Pesan dari Kesadaran Tertinggi (Higher Self) mengenai fenomena kosmik

Posted on Posted in witnessday

 

wpid-2015-04-12-01-01-42_deco.jpg

Halo!

 

Kalau kamu membaca artikel ini, kemungkinan besar kamu ada kemiripan dengan saya. Kamu juga adalah tipe yang tertarik dengan fenomena kosmik — energi yang berasal dari pergerakan kosmik dan mempengaruhi energi di Bumi serta kita yang tinggal di dalamnya. Belum lama ini kita baru saja melewati beberapa peristiwa besar — super full moon, new moon, solar and lunar eclipse, Mercury Retrograde yang akan datang sekejap mata, dan setelahnya kembali memasuki full moon. Jadi, apa sih hebatnya? Kenapa kok banyak orang heboh soal ini?

 

Kalau kamu mengikuti artikel cosmic guide seperti Elizabeth Peru, seseorang yang sangat saya kagumi, kamu akan paham bahwa tiap peristiwa kosmik akan membawa sebuah energi tertentu, perubahan tertentu pada emosi dan perilaku kita sehingga sembari dunia ini bertumbuh, kita juga ikut bertumbuh; dan saya pastikan, pilihan terbaik bagi kita adalah untuk mengikuti arusnya dan secara alami berubah sesuai ke mana aliran arusnya membawa kita. Singkat kata, ikuti saja permainannya.

Beberapa minggu terakhir, Elizabeth Peru bicara banyak mengenai pentingnya menjalankan tiga prinsip di bawah ini untuk menang di tengah perubahan, untuk mendapatkan hasil terbaik dari fenomena kosmik yang sedang berlangsung.

 

wpid-15-09-16-13-15-00-447_deco.jpg

 

Energi yang dibawa oleh kosmik ini sangat besar sampai-sampai, mau tidak mau, kamu pun harus berhadapan pada situasi atau orang-orang (biasanya dari masa lalu) yang akan “memaksa” kamu untuk menjalankan tiga tindakan postif di atas. Kemungkinan besar, belakangan ini banyak kenangan dan emosimu yang muncul lagi pada permukaan. Kamu merasa harus membereskan banyak persoalan dan membuang banyak “hal lama”, dan kamu harus menghadapi ketakutan dan egomu sendiri agar bisa menjadi dirimu yang lebih baik. Apa kamu merasa apa yang saya sebut barusan berhubungan dengan kamu? Karena saya pun mengalaminya.

 

Jadi, beberapa hari yang lalu, saya melakukan Sesi Quantum Healing dengan klien yang adalah seorang wanita muda, seorang futures trader. Kesadaran Tertinggi/ Jiwa Sejati/ Hakikat Sejati (Higher Self)nya begitu bersahabat, penuh cinta dan bijaksana, dan saya menanyakannya sesuatu.

 

“Kita mendengar banyak hal tentang perubahan besar yang terjadi pada kosmik dan kita diminta untuk melepas, membersihkan ruang lingkup kita, dan daripada berpikir tentang apa yang kita inginkan atau tidak kita inginkan, kita harusnya fokus pada apa yang sudah kita punya dan bersyukur saja. Bagaimana pendapat kalian mengenai hal ini?”

 

Kesadaran Tertinggi ini menjawab saya.. dan saya tidak bisa tidak tersenyum mendengar jawabannya. Ini yang Mereka katakan.

 

wpid-15-09-15-00-18-08-673_deco.jpg

 

Lakukan apa yang harus kamu lakukan setiap harinya! Jawaban ini cukup menohok saya.. seperti dapat lemparan bola pingpong di kepala (!! hehe..).

 

Karena saya pun terkadang lupa bahwa perubahan untuk menjadi diri yang lebih baik adalah pergerakan tiap harinya. Kamu dan saya tidak perlu menunggu waktu yang khusus seperti Tahun Baru, ulang tahun, atau menunggu sampai dapat kata-kata menyakitkan dari orang lain dulu untuk selalu memperbaiki diri.

Seperti yang dikatakan oleh Kesadaran Tertinggi, fenomena kosmik berperan sebagai energy booster, penambah energi. Alam Semesta mendesak kamu untuk bergerak ke arah tertentu agar kamu dapat bertumbuh. Tapi, apa respon kamu hari ini dan apa respon kamu beberapa hari setelahnya akan menjadi tanggung jawab kamu. Akan sangat disayangkan kalau kamu mengambil tindakan hari ini, tapi besok kamu sudah kembali ke diri kamu yang lama. Karena tiap harinya bisa saja kita bertemu dengan orang yang menyakiti perasaan kita, tiap harinya kita dibanjiri informasi yang seringkali isinya sampah, tiap harinya kita merangkul perasaan takut kita untuk mencapai impian-impian kita. Jadi, itulah kenapa kita harus melepas, membersihkan ruang lingkup, dan bersyukur.. SETIAP HARINYA!

 

Apa yang harus dilepaskan?

Kemarahan, sakit hati, rasa sedih, kebencian, ketakutan, iri hati, kekecewaan, hubungan yang sudah berakhir, dll. — emosi yang tidak pernah saya beri label ‘buruk’. Saya menyebut mereka teaching emotions — emosi yang mengajarkan saya dan mempercepat pertumbuhan saya.

Apa yang harus dibersihkan?

Meja, kamar, ruang kantor, hati, pikiran, persediaan makanan, waktu — bersihkan dari hal-hal yang tidak perlu, dari energi lama yang sudah tidak penting lagi untukmu atau tidak lagi dapat mendukung langkah kamu dalam menjalankan tujuan hidup.

Apa yang harus disyukuri?

Nah, yang ini gampang buat kamu! Yang paling penting di sini adalah untuk selalu merasa cukup dan bersyukur atas APA YANG SUDAH KAMU MILIKI. Kalau kamu berfokus pada apa yang tidak ada atau tidak kamu miliki, itu akan membuat kamu merasa berkekurangan dan kamu tidak akan menarik getaran positif dari Alam Semesta.

 

Jadi, fenomena kosmik datang dan pergi, tapi kita bisa memilih untuk tetap tinggal dalam permainan dan bermain dengan sepenuh hati kita. Play it like we mean it. Hidup adalah perjuangan hari demi hari, tapi saya bermain untuk menang. Bukan menang dari kamu, tapi menang dalam nama cinta. Cinta kepada diri sendiri dan kepada semua orang, karena dengan satu orang saja yang berjuang untuk menjadi dirinya yang paling sejati, dia memberikan tambahan sedikit rasa manis bagi dunia ini 🙂

 

Ya kan? Kalau kamu setuju dan kamu pun berkomitmen untuk terus belajar tiap harinya, suarakan dengan lantang di kolom komentar. Beri tahu saya apa yang telah kamu lakukan hari ini berdasarkan tiga prinsip di atas. Buat saya merasa tersinspirasi! Tidak sabar ingin mendengar lebih banyak dari kamu. Dan jika kamu suka artikel ini, silakan berbagi kepada yang lain. Jika kamu penasaran mengenai apa itu Sesi Quantum Healing, kamu juga bisa klik di sini.

 

Untuk sekarang, saya doakan agar energi kosmik dan ilahi yang besar datang kepadamu, memenuhi seluruh jiwamu. Rangkulah dirimu sendiri. Kamu hebat! Sampai jumpa.

 

Love and light,
Amelia Devina

 

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter
  • Stephen Ang

    Hi, Amel,
    inilah yang memang kita harus senantiasa sadari dan terus tingkatkan.

    Lakukan apa yang kamu katakan, Katakan apa yang kamu lakukan.

    Menjaga batin kita dalam kondisi Benar. Buang sampah pada tempatnya dan melakukan daur ulang untuk membersihkan/ menjaga lingkungan. Namun batin kita juga perlu kita daur ulang agar terlepas dari kekotoran batin.

    Dengan demikian kita telah berupaya mengambil salah satu langkah dalam mencintai alam semesta kita.

    • Yes @stephen_ang:disqus. Hal kecil yang dilakukan setiap hari kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Apalagi kalau dikerjakan secara fisik sekaligus secara batin. Stephen patut jadi teladan 🙂

  • Dimas Wibisono

    Kunci dalam meraih kebahagiaan hidup yang sejati adalah yang berdasarkan ke 3 prinsip dasar tersebut, di tambah dengan rasa ikhlas yang sesungguhnya dan menjalani hidup apa ada nya menjadi diri sendiri (tidak kamuflase dan mengada-ada) demi ambisi duniawi yang cenderung menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

    Karena kebahagiaan yang hakiki tempatnya adalah berada di dalam hati kita yang paling dalam, yang dapat memberikan rasa damai apa pun situasi dan kondisi yang dihadapi saat ini ataupun masa yang akan datang….

    • Setuju, Dimas! Ikhlas, menjalani hidup ada adanya, menjadi diri sendiri. Itu sudah cukup untuk menjadi modal menjalani perjalanan di dunia. Kamu sudah tau kunci-kuncinya 😉