witnessday

Hutan Terbakar, Keadaan Politik Memanas: Kita Bisa Apa?

 

Belakangan ini sedang ramai pemberitaan bagaimana masyarakat, teman-teman, dan mungkin saudara kita yang sedang unjuk rasa sebagai bentuk protes atas berbagai insiden kebakaran hutan, terjadinya pelanggaran HAM di Papua dan juga berbagai rancangan undang-undang kontroversial yang akan diajukan oleh pemerintah. Rasanya campur aduk, apalagi begitu melihat banyaknya kabar seputar bagaimana kondisi di Palangkaraya dan sekitarnya saat ini. Dada saya pun ikut sesak melihatnya.

Saya rasa bukan hanya saya yang merasakan hal serupa. Rasanya gelisah, khawatir, kecewa, sedih.. Semuanya menjadi satu ketika mengetahui informasi tersbut. Meski pada saat ini kita belum merasakan dampak langsung dari hal-hal tersebut, namun terasa sulit untuk mengabaikan seluruh perasaan tersebut.

Namun, banyak juga orang yang merasa peduli namun tidak mengekspresikan kepeduliannya dengan cara yang sama. Tidak apa-apa kok, semua orang punya caranya sendiri untuk memberikan tanggapan dan mengekspresikan perasaan yang muncul. Namun, sebagai konselor, saya akan selalu mengajak teman-teman agar melakukan self work untuk menjaga tingkat kesadaran kita.

“Be the change you want to see in the world” – Mahatma Gandhi

Ketika kita berbicara tentang bagaimana hutan terbakar dan siapa yang bertanggung jawab di baliknya tentu akan lebih bijak jika kita juga kembali melakukan refleksi mengenai bagaimana peran kita yang secara sengaja ataupun tidak sengaja, secara langsung maupun tidak langsung menggiring seseorang/sekelompok orang untuk melakukan pembakaran ini.

Mulai dari bagaimana kita berkontribusi dalam menyumbang emisi karbon pada perjalanan kita setiap harinya, bagaimana kita berkontribusi dengan penggunaan kertas dan tisu secara berlebihan, dan juga berbagai kontribusi lainnya yang mungkin terlihat sepele, namun akan menjadi besar jika juga dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita.

Di saat kita melakukan protes, tentu tidak ada salahnya untuk memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan refleksi diri atau melakukan kegiatan lain sebagai penyeimbang seperti menjalankan meditasi cinta kasih, dan juga berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing untuk kedamaian dan kesejahteraan di Indonesia.

Tidak lupa diiringi dengan mengurangi konsumsi makanan/minuman yang menggunakan kemasan sekali pakai, mengurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja sendiri. Jangan lupa untuk meningkatkan frekuensi diri masing-masing sehingga memberikan pengaruh kepada tingkat kesadaran kolektif.

Tanpa bermaksud untuk membebani atau menyalahkan diri kita sendiri atas semua kejadian ini, self work bisa menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesadaran dengan menyelam ke dalam diri sendiri untuk eksplorasi, memahami dan menerima diri sendiri, dan juga membawa perubahan.

Nah sekarang, yuk coba beberapa cara di atas dan temukan perubahan apa saja yang bisa kamu lakukan dari diri sendiri untuk membuat keadaan menjadi lebih baik. Jangan lupa untuk bagikan pengalamanmu melalui kolom komentar berikut ini!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter