Mengeratkan Hubungan dengan Ibu Pertiwi

Posted on Posted in witnessday

 

Jika kamu sudah membaca dua artikel saya sebelumnya mengenai bagaimana pikiranmu bisa mempengaruhi keadaan Ibu Pertiwi dan bagaimana karma kolektif berhubungan dengan Ibu Pertiwi, tentu kamu akan semakin mengerti pentingnya untuk menjalin dan mengeratkan kembali hubungan dengan Ibu Pertiwi.

Berkomunikasi dengan Ibu Pertiwi adalah salah satu cara untuk mengeratkan kembali hubungan manusia dengan Ibu Pertiwi. Selain itu, dengan berkomunikasi kita juga bisa mendapatkan berbagai pesan penting yang ingin disampaikan oleh Ibu Pertiwi melalui alam di sekitar kita (dan bahkan berbagai keajaiban yang mungkin belum pernah kamu rasakan sebelumnya!).

Kunci untuk melakukan komunikasi tersebut adalah dengan duduk hening sambil mengamati alam di sekitarmu. Bagaimana caranya? Berikut saya akan membagikan beberapa cara yang bisa dipraktekkan dalam kehidupan setiap hari 😊

1. Meluangkan Waktu untuk Alam
Sama seperti ketika kita ingin berkencan, kita perlu berkomitmen untuk meluangkan waktu juga agar depat lebih dekat dengan alam. Yang perlu kita lakukan adalah berdiam. Ketika bertemu dengan orang lain kita cenderung untuk mengajaknya berbicara. Namun, untuk dapat berhubungan dengan Ibu Pertiwi, kita sebaiknya mencoba untuk diam sejenak di alam terbuka.
Kamu bisa mencobanya di sela-sela aktivitas padatmu untuk keluar dari gedung dan berdiam sejenak di area terbuka (akan lebih baik jika kamu melakukannya di taman terbuka). Dengan begitu, kamu akan merasa lebih tenang dan terhubung dengan Ibu Pertiwi.

2. Bersantai dan Amati Sekitarmu
Dengan aktivitas yang begitu padat, biasanya kita menghabiskan waktu untuk mengamati orang lain sehingga pikiran kita menjadi tegang. Untuk dapat berhubungan dengan Ibu Pertiwi penting untuk membuat pikiran lebih rileks sebelumya. Kamu bisa memulainya dengan mencari waktu bersantai di area terbuka dan mengamati sekitarmu. Perhatikan perubahan pada detail kecil dan besar, biarkan dirimu menikmatinya.
Selanjutnya, tanyakan kepda dirimu, “Hal apa yang begitu menarik perhatianku?”. Apakah itu bunga? Awan? Pohon? Istirahatkan matamu di sana dan fokuskan pikiranmu pada apa yang menarik perhatianmu.

3. Berkomunikasilah!
Mungkin ini terdengar sedikit gila. Bagaimana bisa kita berkomunikasi dengan pohon, batu, rumput dan sejenisnya? Namun saat ingin lebih dekat dengan Ibu Pertiwi, cobalah untuk membuang pengetahuanmu sementara. Cobalah untuk berkomunikasi dengan bertanya, “Apa rasanya menjadi pohon?” atau bisa juga kamu menanyakan pendapat pohon terhadap masalah yang sedang kamu hadapi.

Terkadang, akan ada kata-kata yang muncul begitu saja di pikiranmu dan kamu tau pasti bahwa itu bukanlah kata-kata yang bisa kamu keluarkan sendiri. Terkadang, bisa juga muncul berbagai kesadaran atau ide tertentu. Kamu bisa mencoba untuk menuliskan ide yang muncul untuk membuatnya menjadi lebih mudah diingat. Terkadang, bisa juga perhatianmu pindah ke salah satu bagian dari pohon di mana kamu bisa menarik sebuah metafora yang berhubungan dengan hal yang kamu tanyakan.

Berbagai aktivitas yang kita jalankan seringkali merenggangkan hubungan kita dengan Ibu Pertiwi. Saat hubungan renggang, kita menjadi kurang sensitif dalam mendengar apa yang ingin disampaikan oleh Ibu Pertiwi, merasakan berbagai hal penting yang akan terjadi dalam waktu dekat, atau juga mendengarkan pesan sederhana maupun merasakan cinta yang diberikan Ibu Pertiwi kepada kita. Dengan kembali terhubung, kita bisa merasakan kesatuan dan menjadi sadar akan kebersamaan yang kita sudah, sedang dan juga yang akan kita lalui bersama Ibu Pertiwi setelahnya.

Itulah tiga cara sederhana yang bisa kamu lakukan agar bisa berhubungan lebih dekat dengan Ibu Pertiwi. Melalui ketiga cara tersebut, saya berharap hubungan kita dengan Ibu Pertiwi jadi lebih harmonis sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitar kita. Bagi kamu yang sudah sering melakukannya, silakan share cara lain yang menurutmu dapat membantu mengeratkan kembali hubungan manusia dengan Ibu Pertiwi dpada kolom komentar di bawah ini!

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter