witnessday

Chinese New Year dan Tradisinya

Happy Chinese New Year untuk seluruh teman-teman yang sedang merayakannya!

Bagi saya, Chinese New Year adalah perayaan yang cukup unik karena orang-orang yang merayakannya menjalankan berbagai ritual yang berbeda-beda. Ada yang sembahyang, ada yang membaca ramalan tahunan, ada yang bersih-bersih rumah dan juga bagi-bagi angpau. Dan masing-masing ritual tersebut merupakan simbol atau bentuk doa dan harapan untuk menyambut tahun yang baru.

Tak sedikit orang yang menyebut Chinese New Year sebagai Lunar New Year. Hal itu tidak salah, karena memang Chinese New Year sendiri dirayakan pada bulan baru kedua setelah Winter Solstice. Hal tersebut sendiri secara astrologi melambangkan kesempatan baru untuk memulai segala sesuatu yang baru.

Secara astrologi sendiri, bulan baru selalu melambangkan kesempatan yang baik untuk memulai segala sesuatu yang baru, menggenapkan intensi kita, dan membantu intensi tersebut untuk tumbuh. Winter Solstice sendiri melambangkan puncak kegelapan selama setahun. Maka dari itu, biasanya di bulan Januari kita masih merasakan sedikit kegelapan karena kita masih berada pada siklus tersebut. Dan tentunya, sangatlah baik bagi kita untuk mempersiapkan Chinese New Year bukan hanya dengan menjalankan ritual yang bersifat simbolik, namun benar-benar meresapi makna, berkomunikasi dengan diri sendiri dan juga membulatkan intensi kita.

Namun dari mana saya harus memulai? Bukankah telat jika saya mau mulai sekarang? Seperti kata pepatah, lebih baik telat daripada tidak sama sekali, bukan? Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba:

1. Let Go dengan Beres-beres

Nyapu dan ngepel mungkin sudah biasa kamu lakukan. Dan biasanya kegiatan tersebut dilakukan begitu saja. Kali ini, coba hal yang berbeda, deh. Perhatikan keadaan di sekitarmu; di kamarmu, di rumahmu, atau di meja kerjamu, apakah ada berbagai barang yang sudah lama tidak dipakai namun masih tersimpan menumpuk dan membuat ruangan menjadi sesak?

Jika ada, coba deh bongkar, perhatikan satu per satu dan tanyakan kepada dirimu sendiri, apakah kamu benar-benar membutuhkannya? Jika tidak, coba saja donasikan barang tersebut, daur ulang, atau mungkin jual kembali. Dengan cara ini, kamu bisa belajar untuk mengikhlaskan berbagai hal yang selama ini kamu biarkan menumpuk begitu saja di dalam berbagai area kehidupanmu.

Setelah beres-beres ruangan, coba bayangkan jika kamu bisa mengaplikasikan hal ini pada aspek lain kehidupanmu; entah kebencian, kesedihan, dendam dan lain-lain. Tentu tidak bisa dalam waktu cepat, namun bayangkan saja betapa melegakannya jika kamu bisa melakukannya.

2. Jernihkan Pikiran dengan Hening Sejenak

Setelah beres-beres, tidak ada salahnya untuk istirahat dengan hening sejenak. Coba tanyakan kepada dirimu sendiri, “Apa yang saat ini kamu rasakan? Hal apa yang ingin kamu lakukan lebih banyak lagi? Apa yang ingin kamu capai? Langkah apa saja yang ingin kamu lakukan?”.

Coba siapkan waktu, tempat dan juga kondisi ruangan yang sesuai untuk melakukan hal ini. Jika dirasa masih kurang cukup, coba siapkan juga makanan favoritmu. Perlakukan dirimu sendiri dengan baik sehingga kamu merasa lebih relax. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah berkomunikasi dengan higher self-mu dan kamu akan menemukan titik terang dari segala hal yang selama ini masih stuck.

3. Terus Upgrade Diri

Banyak orang yang mencoba untuk mengupgrade penampilannya dengan potong rambut, make up, atau bahkan operasi plastik. Hal tersebut sah-sah saja dan tidak salah. Namun, apakah hal tersebut mendukung kamu untuk menjadi pribadi yang lebih baik?

Ketika kamu sudah memahami betul apa yang kamu inginkan, keinginan untuk upgrade diri akan semakin bertambah; Entah itu mengganti penampilan, belajar atau mencoba hal baru, memulai kebiasaan baru, apapun yang menunjang perkembangan dirimu, namun tidak dilakukan dengan asal asalan atau se-ala kadarnya.

Upgrade diri membutuhkan waktu dan mungkin akan menjadi proses yang berat. Tetapi hal itu akan sangat membantumu berkembang ke arah yang kamu inginkan.

4. Bersyukur dengan Berbagi

Bagi warga keturunan Tionghua, tradisi berbagi seringkali dilakukan dengan memberi angpau. Namun bagi yang bukan keturunan Tionghua tetap bisa berbagi dengan cara yang lain. Entah memberikan sumbangan kepada orang yang membutuhkan, atau ikut kegiatan relawan di sekitar kalian.

Jadikan momen berbagi untuk momen berkaca; apa saja yang selama berbagai kemudahan yang kita terima begitu saja tanpa kita syukuri keberadaannya. Dengan begitu, momen berbagi bukan hanya sekedar berbagi. Namun juga momen untuk kembali mengenal diri sendiri.

Sesuai dengan istilah lainnya, Lunar New Year, momen ini bukan hanya ditujukan untuk teman-teman yang Chinese, namun juga sangat boleh untuk dimanfaatkan siapapun yang ingin mencapai cita-cita dan menjadikan dirinya menjadi lebih baik lagi.

Selamat (bersiap) memulai hal baru!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter