witnessday

Pesan Sebelum 2020 Berakhir

Kita perlu akui, perayaan tahun baru 2021 ini akan sangat berbeda dibanding tahun baru sebelum-sebelumnya yang penuh hura-hura, hiruk pikuk, keramaian, dan juga kebersamaan. Tahun ini, kita dipaksa untuk lebih ‘sendiri’, lingkaran kedekatan kita juga menjadi semakin kecil.

Begitupula dengan semua kegiatan kita. Hal-hal yang dulu biasa dan seringkali kita lakukan, kini tidak bisa kita lakukan seperti biasa lagi. Semuanya berubah dalam waktu yang sangat cepat. Dan saya rasa, ini memang waktu yang tepat untuk tenang sejenak dan mulai menyelami pikiran dan perasaan kita.

Inilah saat yang tepat untuk mensyukuri dan mempelajari apapun yang terjadi di 2020.

“Apa yang bisa disyukuri, Mel?”

Dulu, kamu mensyukuri berbagai pencapaian kamu, baik itu secara karir maupun edukasi. Keberhasilan kamu untuk membeli barang yang kamu idam-idamkan dari dulu dan berbagai hal yang bersifat materil lainnya. Dan sekarang, kamu pun bingung mengenai apa yang bisa disyukuri? Pemasukan berkurang, gak bisa ketemuan dengan teman-teman, batal liburan dan berbagai hal yang menyebalkan lainya.

Padahal masih ada banyak hal yang bisa kamu syukuri! Kamu masih bisa bernafas, kamu masih sehat walafiat, kamu masih bisa terhubung dengan orang-orang terkasih meski hanya melalui hp, kamu masih bisa makan-makanan yang layak, masih tinggal di rumah yang layak untuk ditempati dan kamu masih bisa membaca tulisan saya.

Terdengar sepele. Namun kita perlu akui bahwa ini adalah hal-hal terpenting dalam hidup yang sebenarnya menyokong kehidupan kita. Tanpa karir cemerlang, kita masih bisa bernafas. Tanpa pencapaian spektakuler, kita masih dicintai oleh orang-orang di sekitar kita.

Sadarkah kamu bahwa apa yang bisa kita syukuri selama ini adalah hal yang selama ini lupa kita syukuri?

 

Lepaskan apa yang perlu dilepaskan sebelum 2020 berakhir

Di tahun ini, kita dipaksa berhadapan dengan segala hal yang kita tidak inginkan atau kita hindari selama ini.

Ada yang selama ini sengaja bekerja hingga larut malam untuk menghindari konflik dengan pasangannya. Ada juga yang selama ini sengaja selalu keluar rumah setiap harinya agar tidak perlu bersentuhan banyak dengan pekerjaan rumah tangga. Ada juga yang selalu keluar bersama temannya hingga larut malam untuk menghindari kesepian.

Rasa takut, kekhawatiran, penghakiman yang absolut kepada orang di sekitar kita adalah contoh dari banyak hal yang selama ini kita pegang erat-erat selama kita hidup. Dan selama tahun 2020 ini, kita dihadapkan langsung dengan hal-hal yang kita pegang erat tersebut. Padahal, ketika kita melepaskan rasa takut, khawatir, cemas, penghakiman-penghakiman terhadap diri sendiri maupun orang di sekitar kita, hidup kita pasti menjadi lebih ringan kok.

Ketika kita takut menghadapi konflik, kita malah dihadapkan dengan berbagai konflik yang sebenarnya bisa membuat kita semakin bertumbuh dan mengenal satu sama lain. Ketika kita malas mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sekarang kita malah dihadapkan dengan banyaknya kebiasaan buruk diri sendiri yang sering menunda pekerjaan dan tidak membuang sampah pada tempatnya.

Itulah mengapa saya saya menyarankan untuk melepas apa yang perlu dilepaskan sebelum tahun 2020 berakhir.

 

Atur tujuan kamu di tahun 2021

Namun, ada 1 tradisi yang masih sama seperti saat menyambut tahun baru sebelum-sebelumnya; mengatur tujuan dan pencapaian di tahun baru berdasarkan refleksi pada tahun ini dan tujuan utama kamu dalam hidup.

Mumpung gerak gerik kita masih dibatasi. Mumpung saat ini kita bisa merayakan penutupan tahun 2020 dengan lebih khusyuk, yuk kita duduk santai di kamar sambil menyelami lebih dalam mengenai apa hal yang bisa kita lakukan di tahun 2021 agar kita bisa lebih dekat menuju tujuan dalam hidup kita.

Sudahkah kamu siap untuk menyongsong tahun 2021 yang penuh tanda tanya dan berbagai kemungkinan ini?

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter