witnessday

Menjadikan Pandemi Corona Sebagai Pengingat

Merasa takut terpapar, khawatir akan masa depan, dan juga kecewa atas berbagai langkah maupun keputusan yang diambil berbagai pihak pasti memberikan tekanan sendiri kepada kita. Saya pun ikut merasakannya; keluar rumah kini tidak lagi sama, begitu sampai rumah pun saya juga harus segera mandi dan membersihkan barang yang dibawa. Pesan makanan dan camilan pun sudah harus lebih bijak, karena kondisi ekonomi yang sedang sulit. Segala keputusan yang tadinya terdengar sangat sepele, jadi harus dipertimbangkan kembali.

Mungkin ini saatnya bagi kita untuk mengakui, bahwa sebelum pandemi corona ini hadir, kita menjalani kehidupan begitu saja. Membiarkannya mengalir tanpa kita menyadarinya. Kita biarkan aktivitas kita diatur oleh orang atau hal lain; kita biarkan sekertaris kita mengatur jadwal di kantor, kita juga seringkali membiarkan kegiatan kita diatur atasan dan juga teman kerja kita. Begitupula ketika di rumah, kita biarkan diri kita sibuk dengan urusan rumah tangga dan anak.

Seluruh hal tersebut terus berlangsung hingga kita tidak menyadarinya. Kita menjadi sibuk tanpa membiarkan diri kita menyadari apalagi menikmatinya. Dan sekarang, kita diminta untuk berdiam di rumah. Di mana pada akhirnya, kita akan berhadapan dengan diri kita sendiri dan merasa bingung, “Sekarang, apa yang harus saya lakukan?”

1. Mencoba Metode Slow Living

Maksudnya bukan bangun terlambat ya.. Sesuai dengan namanya, slow living adalah metode menjalani kehidupan lebih lambat sehingga bisa menikmati dan menyadari setiap sensasi yang dirasakan selama melakukan sesuatu. Bisa dibilang metode slow living ini adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk hidup berkesadaran.

Biasanya kita selalu dikejar-kejar oleh waktu, lebih cepat lebih baik. Namun metode slow living ini bisa membantu kita untuk menjalankan kehidupan yang sesuai dengan tujuan hidup dan juga memungkinkan kita untuk melihat berbagai hal dalam jangka waktu panjang sehingga kita bisa memiliki hidup yang lebih seimbang dan juga sejalan dengan alam semesta.

Slow living ini bisa kita terapkan dengan sederhana ke dalam aktivitas sehari-hari seperti ketika makan, selagi mandi ataupun ketika kita sedang menjalankan hobi kita.

2. Menjalin Hubungan Baik

Selama ini, kita pasti pernah berselisih paham, bertengkar, cek-cok, merasa jengkel, sebal, atau bahkan dendam dengan seseorang. Mungkin, ini adalah saat yang tepat untuk memikirkan lagi hubungan kalian dan mencoba untuk memperbaikinya.

Ketika saya bilang “memperbaiki” bukan berarti harus menghubunginya untuk kembali menjalin hubungan yang baik, ya.. Kita bisa melakukannya dengan langkah kecil seperti mencoba berdamai dengan perasaan kita tentang orang-orang tersebut.

Jika kamu merasa benci dengan seseorang karena ia telah membuatmu tersinggung, kamu bisa mulai dengan mencoba memaklumi bahwa tidak semua orang benar-benar mengenal dan memahamimu. Bisa jadi dia tidak bermaksud menyakitimu. Namun ingat, perasaanmu belum tentu bisa menjadi lebih baik seketika. Jika memang butuh waktu lebih banyak, take your time dan nikmati prosesnya.

3. Rencanakan Hidupmu

Kesempatan ini begitu langka. Dan tentu kita juga gak kepengen pandemi seperti ini terjadi lagi, kan? Maka dari itu, penting untuk menggunakan momen ini sebaik mungkin untuk merencanakan kehidupan kita. Mulai saja dengan diri kita saat ini.

Bagaimana kita menjaga kesehatan dan kondisi tubuh kita, bagaimana kondisi hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita, apa saja yang kita inginkan dalam hidup dan apa saja yang bisa kita lakukan dalam jangka waktu dekat untuk mewujudkannya.

4. Hidup Selaras dengan Alam Semesta

Pasti ada perbedaan yang nyata antara kehidupan sebelum pandemi dan saat pandemi. Coba rasakan kembali, apa saja sih hal yang selama ini kita nikmati tanpa kita syukuri? Mungkin kita selama ini kurang memelihara kondisi udara di sekitar kita, banyaknya polusi karena kita enggan menggunakan kendaraan umum dan lain-lain. Mungkin juga kita selama ini kurang menggunakan sumber daya dengan bijak.

Mungkin ini saatnya bagi kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan alam semesta sehingga begitu pandemi ini selesai, kita tetap dapat menghirup udara yang segar dan juga lingkungan yang bersih.

5. Mengetahui Apa yang Penting dalam Hidup

Sebelum pandemi corona, kita seringkali merasa butuh sesuatu. Butuh baju baru yang lagi nge-trend, butuh barang branded, butuh makanan di restoran x y z, butuh nonton bioskop, butuh jalan-jalan dan segala kebutuhan lainnya. Namun begitu pandemi corona datang, kita jadi paham bahwa tidak perlu ke bioskop untuk bisa merasa terhibur. Kita juga jadi terbiasa dengan makanan sederhana di rumah, karena kita tetap dapat kenyang meski menu hari ini bukan menu dari restoran.

Bersyukurlah karena pandemi corona ini, kita jadi belajar untuk mengetahui apa yang penting dan yang kurang penting dalam hidup kita. Jadikan momen ini sebagai momen untuk mengamati apa yang penting dalam hidup kita; apa yang bisa membuat kita bertahan hidup dan apa yang memotivasi kita untuk tetap hidup.

Pandemi corona ini tidak terjadi begitu saja. Mungkin ia hadir untuk mengingatkan kita akan hal-hal yang selama ini kita nikmati tanpa kita syukuri keberadaannya. Apa saja yang yang penting dalam hidup kita, mana yang essential dan tetap perlu ada. Maka dari itu, daripada kita merasa takut dan khawatir, lebih baik kita jadikan pandemi corona untuk melatih diri untuk menjaga kesadaran, bersyukur dan menggunakan waktu sebaik mungkin.

Nah, bagaimana menurutmu? Apakah ada hal lain yang bisa kita lakukan selama pandemi corona ini berlangsung? Yuk sampaikan idemu di kolom komentar!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter