witnessday

Kata siapa kita harus menjadi sempurna?

witnessday

 

Panggil saja dia Lola. Karena lahir dari keluarga terpandang di kota kecilnya, sejak masih muda Lola sudah menanggung beban untuk tampil sempurna. Seakan-akan dia harus selalu baik, sopan, berprestasi, dan yang paling penting… tidak bikin malu keluarga. Ketika bertemu saya di usianya yang 30an, Lola mengaku bahwa baru sekarang-sekarang inilah dia belajar untuk bebas menjadi diri sendiri apa adanya. Seorang wanita muda yang suka jumpalitan manjat dan berada di alam bebas.

 

Travel-workshop ke Belitung 8-10 Maret lalu mengulang cerita yang sama seperti sebelumnya. Para pengusaha besar, profesional papan atas, trainer dan coach terkemuka yang selama ini “harus” tampil baik, elegan, penting, profesional, bonafid, santun, sukses, sempurna merasa lepassss dan bahagiaaa sekaliiiii ketika bisa berlaku seperti anak kecil lagi selama kita berjalan-jalan. Mereka mengaku, “Kita nggak bisa begini di Jakarta. Seneng ya bisa main kayak anak-anak lagi.”

 

Lalu sebenarnya, kata siapa kita harus selalu tampil dan terlihat sempurna? Kata kita atau tuntutan konsep pikiran masyarakat? Iklan bersliweran? Atau untuk mengalahkan kompetitor berprestasi unggulan?

 

Seringkali kita sendirilah yang memberi beban itu di atas pundak kita. Beban untuk selalu terlihat baik. Padahal, pengusaha kaya raya, eksekutif perusahaan besar, coach dan trainer juga manusia — ada salahnya, kadang bisa berlaku baik, kadang bisa buruk, kadang bisa jadi sangat baik. Hidup itu naik turun kan, tidak ada yang selalu baik. Yang bisa kita lakukan adalah berselancar dengan lepas dan bebas di tiap gelombangnya.

 

Lelah lho untuk tampil baik terus setiap saat. Sudah nonton Kungfu Panda 3? Ingatlah momen saat Po menemukan dirinya yang sejati di dalam dirinya. Dia akhirnya tersadar bahwa dia tidak perlu menjadi sehebat Tigress, setenang Master Shifu, dan sebijaksana Master Oogway. Ia cukup perlu menjadi dirinya sendiri. Apa adanya. Menggunakan apa yang memang menjadi kekuatannya untuk menjadi versi terbaik dirinya. Untuk menghidupkan kembali kesejatian dirinya. Dengan riang, bebas, tanpa perlu banyak usaha. Begitulah memang seharusnya.

 

IMG_4810

 

Di saat di mana tiap orang berkompetisi untuk menjadi semakin sukses dan semakin terlihat baik, kembali menjadi pribadi yang ringan, polos, apa adanya seperti anak kecil menjadi kualitas yang semakin langka. Tapi juga sekaligus semakin dibutuhkan dan semakin dicari orang. Saya bisa membantu kamu kembali terhubung dengan inner child-mu.

 

Saya sendiri hari ini memutuskan… untuk meletakkan semua perisai, baju zirah, jubah, topeng, pedang, busur dan anak panah… meletakkan semua manipulasi pikiran, kata, dan sikap… dan saya hanya mau menjadi diri sendiri saja. Yang kadang memang bisa jelek dan jutek, kadang bisa cantik dan manis, yang diam sekaligus bawel, pintar sekaligus bodoh, pemberani sekaligus pemalu.

 

Saya menerima, mencintai, menghormati diri saya apa adanya.

 

Saya mencintai kamu, juga apa adanya. Semoga tulisan ini bisa mengajak kamu untuk meletakkan beban yang sama seperti yang sudah saya lakukan. Jadilah ringan, riang, polos dan bebas. Agar mudah kita terbang. Silakan share dan sampai jumpa.

 

Love and light,
Amelia Devina

 

PS: kalau kamu ingin melihat video gerhana matahari di Belitung, kamu bisa cek dan follow Instagram saya @ameliadevina777.

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter