witnessday

8 Jenis Emosi yang Sering Dirasakan dan Maknanya

Selama menjalani profesi saya sebagai konselor, saya sering sekali mendengar banyak orang mengaitkan emosi dengan sesuatu yang negatif. “Dia tuh emosian banget”, “Aku tuh orangnya gampang kebawa emosi”.. Kalimat-kalimat tersebut sering diucapkan ketika sesi konseling berlangsung. Seakan-akan emosi adalah hal yang buruk, hal yang tidak boleh dan tidak baik untuk muncul.

Padahal emosi ada banyak sekali jenisnya, mulai dari senang, sedih, terharu, kecewa, bangga adalah segelintir dari jenis emosi yang bisa muncul. Sehingga aneh rasanya jika kata “emosi” malah diasosiasikan sebagai hal yang buruk.

Melalui berbagai jenis emosi tersebut kita diberikan tanda bahwa ada hal yang sedang terjadi dalam diri kita. Ada hal yang perlu kita perhartikan dari dalam diri kita. Bahkan dengan berbagai jenis emosi yang kita anggap negatif seperti sedih, kecewa, dendam, marah dan sebagainya.

Setiap emosi tersebut memberikan pesan dan makna yang berbeda untuk kita. Berikut ada 8 jenis emosi yang umum dirasakan dan apa pesan yang ingin disampaikan melalui emosi tersebut.

1. Bitterness (Kepahitan)

Setiap orang pasti pernah menghakimi orang lain, sekecil apapun itu penghakimannya. Dan seringkali, penghakiman tersebut melekat cukup kuat ketika hal buruk terjadi. Dan penghakiman ini bukan hanya dilakukan kepada orang lain, namun juga kepada diri sendiri dan orang terdekat kita.

Hubungan kita dengan seseorang (baik diri sendiri ataupun orang lain) bisa diibaratkan seperti kopi dengan ampas. Ketika kita disibukkan dengan banyak hal, kopi tersebut seperti teraduk dan ampasnya terlihat menyatu dengan kopi. Namun ketika kita berada pada posisi yang tenang, kopi tersebut juga ikut tenang sehingga ampas mulai mengendap dan terlihat dengan sangat jelas.

Ampas kopi tersebut bisa dilambangkan seperti penghakiman yang kita berikan. Semua penghakiman tersebut akan sangat terlihat jelas, dan seringkali menimbulkan kepahitan. Rasa kepahitan yang muncul adalah tanda bahwa kita butuh untuk sembuh dari luka masa lalu dan sembuh dari segala penghakiman yang pernah diberikan.

2. Resentment (Dendam)

Jika kepahitan yang saya jelaskan pada point sebelumnya tidak ditangani, maka sangatlah mungkin kepahitan tersebut berkembang menjadi dendam. Rasa dendam adalah tanda di mana kamu masih hidup di masa lalu dan tidak mengizinkan momen ini, saat ini untuk hadir sebagaimana adanya.

Kamu terus terlarut dalam rasa sakit yang terjadi di masa lalu dan membiarkannya menyakitimu terus menerus sehingga kamu tidak bisa menikmati apa yang ada saat ini meskipun bisa jadi apa yang ada saat ini sudah benar-benar berbeda dari masa lalu.

3. Discomfort (Ketidaknyamanan)

Salah satu klien saya bercerita bahwa ia merasa kurang nyaman ketika menonton ataupun membaca berita. Setiap kali ada berita di TV, pasti ia langsung mematikan TVnya. Ia menyadari rasa tidak nyaman tersebut dan segera menceritakannya kepada saya karena pasangannya merasa terganggu dengan perilakunya.

Ternyata ia merasa khawatir dan tegang ketika melihat berbagai pemberitaan seputar pandemi yang disiarkan terus menerus. Saya coba mengajaknya menelusuri lebih dalam apa yang membuatnya merasa khawatir dan tegang sampai ai berhasil menemukan akar permasalahannya dan melanjutkan ke sesi terapi.

Nah, bayangkan jika ia tidak mencari tahu apa yang membuatnya tidak nyaman; hubungan dengan istrinya akan semakin memburuk dan rasa tidak nyamannya pun tidak akan hilang. Maka dari itu, jika kamu merasa tidak nyaman; baik secara fisik, maupun hatimu, perhatikan apa yang sedang terjadi karena ini adalah kesempatan bagi kamu untuk mengubah sesuatu dan melakukan hal yang berbeda dari biasanya.

4. Anger (Kemarahan)

Ketika kita menghabiskan banyak energi, waktu, perhatian, tenaga untuk hal atau orang lain, itu adalah tanda bahwa kita peduli dengan hal tersebut. Dan kemarahan itu sendiri adalah salah satu bentuk energi besar yang hanya bisa tersalurkan ketika kita merasa peduli, passionate terhadap hal tersebut.

Coba bayangkan, ketika kendaraan kamu diserempet orang lain di jalan, mungkin kamu akan marah karena kamu merasa bahwa kendaraan kamu adalah hal yang penting. Kamu menghabiskan banyak effort untuk mendapatkannya dan merawat kondisi kendaraanmu. Namun, bayangkan jika kejadian tersebut terjadi saat kamu buru-buru ingin ke rumah sakit menemani pasanganmu melahirkan. Apakah kamu masih akan tetap marah-marah karena kendaraanmu diserempet? Ataukah kamu tetap jalan dan fokus agar bisa segera sampai ke rumah sakit?

Kemarahan yang muncul bisa menjadi petunjuk bagimu mengenai apa yang membuatmu bersemangat, isu yang kamu pedulikan, apa saja batasan yang kamu miliki, dan apa yang kamu yakini perlu untuk diubah dalam kehidupan ini.

5. Disappointment (Kekecewaan)

Manusia tidak ada yang sempurna, jadi sangatlah wajar jika kita merasa kecewa dengan orang terdekat kita atau bahkan diri kita sendiri. Seringkali kekecewaan datang ketika kita sudah merasa lelah mencoba, namun kita masih belum menyerah dan masih menunjukan kepedulian.

Jika kita peduli, sayang, cinta terhadap pasangan kita, sangatlah mungkin kita merasakan kekecewaan. Misalnya ketika kita berkali-kali meminta pasangan kita untuk berhenti merokok dan ia akhirnya berjanji untuk berhenti. Namun kita malah menangkap basah ia sedang merokok di luar. Rasa kecewa sangat mungkin dirasakan. Namun, sadarlah bahwa ini merupakan salah satu bentuk dari kepedulian yang tinggi.

6. Guilt (Rasa Bersalah)

Banyak orang yang saya kenal menjalani hidup dengan perasaan bersalah yang sangat dalam. Perasaan bersalah yang timbul karena kita kecewa terhadap diri kita sendiri. Kecewa karena kita pernah menjadi orang yang paling tidak kita inginkan dalam hidup dan merasa bersalah telah menyakiti orang lain karena perubahan tersebut.

Hidup dalam perasaan bersalah tidaklah nyaman. Ambil kesempatan ini untuk memaafkan dirimu sendiri agar bisa move on dan menjadi sosok yang lebih baik lagi.

7. Shame (Malu)

Rasa malu yang muncul menandakan bahwa kamu menanggapi secara serius bagaimana pandangan orang lain mengenai kamu (bagaimana seharusnya kamu tampil atau bagaimana kamu saat ini). Namun, apakah pandangan dan penilaian orang lain terhadapmu sudah benar? Apakah kamu mau menuruti begitu saja apa yang orang lain inginkan dan harapkan dari kamu?

Coba kembali tanyakan kepada dirimu sendiri, apa yang kamu inginkan dalam hidup ini dan apakah selama ini kamu sudah melakukan sesuai dengan apa yang kamu inginkan dalam hidup?

8. Sadness (Kesedihan)

Kesedihan adalah emosi yang muncul karena dalamnya perasaanmu, kepedulianmu terhadap sesuatu. Maka dari itu, kamu bisa merasakan level kesedihan yang berbeda saat kehilangan orang atau sosok atau bahkan benda yang berbeda. Semakin hal tersebut berarti bagi dirimu, maka akan semakin sedih ketika kamu kehilangannya.

Ketika kesedihan muncul, coba untuk amati apa yang membuatmu bersedih karena itu adalah hal yang sangat kamu perhatikan dan pedulikan dalam hidup ini.

Itulah kedelapan emosi yang sering dirasakan oleh manusia. Dari kedelapan emosi tersebut, mana emosi yang paling kuat kamu rasakan belakangan ini? Share kisahmu di kolom komentar!

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter