witnessday

Keselarasan, Awareness dan Tujuan Hidup

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat share mengenai tujuan hidup; bagaimana kita bisa mengetahui, menemukan atau mungkin merumuskan tujuan hidup kita dengan Ikigai. Pada saat saya membagikan materi tersebut, tak disangka teman-teman yang membaca memiliki antusiasme yang tinggi. Banyak di antaranya yang berbagi mengenai proses ia menjawab setiap pertanyaan yang ada di dalamnya. Namun sayangnya, tidak banyak teman-teman yang menceritakan kelanjutan perjalanan mereka dalam meraih tujuan hidupnya. Kira-kira kenapa ya?

Saya jadi teringat, dulu saya pernah nonton salah satu video TED yang berjudul Start with Why: How Great Leaders Inspire Actions, Simon Sinek. Saya cukup yakin bahwa kita semua tahu betapa pentingnya alasan di balik setiap apa yang kita lakukan. Namun pada video tersebut, Simon Sinek menjelaskan pentingnya keselarasan antara apa yang kita inginkan, lakukan dan komunikasikan kepada orang di sekitar kita.

Ya, keselarasan! Bisa jadi itu adalah salah satu kesulitan yang saat ini dirasakan teman-teman yang lain. Namun, bagaimana cara mencapai keselarasan? Dan apakah jika sudah selaras, kita pasti bisa mencapai tujuan hidup kita?

Mulai dari Awareness

Butuh latihan untuk mencapai keselarasan. Namun sebelumnya, akan lebih baik kita mulai dengan menjadi lebih aware. Aware dengan keadaan sekitar, aware dengan kondisi tubuh, mendengar, melihat dan juga memperhatikan dengan penuh awareness. Dengan awareness, kita akan menjadi lebih fokus dan lebih mudah untuk menjalankan setiap latihan yang dibutuhkan.

Coba mulai menjalani hari lebih aware dengan menyusun to do list sebelum mulai beraktivitas, menulis jurnal mengenai apa yang dilakukan seharian penuh, dan juga berkontemplasi mengenai apa yang bisa diperbaiki di esok hari. Dengan begitu, kita akan menjadi semakin aware dalam menjalani hari berikutnya.

Capai Keselarasan dengan Latihan

Ada banyak latihan yang bisa dilakukan, namun salah satu contoh yang mungkin bisa kita semua bayangkan adalah dengan melakukan latihan keseimbangan. Coba bayangkan ketika kita latihan berdiri dengan satu kaki. Kita harus fokus pada satu titik, mengatur pernafasan dan juga mengaja agar setiap otot dan sendi tetap bekerja dengan pola yang sama.

Begitu fokus kita hilang, kita bisa jatuh. Begitu nafas kita tidak terjaga otot kita bisa menjadi lemah. Ketika otot dan sendi tidak bekerja sesuai pola, kita tidak bisa tahan berdiri dengan lama dan jadi harus mengulang lagi dari awal.

Kita juga bisa berlatih keselarasan dengan latihan pernafasan. Menarik, menahan, dan juga membuang nafas sesuai dengan instruksi sehingga tubuh bisa jadi lebih selaras dengan pikiran kita.

Keselarasan adalah Perhatian Konstan

Keselarasan memang bisa didapatkan dengan latihan. Namun tidak berhenti sampai di sana, tetap harus ada perhatian yang secara konstan terjaga. Ketika kita melakukan 1 hal dengan selaras 1x, bukan berarti kita pasti akan mencapai keselarasan di setiap kali berikutnya.

Kita lanjutkan saja dengan contoh yang sama, berdiri dengan satu kaki. Ketika kita sering melakukan latihan keseimbangan tersebut, berdiri dengan satu kaki akan jadi lebih mudah. Namun, masih dengan prinsip yang sama, ketika kita kehilangan fokus, kita juga masih bisa jatuh. Belum lagi adanya faktor lain yang bisa mempengaruhi keseimbangan kita; suara di sekitar, kondisi lingkungan , tubuh dan lain-lain.

Mencapai keselarasan tidak serta merta mendatangkan tujuan hidup ke depan mata kita. Namun dengan menjadi lebih selaras, kita akan semakin dekat dengan tujuan kita. Mengapa? Karena proses belajar, tingkatan perhatian kita dan juga mentalitas kita memiliki efek positif pada setiap kehidupan kita.

Jadi, kapanpun, sebanyak apapun dan bagaimanapun gangguan muncul di sekitar kita; seperti apa yang dikatakan orang lain, apa yang dipikirkan teman di sekitar dan bebagai hal lain di luar diri, kita bisa kembali mengingat tujuan besar kita. Coba tanyakan kepada dirimu, “Apakah saya menikmati prosesnya? Ataukah saya hanya berangan-angan untuk bisa sampai pada tujuan saya?”.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter