Apakah Ini Pertanda Ataukah Hanya Perasaanku Saja?

Posted on Posted in witnessday

 

Pada artikel sebelumnya, saya membahas mengenai jenis-jenis firasat yang sebaiknya tidak kamu abaikan. Namun, bagaimana dengan firasat lainnya? Apakah perlu diikuti atau tidak?

Ada berbagai cara bagi unconscious mind untuk menyampaikan pesan kepada conscious mind kita; bisa melalui mendengarkan kata-kata orang lain, mengamati apa yang menarik perhatian kita dari lingkungan sekitar, mimpi, angel number, pertanda alam, firasat dan lain-lain. Upaya tersebut dilakukan oleh unconscious mind sebagai bentuk ekspresi agar kita terpicu dan terdorong untuk hidup sesuai dengan diri sejati kita.

 

Dari berbagai firasat (dan juga pertanda lain) yang muncul sehari-hari, mungkin kamu pernah merasa bingung dengan arti dari pertanda yang muncul. Atau mungkin merasa ragu apakah pertanda yang dirasakan adalah pertanda sungguhan atau hanya menifestasi dari kekhawatiran atau ketakutan yang kamu rasakan. Nah, untuk menerka apakah makna dari firasat yang muncul atau apakah yang sebaiknya dilakukan setelah firasat tersebut muncul, ada baiknya kamu membuat jurnal sendiri untuk firasatmu.
Di dalam jurnal tersebut, kamu bisa menuliskan berbagai hal seputar firasatmu seperti:

1. Tanggal dan Jam Munculnya Pertanda
Menurut Carl Jung, mimpi bekerja untuk mengintegrasikan conscious mind dan unconscious mind kita. Jadi ketika kita mendapatkan pertanda dalam bentuk mimpi, ada baiknya untuk mencatat tanggal dan jam kapan pertanda tersebut muncul. Terkadang, waktu kemunculannya bisa membantumu untuk menerka apakah pertanda tersebut bisa membantumu atau hanya wujud dari kekhawatiranmu.

Misalnya, pertanda yang berbentuk mimpi muncul ketika kita sedang tertidur lelap (pada jam 12-3 pagi) biasanya memberikan pesan yang lebih signifikan daripada yang muncul menjelang jam bangun tidur (pada jam 4-6 pagi).

2. Bentuk Pertanda
Pertanda muncul dalam berbagai bentuk, jadi ada baiknya jika kamu mencatat pertanda yang muncul secara detail; seperti apa pertanda tersebut dan bagaimana bentuknya. Ada yang muncul dalam bentuk mimpi, ada juga yang mendengar kalimat yang serupa dari banyak orang di sekitarnya, bahkan juga bisa dalam bentuk pemandangan-pemandangan tertentu yang menarik perhatian kita (seperti dahan pohon yang bergoyang ditiup angin, ataupun aliran air pada kolam ikan). Tuliskan saja semuanya, toh hanya kamu saja yang bisa membacanya 😉

3. Apa yang Terjadi Setelahnya
Dalam mencatat jurnal, ada baiknya agar pencatatan diteruskan hingga apa yang terjadi berikutnya; apa yang kamu lakukan dan bagaimana keadaan setelahnya. Dengan begitu, kamu bisa menarik kesimpulan sementara apakah pertanda yang dirasakan memberikan petunjuk yang bermanfaat saat itu? Ataukah yang kamu rasa sebagai pertanda hanyalah wujud dari kekhawatiranmu saja?

4. Cek Kembali Jurnalmu

Pertanda yang muncul mungkin saja menyampaikan hal yang terjadi suatu saat nanti (tidak dalam waktu dekat). Jadi, akan lebih baik jika kamu cek kembali jurnalmu, siapa tahu ada beberapa pertanda yang menunjukkan sesuatu dari jauh hari.

Sebagai petunjuk yang muncul di dalam kehidupan, pertanda bisa membantu kamu dalam menghadapi berbagai persoalan ataupun menghindarkanmu dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Dengan menulis jurnal, kamu dapat menghindari bias dalam menilai pertanda yang muncul; kamu bisa mempelajari manakah tanda yang signifikan dan manakah yang hanya berupa manifestasi dari kekhawatiranmu saja.

Cobalah untuk membuat jurnal firasatmu dan feel free untuk share pengalamanmu dalam menulis jurnal firasat dengan meninggalkan pesan di kolom komentar.

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter