Kepergian seorang sahabat membuat saya menjadi praktisi penyembuhan

Posted on Posted in card reading, qhht, witnessday

witnessday

 

Beberapa orang datang ke dalam hati kita dan mengubah hidup kita selamanya!

 

Orang selalu bertanya kepada saya, “Bagaimana sampai akhirnya menjalani pekerjaan seperti ini… menjadi seorang praktisi penyembuhan?” Ceritanya panjang dan indah. Namun, tidak peduli bagaimanapun saya menjawabnya, cerita di bawah ini selalu dan selalu saya sertakan. Hidup saya berubah karena meninggalnya sahabat saya.

 

Sahabat saya pergi pada usia 28 tahun. Masih sangat muda, ia menjalani hidup yang bisa dianggap sempurna. Tinggi dan manis, berwajah eksotis dengan warna kulit yang gelap cantik. Dibesarkan sebagai anak tunggal, ia memiliki keluarga yang bahagia dan ia kuliah di Amerika Serikat. Dia bekerja di perusahaan multinasional besar, berinvestasi dalam bisnis, dan ia telah membeli rumahnya sendiri. Menjalin hubungan bahagia dengan seorang pria tampan yang bekerja di sebuah firma hukum, mereka telah akan menikah sebulan sebelum ia meninggal. Orang tua dan tunangannya begitu sedih dan saya pun merasa begitu kehilangan. Dia meninggal karena brain lupus.

 

Tapi… jika bukan karena kepergiannya, saya tidak akan menjadi diri saya yang sekarang ini. Ketika sedang sakit parah, di saat bersamaan saya baru saja menemukan berita tentang Dolores Cannon, karya-karyanya, dan teknik penyembuhannya yang dinamakan QHHT (Quantum Healing Hypnosis Technique).

 

Proses QHHT bisa dibagi menjadi dua tahap: yang pertama adalah menemukan akar masalah seseorang melalui regresi – termasuk regresi kehidupan lampau, dan yang kedua, menemukan solusinya dan melakukan penyembuhan lewat keterhubungan dan komunikasi dengan jiwa sejati di dalam diri, atau yang sering disebut sebagai Higher Self. Metode penyembuhan ini begitu luar biasa sehingga dapat menyembuhkan penyakit seperti semua jenis kanker, masalah jantung dan liver, bahkan HIV! Jadi, saya pikir, kenapa tidak mungkin ia bisa menyembuhkan lupus juga. Tidak ada salahnya mencoba. Saya ingin melakukan sesuatu di sini. Sahabat saya sedang sakit keras.

 

Jadi, karena dialah saya memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama lagi untuk mempelajari QHHT. Sesungguhnya saya sedang tidak punya banyak uang saat itu, saya harus memberikan semua yang saya punya. Kemudian saya pun membayar dan saya belajar selama sekitar dua minggu. Metode ini sangat sederhana namun juga begitu efektif sehingga yang kita perlukan untuk menguasainya adalah intensi yang kuat dan hati yang siap melayani. Setelahnya, saya mulai mempraktekkan pada relawan dan kemudian pada klien yang membayar. Di tiap kesempatannya, saya meminta kesembuhan bagi sahabat saya.

 

Ternyata jawabannya adalah ini: Dia akan benar-benar bisa sembuh, tapi dia tidak akan hidup lagi di dunia fisik. Saya menerima jawaban ini tidak hanya dengan satu klien, tapi setidaknya lima. Dan jadi, itu adalah sebuah konfirmasi. Ia meninggal pada Rabu, 8 Oktober 2014. Saya tahu saya harus merelakannya pergi.

 

Saya menceritakan kisah ini sebagai penghormatan atas bagaimana kematian seorang sahabat telah mengubah hidup saya. Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam kepada sahabat yang selalu menjadi pendukung saya sepanjang masa. Saya tahu dia akan bangga dengan apa yang saya lakukan sekarang. Tidak sedetik pun akan saya lupakan bahwa kematiannyalah yang telah membuka jalan bagi saya untuk melangkah kepada pekerjaan yang dapat mendukung dan menyembuhkan orang lain seperti yang saya lakukan saat ini. Saya membantu berbagai orang dalam penyembuhan mental dan fisik melalui Quantum Healing, Intuitive Coaching, dan Card Reading; dan saya mendukung orang-orang untuk merangkul spiritualitas dalam menghadapi tantangan hidup modern. Dia telah membuka jalan tersebut bagi saya dan saya menghormatinya untuk itu. Tanggal 20 Maret yang lalu, kalau saja ia bisa hidup sedikit lebih lama, adalah ulang tahunnya yang ke-30. Namanya Aurellia Auw. Saya menyayanginya dan saya merindukannya.

 

Aurel

 

Jadi, begitulah ceritanya dan sekarang kamu sudah tahu alasannya. Saya tidak pernah secara spesifik berencana ingin menjadi seorang konselor atau terapis; tapi…

Ketika saya memiliki keyakinan dan saya terus berjalan menuju tempat di mana semua pertanda membawa saya, Alam Semesta turut bekerjasama.

Saya harap ada inspirasi yang bisa kamu temukan dalam cerita ini. Kalau kamu ingin menyampaikan isi hati dan doa untuk orang-orang terkasihmu di alam seberang, silakan tuliskan pada kolom komentar. Mari kita menyatukan energi, mengirimkan cinta dan cahaya pada mereka yang telah datang ke hidup kita dan mengubah kita untuk selamanya.

 

Terima kasih telah membaca, silakan share artikel ini dan sampai jumpa!

 

Love and light,

Amelia Devina

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter