Jangan-jangan kamu terjebak dalam konsep kesempurnaan

Posted on Posted in Inspiration, witnessday

witnessday

 

Pernahkah kamu berpikir darimana datangnya konsep kesempurnaan? Pernahkah kamu bertanya menjadi sempurna itu sebenarnya seperti apa? Apa mungkin manusia sempurna itu ada? Memang semua orang itu baik adanya – tapi banyak orang terjebak pada keyakinan yang semu mengenai kesempurnaan. Masyarakat menanamkan sebuah ide dan kita dengan mudah terperdaya! MEREKA membuat KITA menggunakan konsep kesempurnaan versi mereka.

 

Kebanyakan orang percaya bahwa sempurna itu artinya kita harus punya uang banyak, mobil mewah, bling bling, berlian, barang mahal, baju bermerek, sepatu mengkilap, dan kulit mulus. Padahal ini semua adalah ilusi! Kenyataannya jauh berbeda! Di Asia, iklan kosmetik bersaing untuk menanamkan ide bahwa yang namanya kulit sempurna itu adalah kulit yang putih merona. Mereka membuat orang percaya bahwa memiliki warna kulit selain putih itu bukan yang masyarakat sebut cantik. Jadi, para perempuan pun berlomba untuk membuat kulit mereka terlihat lebih putih; menggunakan produk-produk yang ada di iklan dan pergi ke dokter kecantikan. Lalu, untuk siapa mereka melakukan ini semua? Apakah mereka mencoba untuk membahagiakan diri mereka atau mungkin sedang membuat kesan pada orang lain, orang yang tidak dikenal?  Ingat, masyarakat menanamkan ini semua di kepala kita.

 

Politisi dan korporasi besar dengan iklan-iklan mereka membentuk ide bahwa kita berkekurangan sesuatu dalam hidup kita. Untuk membuat kita merasa takut. Untuk membuat kita merasa tidak aman. Sehingga kita akan melakukan apapun untuk membawa kembali kemapanan, untuk menutupi ilusi kekosongan yang kita rasakan di hati kita. Jadi, apakah kita mau disetir secara tidak sadar ataukah kita mau membuat keputusan secara sadar untuk hidup kita sendiri?

 

Apakah kita mau mengikuti apa yang orang lain sebut sebagai kesempurnaan atau apakah kita mau bertanya dalam diri dan mendefinisi ulang konsep kita masing-masing terhadap kesempurnaan?

 

Pertama-tama, sadari bahwa tidak ada yang sempurna. Kalau kamu tidak menyukai tubuh atau wajahmu dan ingin mengubahnya, itu terserah kamu. Tapi sampai kapan kamu akan puas? Sekarang, mari kita hapus dulu semua pandangan tentang kesempurnaan yang sebelumnya sudah terbentuk di kepala kita. Dan saya ingin berbagi cara-cara sederhana untuk mengenali ulang kebutuhan kita terhadap kesempurnaan dan bagaimana menghadapinya.

 

1. Kenapa kamu harus menjadi sempurna, sih?
Pernahkah kamu menyadari bahwa kamu mengejar kesempurnaan karena sebenarnya ada sesuatu yang kamu takutkan. Tapi apa sebenarnya yang begitu kamu takutkan? Apa kamu takut kalau tidak bisa masuk dalam standar lifestyle tertentu? Apa kamu takut tidak dicintai kalau kamu tidak berpakaian bagus? Apa kamu takut dianggap pecundang kalau kamu tidak mengendarai mobil kamu sendiri? Tapi bagaimana dengan kamu? Apa kamu sudah merasa puas dengan hidupmu? Itulah yang terpenting sebenarnya.

 

2. Lakukan apa yang kamu mau
Lakukan yang kamu mau, ya sesederhana itu. Jadilah dirimu sendiri; kalau kamu tidak bisa menjadi dirimu sendiri, memangnya kamu mau jadi siapa lagi? Jangan dengarkan orang-orang yang berpikir bahwa kamu tidak cukup layak. Kamu adalah orang yang menjalani hidupmu, jadi sebaiknya jalani saja seperti yang kamu mau.

 

3. Berhenti membandingkan dirimu
Rumput di rumah tetanggamu lebih hijau dan kamu merasa iri, tapi yang kamu tidak tahu adalah bahwa kamu sebenarnya punya banyak bunga indah di halamanmu. Kamu hanya terlalu sibuk ngiri sama rumput tetangga sampai-sampai kamu tidak memperhatikan bunganya. Mengapa kamu tidak menerima saja apa yang kamu sudah punya? Apa yang baik buat orang lain belum tentu baik untukmu.

 

4. Berhenti menghakimi orang
Berhenti memegang kendali setiap saat. Berhenti menghakimi orang lain atas apa yang mereka lakukan; itu hidup mereka, mereka bisa lakukan apapun yang mereka mau. Siapa kamu sehingga kamu bisa menentukan mana yang benar atau salah? Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Kalau kamu tahu bagaimana rasanya diperlakukan dengan buruk, jangan lakukan hal yang sama terhadap orang lain.

 

5. Berhenti merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain
Berhenti merasa tidak enakan terhadap orang lain. Mungkin terdengar sedikit egois, tapi maksud saya di sini adalah, berhenti untuk merasa khawatir yang berlebihan. Apalagi untuk sesuatu yang bukan salah kamu, berhenti merasa seperti kamu bertanggung jawab atas segala hal.

 

6. Berteman dengan orang-orang yang bahagia
Berteman dengan orang yang bahagia itu adalah nutrisi bagi jiwa. Mereka bisa membantumu merasa senang tentunya, dan mereka bisa menjadi orang yang menasehatimu untuk tidak memusingkan orang lain (dan bahkan mengajarkanmu untuk mengacuhkan mereka).

 

7. Berbahagialah
Ketika kamu bahagia dengan apa yang ada, kamu akan merasa bahwa hidupmu cukup sudah. Tidak akan lagi mudah bagi orang lain untuk menanamkan ide di kepalamu bahwa kamu tidak cukup atau tidak layak. Bersyukurlah, merasa puaslah, dan ketahuilah nilai dirimu yang sesungguhnya.

 

IMG_4939

 

Jadi, itulah tujuh tindakan sederhana yang dapat kamu gunakan untuk mendefinisikan ulang konsepmu akan kesempurnaan. Untuk tidak lagi terjebak pada keyakinan yang semu, tapi justru melampaui ilusi rasa takut dan hidup berbahagia apapun yang terjadi. Kalau kamu merasa butuh bantuan untuk bebas dari ketakutanmu dan ingin menjalani hidup yang lebih damai, saya mungkin bisa membantu. Mari kita cari jalan keluarnya berdampingan bersama.

 

Jiwa-jiwa yang indah, intinya adalah; dari sekarang, mulailah sadar atas motivasi di balik setiap tindakanmu. Buatlah keputusan secara sadar dalam hidupmu. Berhenti berkelakuan seperti boneka yang bisa disetir, karena kamu bukan boneka. Kamu adalah jiwa yang indah dalam dirimu. Kamu adalah hakikat yang murni di dalam sebuah tubuh. Kamu melebihi konsep atas kesempurnaan. Kamu adalah kamu.

 

Merasa terinspirasi? Bagikan ini ke semua temanmu supaya mereka juga merasa ikut berdaya. Ini waktunya untuk “bangun dari tidur”. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa!

 

Love and light,

sign

 

 

 

 

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter