witnessday

Inilah 4 Saat yang Tepat untuk Berhenti Berusaha

 

Hari ini adalah hari terakhir di bulan Februari 2018. Ada berapa banyak resolusi tahun 2018-mu yang sudah terwujud? Apakah masih ada banyak? Atau bahkan belum ada sama sekali yang terwujud meski sudah begitu lelah mencoba dan berusaha?

Seringkali hal-hal tersebut tidak dapat dihindari; sudah bekerja keras, tapi apa yang diinginkan tidak kunjung terwujud atau pun datang. Sudah mengorbankan banyak hal, namun apa yang diharapkan tak juga didapatkan. Namun, mengapa sih hal tersebut bisa terjadi? Apakah ada yang salah?

Pada artikel sebelumnya, saya sempat menjelaskan berbagai hal yang bisa kita lakukan ketika apa yang selama ini kita usahakan masih belum tercapai juga. Namun ada baiknya jika kita bertanya kembali kepada diri kita sendiri, apakah hal yang kita jalankan, kita lakukan dan yang kita inginkan sudah sesuai dengan nilai hidup dan tujuan hidup kita?

Mungkin ada di antara kita yang masih bingung, kurang jelas atau masih belum mengetahui apa tujuan hidupnya. Namun, life must go on.. Meski kita belum menemukannya, namun kita tetap harus bergerak, bukan? Tetapi, sejauh apa sih kita harus berusaha? Kapan kita sebaiknya berhenti?

1. Ketika semua yang diperjuangkan tidak sesuai dengan life values

Dalam hidup ini biasanya kita memiliki nilai-nilai yang kita jadikan pedoman hidup. Misalnya seperti, prinsip di mana kita tidak akan berbohong ketika menjalankan bisnis, atau misalnya tidak akan pernah menyakiti orang lain dengan sengaja.

Namun, ketika apa yang kita jalankan sudah sangat bertentangan dengan life value dan memaksa kita untuk melanggarnya. Maka ada baiknya bagi kamu untuk berhenti dan menimbang kembali apakah benar hal yang selama ini kamu inginkan adalah hal yang kamu butuhkan?

2. Ketika semua yang dikerjakan membuat hidup berantakan

Terkadang, apa yang kita perjuangkan membuat kita lupa akan hal penting lainnya dalam hidup ini. Misalnya, ketika kita ingin mendapatkan jabatan lebih tinggi di kantor, bisa jadi kita melupakan keluarga kita karena kita menghabiskan energi kita hanya untuk bekerja. Tanpa kita sadari hal ini membuat hubungan kita dengan orang-orang yang kita anggap penting menjadi renggang dan dingin.

Secara tidak langsung hal-hal seperti ini akan memberikan dampak negatif dalam hidup kita. Padahal, bukankah seharusnya jika melakukan apa yang menjadi panggilan jiwa/ hal yang sesuai kata hati dengan sungguh-sungguh bisa mendatangkan kepuasan/kedamaian batin?

3. Ketika kita jadi mengorbankan diri sendiri

Berapa banyak di antara kita yang mengorbankan dirinya sendiri untuk mencapai apa yang diinginkan? Demi uang kita mengabaikan prinsip hidup, demi jabatan kita berseteru dengan teman sekantor, atau bahkan demi melancarkan sebuah proyek kita menjadi orang lain dan tidak jujur kepada diri sendiri.

Pengorbanan seperti ini juga bisa memberikan dampak ke fisik juga; Karena bekerja tanpa memperhatikan kesehatan, akhirnya kita malah menjadi sakit yang mana membuat uang kita habis untuk berobat. Bukankah sangat ironis? Kita mendapatkan apa yang diinginkan, namun harus melepasnya kembali karena kita terlalu memforsir diri kita sendiri.

4. Ketika malah menjauhkanmu dari tujuan hidup

Apakah kamu pernah membaca tulisan saya mengenai ikigai? Pada rangkaian artikel tersebut saya menjelaskan berbagai hal yang berhubungan dengan tujuan hidup. Apakah kamu sudah mengetahui apa tujuan hidupmu?

Jika sudah, berarti saat ini kamu bisa menilai dengan lebih jelas; apakah hal yang kamu perjuangkan membantumu untuk mendekati tujuan hidup atau malah membuatmu semakin jauh dari tujuan hidup? Jika malah menjauhkan, ada baiknya bagi kamu untuk mempertimbangkan apa langkah selanjutnya yang bisa kamu ambil agar bisa merubah situasi saat ini.

 

Setiap manusia pasti akan menghadapi masalah dalam hidupnya; baik masalah kecil atau pun besar. Namun, ketika masalah datang bertubi-tubi dan menguras seluruh energi dan perhatian kita, alangkah baiknya jika kita berhenti sejenak dan meninjau kembali apakah semua ini sesuai dengan tujuan hidup dan juga nilai hidup kita.

Dari keempat poin tersebut, apakah ada yang pernah merasakannya juga? Poin yang manakah yang paling sering kamu rasakan? Yuk share pengalamanmu di kolom komentar 😊

 

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter