witnessday

4 Mental Block yang Bisa Menghambatmu

 

Pernah gak sih merasa bahwa masalah yang kita hadapi, seringkali itu-itu saja. Entah itu berselisih dengan teman, ditipu partner bisnis hingga merasa takut untuk memulai hal baru. Yang dihadapi selalu kisah serupa dengan subjek yang berbeda. Jika kamu mengalami hal tersebut, bisa jadi disebabkan oleh mental block.

Mental block adalah tekanan, pembungkaman yang muncul dari dalam diri karena berbagai kejadian dan kenangan buruk. Dan mental block tersebut bisa menyebabkan berbagai hal terjadi; mulai dari  menjadi pelupa, hingga mengalami kesulitan untuk konsentrasi dan juga membangun kepercayaan diri. Hal tersebut tentu benar-benar mengganggu kita untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Ada banyak jenis mental block, dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas 5 mental block yang mungkin sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari:

1. (Terlalu) Perfeksionis

Selama ini, kita terbiasa dengan kesempurnaan. Dari kecil kita diajarkan cara untuk menjadi sempurna melalui system penilaian akademis. Ketika salah menghitung, maka nilai kita pun akan berkurang. Begitupula begitu kita melakukan kesalahan kecil seperti salah menggunakan seragam, kita juga akan mendapatkan hukuman. Dan tak jarang hukuman tersebut membuat kita trauma.

Cara penilaian tesebut diam-diam tertanam pada alam bawah sadar kita yang secara tidak kita sadari mendorong kita untuk terus mencari kesempurnaan. Rasanya selalu ada yang salah, selalu ada yang kurang. Kita selalu mencari yang lebih baik, dan sulit untuk bisa merasa puas dengan apa yang sudah kita capai.

Mental block ini sendiri juga akan mempengaruhi bagaimana kita memandang diri kita dan orang lain. Bagaimana kita bisa bersemangat untuk mengembangkan diri jika kita masih kesulitan untuk mengapresiasi pencapaian kita?

2. Sering Menunda Pekerjaan

“Selalu ada hari esok”, menjadi hal yang sering kita ucapkan ketika berhadapan dengan pekerjaan jangka panjang. Tidak heran jika suatu saat nanti kita akan kesulitan untuk membereskan pekerjaan tersebut ketika dengan deadlinenya.

Nah, bagaimana jika pola pikir ini terbawa dalam proses kita menuju tujuan hidup kita. Kita pasti membutuhkan serangkaian langkah kecil menuju apa yang kita idamkan. Jika kita selama ini belum menjalankan langkah kecil tersebut, bisa jadi kita malah menjadi frustrasi karena kita masih belum ada pergerakan dan dibutuhkan langkah besar untuk mencapai apa yang kita inginkan.

3. Selalu Berkata, “Tidak bisa”

Ketakutan menghadapi kegagalan seringkali membuat kita menolak sesuatu sebelum kita coba. Ketakutan ini bisa datang dari berbagai hal, salah satunya trauma. Dengan terus menerus berkata “tidak bisa”, secara tidak sadar kita mengungkapkan betapa tidak berdayanya kita.

Menjalankan hidup dengan mental block seperti ini bisa membuat kita semakin terbelenggu dengan ketidak-berdaya-an dan semakin menghambat pola pikir kita untuk mencari solsusi yang bisa dikerjakan dan membuat kepercayaan diri kita semakin melemah.

4. Memandang Kesalahan Sebagai Aib

Tidak semua orang memandang kesalahan sebagai pembelajaran. Mungkin ada di antara kita yang memandaing kesalahan sebagai sebuah aib yang akan mempengaruhi bagaimana orang lain memandang kita.

Mental Block seperti ini juga bisa terbentuk karena kebiasaan kita yang dituntut untuk selalu tampil sempurna. Hidup bersama mental block seperti ini membuat kita keras kepada diri kita sendiri dan juga kepada orang lain. Kita akan menjadi seseorang yang sulit untuk dihadapi.

Dengan mental block seperti ini, secara tidak langsung kita seperti berkomunikasi kepada semesta bahwa memang kita tidak capable, kita tidak berdaya, kita belum pantas dan sebagainya. Dengan terus hidup bersama mental block ini, kita akan dihadapkan dengan berbagai kesulitan yang sama berulang kali.

Coba deh pikirkan apa mental block mu saat ini dan darimana asalnya? Jangan sungkan untuk share pengalamanmu melalui kolom komentar atau melalui email hello@ameliadevina.com .

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter