9 Sinyal anda terjebak dalam hubungan yang salah

Posted on Posted in witnessday

wpid-2015-04-12-01-01-42_deco.jpg

Pernahkah kamu jatuh cinta begitu dalamnya sehingga walaupun kamu tahu kamu bersama orang yang salah kamu tidak rela melepaskannya? Atau mungkin kamu pikir kamu mencintainya, tapi sebenernya kamu hanya jatuh cinta pada gambaran ideal mengenai cinta itu sendiri? Pernahkah kamu mendapatkan sinyal-sinyal yang memperingatkan kamu, tapi kamu tetap tidak mau mendengarkannya?

 

Seriously gals and guys, saya juga pernah jatuh cinta pada orang yang salah beberapa kali. Saya pernah berada di posisi seperti itu. Tapi, jangan khawatir… Kamu tidak perlu meratapinya, kamu hanya perlu melihat masalahmu dengan jelas serta mencari jalan keluar, dan, terutama untuk pasangan yang belum menikah, keluar dari hubungan jika diperlukan. Saya menemukan banyak kasus dengan masalah seperti ini di pekerjaan saya. Dan saya menemukan bahwa kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang terjebak di dalam hubungan yang kurang tepat.

 

Karenanya kali ini saya berbagi dengan kamu sembilan sinyal yang bisa kamu jadikan cerminan. Jujur terhadap dirimu sendiri ketika membaca ini. Saya harap saya tidak sedang membicarakan kamu 🙂

 

1. Kamu tidak bisa mentoleransi kebiasaan buruknya

Perhatikan kelakuannya dimulai dari kencan pertamamu. Kalau ada kebiasaan-kebiasaan yang tidak bisa kamu toleransi, misalnya: minum-minum terlalu banyak, merokok, berkata kasar, kamu tahu kamu tidak perlu melangkah lebih jauh. Kecuali kalau ia sangat worth it, kamu hanya mengundang rasa sakit hati.

 

2. Lampu merah dari keluarga dan teman-teman

Mereka mengatakan bahwa cinta itu buta, tapi keluarga dan teman-temanmu dapat tetap membuatmu berpikir jernih. Mungkin mereka bisa melihat apa yang tidak mau kamu lihat. Kalau mereka memberikan peringatan, mungkin kamu harus mempertimbangkannya. Jangan tutup mata dan telingamu, buka lebar-lebar.

 

3. Kamu bukan prioritas dia

Ketika kamu menjadikan dia prioritas dan dia tidak melakukan hal yang sama untukmu, kamu bisa menganggapnya sebuah pertanda. Pernahkah kamu mengalami momen-momen ketika kamu begitu membutuhkan dia, tapi dia memilih untuk mengacuhkan kamu padahal dia tidak sedang sibuk sekalipun?

 

4. Kamu menciptakan ilusi

Ketika kamu memimpikan pasanganmu menjadi orang lain yang dapat memperlakukan kamu dengan lebih baik, lebih manis dan sempurna, ingat itu adalah sebuah ilusi. Kamu menciptakan sosok yang tidak nyata dan ini tidak sehat. Tanyakan kepada dirimu sendiri: apakah kamu benar-benar mencintai dia? Atau kamu hanya mencintai sosok pasangan ideal yang kamu ciptakan di benakmu?

 

5. Kamu tidak bisa menjadi diri sendiri di sekitar pasanganmu

Kamu harus menjadi sendiri di manapun kamu berada, ini adalah salah satu cara untuk jujur dan bahagia terhadap dirimu. Apa kamu harus mempertimbangkan kata-katamu bahkan di setiap percakapan kecil? Apakah sungguh kamu perlu berpura-pura?

 

6. Percaya pada instingmu

Biasanya Alam Semesta akan mengirimkanmu berbagai pertanda ketika kamu bertemu dengan orang yang salah atau ketika hubunganmu mulai berjalan ke arah yang menyimpang. Kamu memahaminya dan kamu bisa merasakannya. Sekarang, ini keputusanmu… apakah kamu mau menyudahinya dan percaya insting kamu?

 

7. Dia tidak memperkenalkan kamu kepada keluarga dan teman

Jika kamu sudah berada di sebuah hubungan cukup lama untuk berpikir bahwa ini adalah waktu untuk dia memperkenalkan kamu dengan orang-orang terdekatnya, tapi dia belum juga melakukannya, perhatikan baik-baik. Entah dia memang belum siap, atau tidak mau.

 

8. Janji, janji dan janji

Dia terus menerus menebar janji tanpa mencoba untuk membuktikan janji-janjinya. Apa bagusnya bertahan di sebuah hubungan yang didalamnya pasanganmu bahkan tidak bisa menepati kata-katanya sendiri?

 

9. Dia tidak cukup menghargai kamu

Semua orang ingin diperlakukan setara. Kalau pasanganmu merendahkan kamu, tidak menghargai kamu dan terus membandingkan kamu dengan temen dan rekan-rekannya, pada siapa lagi kamu bisa bersandar?

 

IMG_7183

 

Ini adalah sembilan sinyal bahwa kamu bisa saja terjebak dengan orang yang salah. Yang kamu harus lakukan adalah memiliki kesadaran dan terima bahwa kamu mempunyai masalah di hubungan kamu. Sinyal-sinyal ini akan muncul secara natural, kenali tanda-tandanya, jangan acuhkan dan cari bantuan untuk menyelesaikan masalah kamu. Berada di hubungan yang buruk tidak berarti kamu harus melepaskan pasanganmu, terutama kalau kamu sudah menikah. Kalau kamu bisa memperbaikinya, itu lebih baik! Tapi kalau kamu belum menjalin hubungan dengan orang tersebut, kamu harus berpikir dua kali.

 

Apakah ada dari sembilan sinyal di atas yang kamu rasa sama dengan situasi kamu? Apakah kamu pernah berada di hubungan yang buruk sebelumnya? Bagaimana cara kamu untuk keluar dari hubungan itu? Silahkan share pengalaman kamu di kolom komentar di bawah.

 

Orang-orang sering datang kepada saya menyalahkan pasangan mereka atas kegagalan dari hubungan mereka, tanpa mereka sadari bahwa sebenarnya mereka sudah mendapatkan sinyal-sinyal itu dari awal.

 

Jika kamu mengenali sinyal-sinyal ini, kamu bisa meminimalisir sakit hatimu yang tidak perlu terjadi. Jika kamu butuh bantuan menemukan jalan untuk menyudahi, memperbaiki hubungan kamu, atau bahkan hanya ingin mengeluarkan keluh kesahmu, kamu bisa hubungi saya di sini.

 

Saya berharap kamu dan orang-orang terkasih kamu diberkahi dengan komunikasi yang baik, komitmen dan kebahagiaan. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa.

 

Love and light,
Amelia Devina

 

ameliadevina1Amelia adalah seorang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter