Pilihlah cinta di atas segalanya, selalu

Posted on Posted in witnessday

 

wpid-2015-04-12-01-01-42_deco.jpg

 

Terkadang hanya saat dunia terombang-ambing barulah kita sadar bahwa kita tidak lagi bisa bersandar pada sistem yang mengatur dan mengontrol pemerintahan dan hidup kita. Terkadang hanya saat rasa takut menampar wajah kita barulah kita mau bersatu. Untuk menyadari bahwa ketakutan hanyalah ilusi dan satu-satunya hal yang nyata hanyalah cinta. Untuk sungguh memahami bahwa perasaan yang kita beri makan adalah perasaan yang akan bertumbuh di dalam diri – hingga menjadi kenyataan hidup kita. Dan bahwa untuk mengatasi perasaan takut, yang kita butuhkan adalah cinta. Cinta yang sangat besar.

 

Semua orang bilang bahwa kita harus berdoa untuk suatu negara tertentu atau untuk dunia ini, tapi tunggu sebentar. Sudahkah kamu berhenti sejenak untuk menyadari bahwa serangan yang terjadi di belahan dunia lain atau bahkan kekerasan yang terjadi di dalam rumahmu sendiri sebenarnya adalah emosi dan tindakan yang dilatarbelakangi oleh perasaan takut; hanya dalam skala lebih besar? Bukankah kita seringkali marah karena takut tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya? Tidakkah kita mencurigai orang-orang yang sepertinya tidak memihak pada kita? Tidakkah kita memarahi orang lain yang tidak memberikan apa yang kita mau dan tidak mendengarkan kata-kata kita?

 

wpid-1440144111699.jpg

 

Hari ini, saya akan berbagi dengan kamu beberapa cara praktis yang dapat segera kamu lakukan jika kamu betul-betul peduli dengan apa yang terjadi pada dunia ini. Cahaya bukan ada di luar sana, cahaya ada di dalam dirimu. Jadi, sambil kamu berusaha menyembuhkan dunia, kamu bisa menyembuhkan dirimu juga. Di bawah ini adalah lima langkah sederhana yang dapat kamu lakukan untuk membersihkan pikiran, tubuh dan jiwamu sehingga kamu bisa menjadi cahaya terang yang sesungguhnya. Jika kamu ingin menyelamatkan dunia, mulailah dari dirimu.

 

1. Ambil posisi meditasi

Duduk tegak dengan posisi dan lingkungan senyaman mungkin. Perhatikan tubuhmu dan nafasmu, biarkan dirimu masuk ke dalam ketenangan meditasi. Buatlah intensi agar meditasi ini dapat berfungsi sebagai alat untuk membersihkan dan menyembuhkan diri. Mintalah bimbingan dari para Ilahi dan perhatikan apapun yang muncul dalam benakmu.

 

2. Perhatikan gangguan dan perasaan yang muncul

Sekarang mari perhatikan apa yang sedang mengganggumu beberapa hari terakhir ini. Keinginan untuk membersihkan diri semakin kuat sejak gerbang 11/11 telah terbuka. Jadi, tanyalah dirimu: Apakah seseorang atau situasi tertentu yang mengganggumu? Ijinkan pikiranmu untuk memberikan kilasan-kilasan memori. Berikan ruang pada emosimu. Berikan ruang pada perasaan-perasaan yang muncul.

 

3. Sadari di mana emosi ini terefleksi pada tubuhmu

Gangguan semacam ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit pada titik-titik tertentu di tubuhmu. Mungkin juga ia muncul di sekitar area chakramu. Di manapun itu, beri perhatian kepadanya dan sadari bahwa ia hadir di situ sebagai manifestasi dari rasa sakit atau ketidaknyamanan yang telah kamu simpan selama ini.

 

4. Sentuh secara perlahan, kirimkan energi cinta dan pengampunan

Sentuh bagian yang sakit atau tidak nyaman dengan tanganmu. Saat kamu lakukan ini, bayangkan ada cahaya merah muda penuh cinta dan pengampunan yang memasuki bagian itu dan membersihkannya. Ketahuilah bahwa rasa sakit muncul ketika tidak cukup besar rasa cinta yang hadir. Jadi, perbesarlah cintamu – terhadap orang lain juga terhadap dirimu sendiri – dan biarkan ia menghapus rasa sakit itu.

 

5. Gunakan cahaya putih dan doa penyembuhan untuk menghapus semua energi lama yang tidak lagi kamu perlukan

Saat menyanyikan mantra yang bisa kamu temukan pada video YouTube di bawah ini, bayangkan cahaya putih yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam mengelilingi kamu. Lalu, letakkan tanganmu di bagian tubuhmu yang sakit atau tidak nyaman. Buatlah gerakan berputar berlawanan dengan arah jarum jam dan bayangkan bahwa kamu memperbesar cahaya putih tersebut melalui telapak tanganmu dan kemudian ke dalam tubuhmu. Fokus kepada bagian tubuh yang tidak nyaman dan perasaan apapun yang muncul mengikutinya. Sadari bahwa kamu sedang melepaskan energi usang yang sudah tidak lagi kamu butuhkan.

 

 

Ulangi kapanpun kamu merasa perlu, ucapkan terima kasih untuk semua bimbingan yang kamu dapat, dan sadari bahwa ini adalah sebuah proses. Kamu mungkin perlu mengulangi meditasi ini beberapa kali, tapi perjalanan untuk menyembuhkan diri dan perjalanan menuju pencerahan selalu indah dan berharga.

 

Ini adalah lima langkah yang saya terima sebagai pesan ketika saya melakukan meditasi baru-baru ini, saya sendiri juga menggunakannya sebagai metode penyembuhan diri. Setiap hari kita menghadapi berbagai orang dan situasi yang menjadi tantangan hidup kita. Ditambah lagi dengan tumpukan masalah yang kita bawa-bawa sejak kecil atau tumpukan sampah yang kita simpan bertahun-tahun. Membersihkan dan menyembuhkan diri perlu dilakukan.

 

Jadi teman-teman, tentu kita harus berdoa untuk seluruh dunia dan semua makhluk. Tapi hari ini, saya mengajak kamu melakukan aksi nyata untuk menunjukkan kepedulianmu. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mengusir kegelapan adalah dengan membiarkan cahayamu bersinar terang.

 

Silakan share tulisan ini kepada semua temanmu, ajak mereka untuk juga melakukan hal yang sama. Saat ini kita memang hanya menyalakan cahaya kecil dari dalam diri. Tetapi ketika sebuah ruangan dipenuhi cukup cahaya, tidak akan ada lagi tersisa ruang untuk kegelapan. Jadilah cahaya terang yang ada di dalam dirimu. Terima kasih banyak karena telah berbagi dan peduli. Sampai jumpa!

 

 

Love and light,

Amelia Devina

 

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter