witnessday

5 Langkah Mengatasi Depresi Melalui Praktek Kesadaran

 

Saat ini ada berbagai sudut pandang mengenai sebab depresi, termasuk pandangan yang dikemukakan oleh para ahli di bidang psikologi. Yang menarik adalah cara-cara yang ditawarkan untuk membantu seseorang menghadapi depresi; bukan hanya dengan menggunakan obat-obatan yang mengatur kerja hormon pada tubuh, namun juga berbagai kegiatan yang bersifat melatih kesadaran seperti meditasi.

Praktek kesadaran sendiri dibutuhkan agar dapat membantu kita untuk mengakui, menghadapi, dan berdamai dengan depresi sehingga terhindar dari upaya menyakiti diri sendiri. Dengan melatih kesadaran, kita akan terbantu untuk mengembalikan keseimbangan emosi sehingga kita bisa mencari tahu lebih lanjut seputar depresi yang sedang dialami; apa penyebab utamanya, apa pemicunya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri kita. Berikut saya akan membagikan 5 langkah yang bisa dicoba untuk melatih kesadaran ketika depresi datang menghadang:

Langkah #1 Mengakui

Perlu keberanian dan kedewasaan untuk mengakui kondisi psikologis ketika kita sedang bermasalah dan memerlukan bantuan. Jika diri kita sendiri tidak mengakui hal tersebut dan malah menjadi denial atau avoiding, hal tersebut malah akan memperburuk keadaan. Jika kita memiliki ego yang lemah, ia malah akan terus menerus mengelabui, menghindari atau melakukan upaya lain agar tidak berhadapan langsung dengan masalah yang sedang dihadapi. Namun, jika ego kita kuat, ia akan berani mengakui bahwa kita cukup kuat untuk menghadapi dan mengatasi masalah yang ada.

 

Langkah #2 Mencari Cahaya

Mencari cahaya ini sendiri bisa diartikan menjadi mencari pertolongan. Hal-hal yang bisa dilakukan seperti meminta bantuan professional, curhat kepada teman dekat, mencari support group, melakukan hal-hal yang bisa membangkitkan mood, atau dengan menjauhi penyebab munculnya depresi untuk sementara waktu bisa menjadi pilihan.

Namun, pastikan bahwa segala usaha yang dipilih tidak hanya sekedar dijalankan, tetapi dilakukan secara sadar sehingga kamu bisa bangkit dari keadaan tersebut. Berikan dirimu izin dan kebebasan untuk menjalankannya sehingga kamu bisa benar-benar merasakan manfaatnya.

Bisa jadi salah satu dari kegiatan tersebut menjadi cahaya cerah yang membantumu pulih dari kondisi depresif.

 

Langkah #3 Sadari Apa yang Terjadi pada Dirimu dan Lingkungan Sekitarmu

Inti dari praktek meditasi dan kegiatan yang dijalankan dengan mindful adalah kesadaran. Jadi hal yang penting untuk dijaga adalah kesadaran itu sendiri. Ketika depresi menyerang, cobalah untuk menyadari kedatangannya dan terima dengan tangan terbuka bahwa pada saat itu memang kita sedang mengalami masa depresi. Dari sanalah kamu bisa mencoba menggali asal muasal depresi tersebut; apakah kesedihan, ketakutan atau mungkin kekecewaan?

Ingat, apapun emosi yang mendasarinya, terima kedatangannya. Tidak perlu memberikan label apapun pada emosi tersebut; label baik, ataupun label buruk. Mengapa begitu?

Karena semakin kita memberikan penghakiman kepada diri sendiri, kita akan masuk ke dalam lingkaran setan di mana kita akan menghakimi dan menyalahkan diri sendiri terus menerus. Hal ini bisa menimbulkan kebencian terhadap diri sendiri, merasa tidak berguna, sehingga terpikirkan untuk mengakhiri hidup. Itulah mengapa latihan kesadaran sangatlah penting untuk dijalankan. Karena setelah mengakui, menerima, dan merasakan, kita baru bisa melepaskan.

 

“The first step toward change is awareness. The second step is acceptance.” – Nathaniel Branden

 

Langkah #4 Perhatikan Datang dan Perginya Pikiran

Pernahkah kamu melakukan refleksi terhadap pikiranmu, pandanganmu dan apa yang kamu percayai selama ini? Jika belum pernah, coba lakukan sambil mencatatnya; apa saja sih pemikiran dan pendapat kita mengenai hal yang menjadi pemicu depresi? Apa saja sih belief system dan nilai hidup yang selama ini kita pegang erat pada aspek tersebut? Misalnya apa yang kita percaya dan kita pegang teguh ketika dihadapkan pada masalah mengenai kesehatan, pendidikan atau bahkan hubungan percintaan.

Cobalah untuk tidak berhenti sampai di situ. Kamu bisa lanjut menelusurinya dengan bertanya, “dari mana pikiran dan pendapat ini muncul? Apakah ada memori di masa lalu yang berhubungan dengan hal ini?”. Lalu jangan lupa untuk kembali bertanya, “apakah apa yang saya percaya ini baik untuk saya? Jika kurang baik, apa yang sebaiknya dilakukan?”.

Pertanyaan-pertanyaan ini cukup sulit untuk dijawab sebagian besar orang. Jika kamu merasa tidak sanggup melakukannya sendirian, kamu bisa meminta bantuan terapis atau tenaga professional untuk mendampingimu.

Langkah #5 Berikan Apa yang Dirimu Butuhkan

Setiap orang yang mengalami depresi memiliki pemicu yang berbeda sehingga kebutuhannya pun berbeda-beda. Misalnya, seseorang mengalami depresi karena kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orangtuanya. Hal ini tidak bisa diubah karena kemungkinan besar kondisi orangtuanya pun tidak bisa diubah. Luka batinnya ini membuatnya mencari kasih sayang keluar.

Hal ini bisa memiliki dampak ke proses selanjutnya; bisa jadi ia selalu menemukan lawan jenis yang bermasalah atau memiliki hubungan yang tidak kunjung berhasil. Karena dari lubuk hatinya, ia mengharapkan kasih sayang dari luar dirinya. Padahal kasih sayang yang kita butuhkan hanya bisa diberikan oleh diri sendiri; dengan memberikan perhatian, pengertian, dan juga penerimaan tanpa penghakiman oleh dan untuk diri sendiri.

 

“Self -love has very little to do with how you feel about outer self. It’s about accepting all of yourself.” – Tyra Banks

 

Jika kamu merasa bahwa kamu butuh untuk menjalankan praktek spiritual, apapun bentuknya; baik itu ritual atau kegiatan lain yang menghubungkanmu dengan Sang Pencipta, lakukanlah. Menjalankan ritual atau praktek spiritual seperti meditasi ataupun berdoa bisa menjadi cara yang baik untuk berhadapan dengan depresi. Meditasi membantumu untuk menjalani kegiatanmu sehari-hari dan menempatkanmu agar terhubung dengan hakikat sejatimuhigher selfmu.

Hakikat sejatimu bukanlah bagian dari tubuh ini. Ia bukanlah kamu yang saat ini sedang menangis tersedu-sedu atau kamu yang sedang marah-marah. Hakikat sejati bagaikan ibu yang sedang memperhatikan anaknya; sang ibu tidak akan merasakan sakit seperti yang anaknya rasakan, namun ia akan mencurahkan kasih sayang kepada anaknya.

Meski pada saat ini kamu sedang berhadapan dengan depresi sekalipun, hakikat sejatimu terpisah dari depresi dan juga setiap emosi yang kamu rasakan. Hakikat sejati akan selalu pure dan whole meski sudah terjadi banyak hal dalam hidup kita. Dengan memahami betul konsep ini, kamu akan lebih berjarak dengan kondisi depresif dan juga emosi negatif yang dirasakan. Kamu bisa menjadi tenang dan objektif dalam memandang kondisimu saat ini.

Kelima langkah ini dapat membantumu untuk menghadapi dan juga mengantisipasi datangnya depresi sehingga kamu bisa kembali ke kondisi emosi yang lebih stabil. Cara di atas bisa dijalankan secara bersamaan dengan bantuan medis yang diberikan oleh psikiater dan juga bantuan berupa dukungan konseling yang bisa diberikan psikolog/professional.

Depresi adalah kondisi rumit di mana kita butuh untuk mencoba mencari tahu, menggali setiap pemicunya. Namun dengan kelima langkah yang saya bagikan, saya berharap agar teman-teman yang sedang menghadapi depresi bisa segera bangkit dan menemukan akar permasalahannya. Dan saya berdoa agar kita semua bisa keluar dari jalur sulit ini dan memetik setiap pelajaran pentingnya.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter