witnessday

Belajar Mindful dari Marie Kondo

Sekitar 1-2 tahun yang lalu, banyak orang yang sudah mengenal atau setidaknya familiar dengan Marie Kondo, sosok wanita bertubuh mungil yang memperkenalkan kita pada kegiatan bersih-bersih.

Uniknya, pada setiap kegiatan bersih-bersihnya, Marie Kondo selalu memiliki ritualnya sendiri; ia akan menyapa rumahnya dan memperkenalkan dirinya kepada rumah tersebut. Selain itu, beberapa metodenya pun tergolong cukup unik. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah ketika ia mengajak pemilik barang untuk mengucapkan terima kasih kepada barang-barang tersebut sebelum membuangnya atau mendonasikannya.

Apa yang dilakukan Marie Kondo ini sebenarnya adalah bagian dari praktek mindfulness. Ia mengajarkan kita semua untuk menjadi lebih aware dengan keadaan di sekitar kita; bagaimana kondisi ruangan yang ditempati, bagaimana keadaan barang-barang milik kita, bagaimana kondisi perabotan kita dan lain-lain.

Boro-boro untuk memperhatikan itu semua, kita sendiri saja sudah sibuk dengan semua pekerjaan di kantor dan kesibukan lainnya. Maka dari itu banyak di antara kita yang malah menyewa jasa asisten rumah tangga dan meninggalkan semua pekerjaan beres-beres kepadanya.

Sedangkan yang membuatnya berantakan kan diri kita sendiri. Yang membuatnya tidak teratur juga diri kita sendiri. Namun semua proses bersih-bersih dan beres-beresnya malah dilakukan oleh orang lain karena kesibukan kita. Wajar saja jika kita menjadi tidak menghargai proses bersih-bersih dan beres-beres yang dilakukan oleh asisten rumah tangga.

Belum lagi kebiasaan konsumtif kita yang membeli barang-barang untuk digunakan di rumah tanpa mengetahui betul apakah kita sudah memilikinya sebelumnya dan apakah barang tersebut bisa digunakan dalam jangka panjang.

Dalam metodenya pun, Marie Kondo selalu bertanya, “Apakah benda ini memunculkan rasa bahagia dalam dirimu?”. Metode ini digunakan untuk memisahkan antara benda yang menurut kita penting dan yang menurut kita tidak penting. Namun, menurut saya pribadi, metode tersebut bisa digunakan sebagai evaluasi diri kita lebih lanjut..

Mengapa kita membelinya?
Apa yang kita pikirkan sebelum memutuskan untuk membelinya?
Apakah ini pembelian yang bersifat impuslif saja?
Apakah kita berkomitmen untuk menggunakannya sesuai dengan fungsinya?
Apakah kita akan merawat barang tersebut agar bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang?
Apa yang bisa saya lakukan berikutnya agar bisa memaksimalkan penggunaan barang-barang?
Dan berbagai pertanyaan lainnya..

Dengan menjadi mindful akan berbagai hal kecil di sekitar kita, kualitas hidup kita pun akan mengalami perubahan. Mulai dari kebiasaan konsumtif yang menurun, dan juga kemampuan fokus kita yang akan menjadi lebih baik. Selain itu, kita akan lebih menghargai setiap barang yang kita beli, gunakan dan juga abaikan selama ini. 

Bagaimana pengalaman beres-beres dan bersih-bersih kamu selama ini? Yuk share di kolom komentar!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter