4 Jenis Firasat yang Sebaiknya Tidak Diabaikan

Posted on Posted in witnessday

 

Pernahkah kamu mendengar seseorang berkata, “Feelingku ga bagus nih..” atau “Perasaanku kok ga enak banget, ya..”? Atau mungkin kamu pernah merasakan sendiri munculnya perasaan tidak enak saat ingin melakukan sesuatu? Apakah perasaan tersebut benar-benar mengganggu hingga rasanya kamu ingin membatalkan atau menunda semua hal yang ingin kamu lakukan berikutnya? Nah, perasaan tersebut dikenal dengan firasat.

Firasat sendiri sebenarnya umum terjadi; mulai dari hal kecil seperti saat di mana kamu bisa menebak siapa yang meneleponmu meski kamu tidak sedang menunggu kabar dari siapapun, atau sebesar hal lainnya seperti mengganti rute perjalanan yang ternyata menghindarkanmu dari kecelakaan beruntun. Bagi beberapa orang, firasat yang muncul beberapa kali (atau bahkan seringkali) tentang diri sendiri atau orang lain tapi belum tentu dapat dibuktikan dan tidak selalu memberikan dampak besar, akan memunculkan keraguan — apakah firasat kali ini sungguhan?

Bagi orang-orang yang seringkali merasakan munculnya firasat, mungkin akan sangat lelah untuk mengikuti setiap firasat yang muncul. Terutama firasat mengenai orang lain dan firasat yang belum tentu dapat kamu hindari. Misalnya, kamu mendapat firasat kalau ada anggota keluarga yang akan meninggal. Apa berani kamu bilang-bilang? Belum tentu kan? Atau misalnya, kamu berfirasat bahwa kamu tidak boleh tidur di kamar hotel tertentu. Sebelum “terbukti ada apa-apa”, mungkin kamu juga akan berpikir dua kali: Apa perlu saya ikuti firasat ini?

Namun, pada akhirnya, semua keputusan diserahkan kembali kepada kamu; apakah kamu ingin menuruti firasat yang muncul atau diabaikan saja. Bisa jadi firasat itu tepat, tapi bisa juga itu hanyalah proyeksi dari ketakutanmu. Boleh saja kamu bereksperimen untuk melihat seberapa akurat firasatmu. Namun, apapun cara yang kamu pilih, ada 4 jenis firasat yang sebaiknya tidak kamu abaikan:

1. Jika firasat yang muncul berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan
Apakah kamu ingat dengan kejadian 911 yang terjadi di Amerika Serikat tahun 2001? Ternyata ada berbagai cerita di balik kejadian tersebut di mana beberapa pengunjungnya merasakan firasat yang begitu kuat sehingga selamat dari kejadian tersebut. Kejadian-kejadian seperti ini mungkin sering kamu dengar.

Firasat yang muncul tersebut sungguh kuat; dorongan dan rasa tidak nyaman yang muncul begitu hebat sehingga terkadang orang yang merasakannya tidak sanggup untuk mengabaikannya. Jika hal tersebut muncul kepada dirimu, sebaiknya kamu tidak mengabaikannya dan coba untuk menuruti firasat yang muncul.

2. Jika firasat yang muncul sangat nyata


Dulu, saya pernah bertemu dengan seorang klien perempuan yang mendapatkan firasat berbentuk penglihatan yang begitu nyata tentang pacarnya. Penglihatannya muncul seperti film di mana ia menyaksikan setiap adegan berbahaya yang mungkin terjadi pada pacarnya. Karena penglihatannya begitu nyata, ia langsung menelepon pacarnya. Tak disangka begitu telepon ditutup, tak lama kemudian terjadilah kejadian yang sesuai dengan penglihatannya. Untungnya, karena sudah diperingatkan sebelumnya, akhirnya kejadian yang berbahaya tersebut dapat ditangani dengan cepat.

Pernahkah kamu merasakan adanya gambaran seperti yang klien saya alami? Jika pernah, akan lebih baik jika firasatnya tidak diabaikan dan segera mencari cara terbaik dengan secepatnya untuk mencegah agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

3. Jika firasat muncul berulang kali
Pada banyak kesempatan kita seringkali meminta pertanda/firasat untuk membantu kita dalam mengambil keputusan. Namun, seringkali muncul keraguan begitu firasat muncul; apakah firasat ini tepat?

Salah satu cara supaya kita bisa lebih yakin adalah dengan meminta agar firasat dapat muncul berulang-ulang. Yang menariknya adalah, terkadang kita akan mengalami hal yang serupa secara berulang-ulang atau mimpi yang sama secara berulang, atau bahkan mendengar kata-kata yang sama secara berulang. Ketika intensitas hal yang berulang tersebut tinggi, besar kemungkinan kita perlu memperhatikan pesan apa yang ingin disampaikan dari firasat tersebut.

4. Jika firasat muncul bersamaan dengan gejala fisik


Pernahkah kamu merasakan firasat yang muncul bersamaan dengan rasa nyeri pada perut atau pusing pada kepala?

Tiap orang sensitif pada hal yang berbeda. Orang-orang yang sensitif pada tubuh fisiknya, biasanya area tubuh yang sakit bisa menjadi pertanda/simbol mengenai area kehidupan yang sedang atau perlu diperhatikan. Jika wujud firasat yang muncul sudah sampai berpengaruh terhadap fisik, ada kemungkinan bahwa kita memang diminta untuk betul-betul melihat ke dalam diri dan “tidak bisa lari/menghindar” lagi dari masalah ataupun tantangan hidup yang sedang atau akan kita hadapi.

Firasat memang memiliki kecenderungan untuk menyelamatkan seseorang dari bahaya. Namun, hal ini tidak selalu berbentuk kejadian-kejadian seperti kecelakaan, kematian, ataupun sakit keras. Bisa saja firasat tersebut memberikanmu kesempatan untuk mengubah hidup menjadi jauh lebih baik. Misalnya, saat kamu sedang menunggu taksi untuk pulang, mungkin kamu tiba-tiba merasakan firasat tidak enak dan kamu memutuskan untuk pulang naik kendaraan lain. Meski setelahnya tidak ada berita membahayakan apapun di jalan, kamu jadi berkenalan dengan seseorang di transportasi umum tersebut yang nantinya bisa menjadi calon partner bisnismu, klienmu, atau bahkan pasangan hidupmu!

 

Baca artikel lainnya:
12 Tanda Malaikat Ada di Dekatmu
Mengobrol Tiap Hari dengan Tuhan

Jika kamu mengalami salah satu dari 4 jenis firasat ini, mungkin akan ada berbagai hal besar yang menunggu atau bahkan mengubah hidupmu. Namun, apapun yang terjadi ingatlah bahwa semua yang terjadi; baik itu hal menyenangkan maupun kurang menyenangkan, kamu toh sudah berusaha sebaik mungkin, sehingga tidak ada yang perlu disesali. Segala hal yang terjadi di dunia ini sudah sempurna apa adanya dan terjadi pada saat dan dalam keadaan yang tepat.

Apakah ada di antara kamu yang beberapa hari terakhir ini mengalami firasat? Seperti apa rasanya dan bagaimana kamu menanggapinya? Silakan share ceritamu pada kolom komentar ini.

Share the love...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter