Capai impianmu, genapi takdirmu

Posted on Posted in Daily Contemplations of a Beginner's Mind, Inspiration, witnessday

witnessday

 

Suatu malam saya bermimpi. Seorang ayah dan putrinya menjajakan barang dagangan sampai ke berbagai belahan dunia. Masih belum jam 3 pagi. Namun saya tahu, ini adalah bahan tulisan saya nanti. Lalu setelah direkam dalam otak, saya kembali larut dalam tidur.

 

Ceritanya demikian: seorang ayah dan putrinya berjualan sampai ke segala penjuru dunia. Sang putri adalah anak yang “penurut”, sang ayah melarangnya untuk bersentuhan dengan dunia luar. Ia tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain, juga tidak bisa berjalan-jalan ke tempat yang dia suka. Jadi, walaupun dia sudah menginjakkan kaki ke banyak negara, apa yang ia tahu hanya seputar ayah dan barang dagangannya saja. Kasihan dan sangat disayangkan sekali.

 

Cerita kita barangkali mirip dengan cerita si putri manis ini. Kita diciptakan ke dunia dengan segala POTENSI kita untuk MENDUNIA – menjadi sebaik-baiknya yang kita bisa, MENJADI VERSI TERBAIK DIRI KITA. Tapi kondisi mental dan kondisi lingkungan kita (simbol ‘ayah’ dalam mimpi) menjadi penghambat, penyebab keterbatasan kita untuk tumbuh berkembang. Siapapun kita — anak-anak, remaja, dan dewasa — baiknya menyadari bahwa keterbatasan itu letaknya hanya ada di pikiran saja.

 

Orang Barat mengatakan, “The sky is the limit.

 

Kata Perenungan Master Cheng Yen menyampaikan, “Jangan menganggap remeh diri sendiri karena setiap orang mempunyai potensi yang tidak terhingga.”

 

Kita seakan takut untuk menjadi kuat, takut untuk menjadi hebat. Kita lebih mendengar apa yang orang lain katakan dibanding menggunakan kemampuan yang sudah tersedia bagi kita sejak awal mula kita tercipta. Mungkin kita mendengar orang meragukan kemampuan kita, orang menertawakan rancangan masa depan kita, orang tidak menyetujui keputusan yang telah kita buat, orang membicarakan kita di belakang, orang menghakimi kita tanpa tahu kenyataan yang sebenarnya. Masyarakat seakan mengatakan bahwa cukuplah menjadi orang yang biasa-biasa saja, tidak perlulah belajar terlalu banyak, usaha kita tidak akan banyak membuahkan hasil. Namun, kata-kata ini sama seperti larangan ‘sang ayah’ kepada putrinya di dalam mimpi. Kasihan dan sangat disayangkan sekali kalau kita menutup potensi kembang kita karena kita dengan serta merta patuh pada larangan-larangan ini.

 

Wahai Ayah, selagi tidak melanggar hati nurani, sudahilah melarang-larang putrimu. Ia dan dirimu adalah perpanjangan tangan Tuhan/ Semesta untuk mewujudkan mimpi dan cinta Tuhan/ Semesta kepada umat manusia.

 

Wahai Putri, percaya dirilah. Keajaiban-keajaiban kecil dan besar dapat mengalir melaluimu jika engkau percaya, jika engkau izinkan Tuhan untuk berkarya lewat tubuh dan jiwamu. Maka, sadarilah kalau kamu dan setiap kita memang KUAT dan HEBAT. Bukan supaya kita berbangga diri, tetapi supaya cinta yang kuat dan hebat mewujud nyata melalui kita.

 

genapi takdirmu

 

Maka, pergilah ke mana langkah kaki membawamu. Amatilah sekelilingmu, jadilah peka dan reguk manisnya hidup lewat semua inderamu. Berbicaralah dengan orang banyak, tapi tetap temani ayah dan ibumu walaupun kamu merasa seisi dunia telah lengkap kamu jelajahi. Yang terutama: genapi takdirmu.

 

Apakah kamu punya pengalaman yang sama? Dilarang untuk mencapai impianmu atau mungkin kurang percaya diri untuk memulai langkahnya? Bagaimana cara kamu mengatasinya? Ayo berbagi pengalamanmu di kolom komentar.

 

Kalau kamu butuh bantuan untuk memantapkan diri mencapai impian atau menggenapi takdirmu, kamu bisa melihat apa yang saya kerjakan dan menghubungi saya di sini.

 

Terima kasih karena telah membaca dan berbagi. Selamat bersinar, salam damai. Bless you, good people! Love you!

 

Love and light,

sign

 

 

 

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

 

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter