi.

 

Mengapa sih kesuksesan seringkali berjalan beriringan dengan kesombongan? Mengapa ketegasan harus diidentikkan dengan teriakan dan ketakutan? Mengapa kekuasaan seringkali berarti menganggap orang yang lebih lemah seperti barang dan bukan lagi orang? Mengapa timbul kepuasan ketika berhasil membuat orang lain takut dan tunduk? Mengapa mudah memaki tanpa berani mengucap sepatah maaf? Apa hebatnya menjadi kaya dan terkenal tetapi tidak disukai oleh orang banyak?

 

Orang bijak berkata; kehidupan seseorang bukan dinilai dari seberapa banyak uang dan harta bendanya, juga bukan dari seberapa pintar dan seberapa terkenalnya dia, bukan dari pekerjaan yang sudah ia lakukan, tetapi dari hati dan perasaan orang-orang yang sudah pernah mengenalnya. Seperti apa kamu ingin dikenal? Seperti apa kita ingin dikenal?

 

Bosmu galak? Atau kamu adalah bos yang galak?

 

Kalau kamu adalah seorang (calon) ayah atau ibu, atau punya ayah dan ibu, pesan ini buat kamu:

Tolong buatlah putra-putri dan orangtua kalian bangga dengan menjadi bos, dengan menjadi pemimpin yang baik hati, pemurah, dan penyabar. Menjadi bos/ pemimpin yang tidak disukai membuat orang bertanya-tanya, seperti apakah nasib istri/ suami dan anak-anak di rumah. Menjadi bos/ pemimpin yang tidak disukai menambah kealpaan diri sendiri (menanam karma buruk) dan secara langsung membuat orang lain menjadi sembrono dalam bertindak (juga menanam karma buruk) karena dia akan sebal dan menggosipkan kita dari belakang mengenai keburukan-keburukan kita.

 

boss ina

 

Saya yakin di lingkungan kita banyak tersebar bos yang membuat kita tegar dan semakin dekat dengan Tuhan (karena saking tertekannya kita). Juga tentunya ada bos yang sikap dan ucapannya betul-betul bisa menjadi teladan. Semoga saat kita kaya dan terkenal nanti (atau sekarang), dan kalau memang perlu untuk jadi kaya dan terkenal, kita selalu dapat ingat untuk menjadi sosok bos yang menyayangi dan disayangi, bukan yang ditakuti dan dikata-katai.

 

Karena kadang bos itu lupa kalau roda pasti berputar! Sekarang ada di atas bukan berarti kelak tidak akan turun ke bawah. Orang yang kita rendahkan sekarang bisa jadi nanti akan punya posisi lebih tinggi dari kita.

 

Mari kita doakan bos kita dan diri kita masing-masing agar dapat menjadi bos yang baik untuk sesama kita.

 

Terima kasih sudah membaca dan ingat untuk bagikan artikel ini kepada mantan atasanmu, atasanmu sekarang, rekan kerja, teman, pacar, mertua, atau mungkin orangtuamu sendiri. Saatnya bagi kita untuk bercermin 🙂 Selamat bersinar, selamat menjadi teladan. See you soon!

 

Love and light,

sign

 

 

 

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter