Melepaskan Perasaan Bersalah dengan Memaafkan Diri Sendiri

Posted on Posted in witnessday

 

“Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.”

 

Banyak dari kamu yang pasti sudah mengerti pepatah di atas. Mungkin ada juga di antara kamu yang sudah pernah mengalaminya.. Baik karena keputusan yang kamu ambil sendiri, maupun hal yang secara tidak diduga menimpa kamu begitu saja. Namun keadaan tersebut seringkali memicu tumbuhnya perasaan bersalah. Bahkan sampai menghantui dan mengganggu hubunganmu dengan orang-orang tercinta.

 

Salah satu klien saya mengalami kejadian seperti ini. Ia mengalami kasus pemerkosaan dan hamil karena hal tersebut. Tentu saja ia merasa sangat marah dengan pemerkosa. Bahkan setelah anaknya lahir pun, ia masih belum bisa menerima anaknya dan mengabaikannya karena ia menganggap bahwa anaknya adalah sumber penderitaannya.

 

Namun, begitu ia memaafkan pemerkosa, perasaan benci tersebut beralih menjadi rasa bersalah. Ia begitu merasa bersalah karena ia tidak mengurus anaknya. Ia merasa telah melewatkan begitu banyak momen penting bersama anaknya. Meski ia sudah meluangkan waktunya untuk bermain dan mengurus anaknya, perasaan bersalah ini tetap muncul menghantui dirinya. Perasaan bersalah ini menghambat berkembangnya hubungan yang lebih baik antara dirinya dan anaknya tersebut.

 

Melihat dari kejadian tersebut tentunya kita semua harus memperhatikan muncul dan berkembangnya perasaan bersalah tersebut dan segera mencari solusi agar perasaan bersalah tidak menggerogoti kita terus menerus. Kamu bisa memulainya dengan..

 

Mencari tahu akar dari perasaan bersalah yang dirasakan karena satu hal bisa memicu terjadinya hal lain dalam kehidupan kita..

Menyadari bahwa perasaan bersalah yang muncul memiliki tujuannya sendiri, salah satunya adalah untuk memberikan kita kesempatan mempelajari hal baru..

Menerima kesalahan tersebut sebagai bagian dari kehidupan kita dan segera move on dengan menjadi seseorang yang lebih baik lagi..

Memahami pola perilaku diri sendiri sehingga bisa terhindar dari potensi kesalahan yang sama..

Sehingga pada akhirnya kita semua menyadari dan menerima dengan tangan terbuka bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

 

Seringkali seseorang yang memikul perasaan bersalah menganggap bahwa dengan meminta maaf, ia bisa melepaskan perasaan bersalah tersebut. Padahal, rasa bersalah timbul karena kita belum bisa menerima diri kita sendiri seutuhnya; tentu bukan hanya dengan menerima segala kebaikan dan hal yang sudah pernah kita capai, namun juga segala ketidak-sempurnaan kita dan juga semua kesalahan yang pernah kita perbuat.

 

Sebelum kita bisa memaafkan diri kita sendiri, sebanyak apa pun kita meminta maaf kepada orang lain dan sebaik apa pun kita memperlakukan orang lain, perasaan bersalah tersebut akan tetap ada di dalam diri kita.

 

Akuilah bahwa kita juga memiliki sisi gelap yang seringkali kita sembunyikan. Hal yang kita sembunyikan terus menerus tersebut kita proyeksikan ke dunia luar secara tidak sadar dengan cara menyalahkan orang lain; menuduh orang lain sebagai pemarah, pendendam dan lain-lain. Namun, jika diperhatikan lebih lanjut, bukan kah kita sendiri yang sebenarnya terlalu cepat marah dan menyimpan dendam? Bisa jadi diri kita sendiri lah yang menjadi akar masalahnya.

 

Mungkin waktu yang dibutuhkan untuk memaafkan diri sendiri tidaklah singkat, ada yang 2-3 bulan, ada yang tahunan bahkan hingga belasan tahun. Namun, yang pasti adalah tidak ada kata terlambat.

 

Tentu pada kasus seperti pemerkosaan ini pasti akan meninggalkan trauma berat dan memberikan dampak ke berbagai aspek kehidupan; bukan hanya korbannya, namun juga kepada anak yang lahir karena kasus ini dan juga pelakunya. Korbannya merasa jijik kepada dirinya sendiri, anaknya menjadi terlantar dan pelakunya pun jadi kesulitan untuk menjalin hubungan yang berkualitas. Tak heran jika kasus pemerkosaan juga bisa merembet ke berbagai hal berikutnya, yakni seperti bagaimana perempuan memandang pria dan ketakutannya terhadap pria.

 

Nah, bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kamu sudah ingat momen penting yang menjadi akar dari perasaan bersalahmu saat ini? Jika merasa kesulitan untuk menggalinya atau melepaskan rasa bersalah yang ada, jangan ragu untuk mencari pertolongan kepada spiritual coach, teacher ataupun spiritual companion seperti saya untuk membantu kamu mengatasi perasaan bersalah tersebut.

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter