witnessday

Menemukan Tujuan Hidup Melalui Inner Child

 

Masih ingat dengan Ikigai yang waktu itu pernah saya bagikan melalui artikel witnessday beberapa bulan yang lalu? Jika tidak, tak apa.. Saya akan menjelaskannya kembali sedikit sekarang. Ikigai berasal dari bahasa Jepang yang berarti tujuan hidup. Sesuai dengan diagramnya, tujuan hidup merupakan perpotongan dari berbagai faktor dalam kehidupan; passion, mission, vocation dan profession.

 

Meski sudah memahami mengenai diagram ikigai, masih banyak di antara kita yang masih belum mendapatkan titik cerah mengenai apa sih sebenarnya tujuan hidup ini. Rasanya, sulit untuk benar-benar mengerti apa yang kita sukai dan apa yang kita benar-benar inginkan dalam hidup ini. Tidak apa-apa.. Tenang saja, kamu tidak sendirian kok!

 

Di era yang serba cepat ini, banyak sekali tekanan yang kita hadapi setiap harinya. Kita dituntut untuk selalu tampil sempurna; rapih, necis, ramah, baik, profesional dan berbagai tuntutan lainnya. Padahal, kita tidak bisa untuk tampil sesempurna itu setiap saat. Ada kalanya kita merasa sedih dan tertekan sehingga sulit untuk menampilkan sisi terbaik dalam diri kita.

 

Dengan adanya tuntutan kesempurnaan terus menerus seperti itu, sedikit banyak akan membuat kita menjadi menderita; untuk terus menjaga image sempurna di kala kita tidak berada di dalam keadaan baik-baik saja. Hal ini tentu membuat kita jauh dari perasaan tenang dan damai. Terjadi konflik di dalam diri; yang manakah yang harus saya ikuti? Menjadi jujur dengan perasaan ini atau tetap tampil sempurna sesuai ekspektasi orang lain? Sulit untuk melihat dan mendapatkan jawaban yang jelas pada saat-saat seperti itu.

 

Maka dari itu, penting bagi kita untuk berdamai dengan keadaan di luar dan juga diri kita sendiri. Salah satu cara termudah adalah dengan merangkul kembali inner child kita; menyembuhkan semua luka lama yang ada di dalam diri dan menjadi bebas layaknya anak kecil. Anak kecil yang ada di dalam dirimu akan menuntunmu menemukan apa yang selama ini kamu inginkan.

 

Dengan merangkul kembali inner child, kita bisa menjadi lebih terbuka dan jujur dengan apa yang kita rasakan. Dengan begitu, kita dapat menjalani hidup dengan lebih maksimal, lebih apa adanya dan tanpa rasa khawatir atas judgement orang lain. Perlahan-lahan, kita akan mendapatkan kembali kemampuan untuk menjadi lebih peka terhadap apa yang sebenarnya kita inginkan dan juga harapan terdalam yang selama ini kita simpan dalam-dalam.

 

Bahkan lebih dari itu! Kita bisa menemukan kembali apa yang menjadi tujuan hidup kita selama ini karena kita berhasil menjadi jujur terhadap diri kita sendiri. Jika kamu sudah siap dan bertekad bulat untuk merangkul kembali inner child-mu, kamu bisa menghubungi saya untuk sesi konseling melalui halaman ini atau bahkan mengikuti salah satu acara saya bersama partner saya berikutnya, Inner Child & Mandala Drawing yang akan diadakan tanggal 18 November 2017 nanti. Silakan hubungi saya melalui hello@ameliadevina.com untuk info lebih lanjut.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter