witnessday

Mungkinkah Menjadi Spiritual dan Religius Secara Bersamaan?

Banyak artikel yang membahas berbagai perbedaan antara menjadi spiritual dan religius. Namun menurut saya pribadi, banyak hal yang bisa kita pelajari baik ketika kita menjadi seorang yang spiritual dan ketika kita menjadi seorang yang religius. Karena ketika kita tidak perlu menghilangkan yang satu untuk bisa menjalankan yang lain.

Religius dan spiritual bisa kita ibaratkan menjadi 2 kutub berlawanan yang bergerak dari 1 titik yang sama. Masing-masing dari mereka menggunakan pendkekatan berbeda yang bisa membawa kita ke titik keseimbangan begitu kita memahami keduanya.

1. Menjadi Religius Membuatmu Disiplin – Menjadi Spiritual Membebaskanmu

Berbagai ritual, kewajiban, shalat, mantra, doa yang secara rutin dijalankan sebagai seorang umat beragama mengajarkan kita untuk menjadi lebih disiplin untuk lebih terhubung dengan Yang Maha Kuasa. Sedangkan seseorang yang spiritual cenderung lebih bebas, mereka merasa bisa terhubung dengan Yang Maha Kuasa dengan cara apa pun; tidak perlu waktu khusus, tidak perlu momen spesial.

2. Menjadi Religius Menunjukanmu Rasa Takut – Menjadi Spiritual Mengajarkanmu Bagaimana Menjadi Berani

Di berbagai ajaran agama, banyak sekali ayat yang menunjukan bahwa sebagai umat harus tunduk pada berbagai ajaran, dan juga sosok. Jika tidak melakukannya, akan ada berbagai hukuman yang membuat kita takut dan khawatir jika kita melanggar ajaran dan apa yang disampaikan oleh sosok tersebut.

Berbeda dengan ajaran agama, spiritualisme sendiri mengajarkanmu untuk keluar dari batasan-batasan tersebut. Berani untuk menjalani apa yang sesuai untuk dirimu sendiri, mendengarkan apa kata hatimu selama ini meski tidak sejalan dengan ajaran agaman yang selama ini mungkin sudah dianut.

3. Agama Memberimu Kebenaran – Spiritualitas Membiarkanmu Membuktikannya

Semua agama memberikan faktanya masing-masing. Melontarkan pernyataan bahwa agamanya, ajarannya, sosok-sosok yang ada di dalamnya adalah benar dan nyata. Bahkan seringkali tidak boleh kita pertanyakan. Spiritualisme sendiri menawarkan pendekatan yang berbeda, dengan membiarkanmu mencari bukti dari apapun yang kamu percayai selama ini. Mencoba challenge diri sendiri untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kehidupan.

4. Agama Mengajarkanmu Batasan – Spiritualitas Mengajarkanmu Kesatuan

Ada berbagai batasan yang diajarkan di dalam agama. Yang selama ini diajarkan adalah dilarang berbuat jahat, jangan menyakiti orang lain dan sebagainya. Sedangkan spiritualitas memberikan pandangan yang berbeda mengenai kebaikan dan kejahatan itu sendiri. Yin dan Yang, yang membuat segala sesuatu mencapai titik keseimbangan. Seperti terang dan gelap yang tak terpisahkan.

5. Beragama Mengenalkanmu Akan “Ketergantungan” – Menjadi Spiritual Mengenalkanmu Kemandirian

Ketika menjalani ajaran agama, kita akan bergantung kepada sosok yang dijadikan panutan, buku yang dijadikan kitab suci. Kita akan bergantung pada hal tersebut untuk mengambil keputusan, untuk menentukan yang mana yang baik dan yang buruk. Sedangkan spiritualisme mengajarkan kepada kita untuk terus mendengarkan kata hati kita dalam mengambil keputusan.

6. Agama Memberikanmu Contoh Perjalanan Sosok Lain – Spiritualitas Mengajakmu untuk Membuat Kisahmu Sendiri

Bagi kamu yang beragama Kristen, perjalanan Yesus akan menjadi panutan; kisahnya, ajarannya.. Sedangkan yang beragama Islam berpanutan pada Nabi Muhammad, agama Buddha akan berpanutan pada Sidartha Gautama. Perjalanan hidup mereka dianggap begitu sempurna dan bisa dijadikan petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya.

Sedangkan spiritualitas berfokus pada diri kita sendiri, mendengarkan apa yang menjadi kata hati dan membuat kisah kita sendiri pada kehidupan ini.

Dalam kehidupan, menjadi “terlalu” dianggap kurang baik. Ketika kita bisa mencapai keseimbangan di antara disiplin dan bebas, mandiri dan kebergantungan, belajar dari kisah orang lain dan mengandalkan diri sendiri, menghargai batasan dan juga mempelajari kesatuan; maka kita akan hidup lebih harmonis dan juga bahagia.

Bagaimana menurutmu? Apakah mungkin untuk menjadi religius dan spiritual secara bersamaan? Yuk tulis pendapatmu di kolom komentar!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter