Inspirationwitnessday

3 Cara meningkatkan level kebahagiaan menurut Mingyur Rinpoche

witnessday

 

Berbicara dengan orang paling bahagia sedunia, Yongey Mingyur Rinpoche, tidak mungkin tidak saya juga ikut bertanya mengenai topik kebahagiaan – dengan cara yang agak berbeda 😉

Jawaban Mingyur Rinpoche di video wawancara kedua ini sangat membantu pelatihan diri saya, terutama mengenai bagaimana kita terus bisa bangkit lagi walaupun gagal berulang kali mempertahankan kebiasaan baik kita.

Lihat video wawancara pertama saya dengan Mingyur Rinpoche di sini
Baca artikel tanggapan Mingyur Rinpoche mengenai bagaimana menjalani hidup berumah tangga

Kalau kamu orang yang keras kepala seperti saya, kalau kamu orang yang susah payah membentuk kebiasaan baik, kalau kamu orang yang sering merasa gagal karena “jatuh” berulang kali pada kebiasaan lama, video hari ini sangat pas untuk kamu. Kata Mingyur Rinpoche,

 

“Gagal artinya kamu telah mencoba. Semakin banyak gagal, semakin baik. Tidak apa-apa. Setelah gagal, bangkit dan cobalah lagi.”

 

Di bawah ini adalah petikan wawancara saya dengan Mingyur Rinpoche.

T: Begitu banyak orang bicara mengenai kebahagiaan. Sangat wajar untuk bicara mengenai kebahagiaan kalau kita punya kehidupan yang normal. Tapi bagaimana dengan mereka yang hidup dengan keadaan yang tidak begitu normal? Mereka yang tinggal di daerah perang, mereka yang sakit, berada di penjara, para pengungsi, dan lain-lain. Bagaimana dengan mereka?

J: Terimalah bahwa kita tidak bisa membantu semua orang. Semua tergantung sebab dan akibat yang terjadi pada hidup masing-masing.

Ada dua jenis penderitaan dalam hidup: penderitaan alami (natural suffering) dan penderitaan yang diciptakan diri sendiri (self-created suffering). Penderitaan alami tidak bisa kita hindari dan kita ubah, misalnya menjadi tua dan meninggal. Tapi bagaimana kita merespon menjadi tua dan akan meninggal… itu bisa kita ubah. Kalau ada orang yang menodongkan pistol ke kepala kamu, tubuh fisikmu berada di tangan orang tersebut tapi pikiranmu berada di tanganmu sendiri. Kamu punya dua pilihan: kamu mau meninggal dengan penuh penderitaan atau meninggal dengan damai. Saya tidak bilang ini mudah, tapi ini bisa dilakukan.

“Jadi penderitaan maupun kebahagiaan adalah keadaan mental (mental state). Kalau kamu ingin bahagia dengan mengubah segalanya sesuai keinginanmu, itu mustahil. Tapi kalau kamu mengubah keadaan batinmu, kamu bisa merasakan kebahagiaan sejati dan kekal.”

 

T:  Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk melepaskan diri dari penderitaan mental ini?

J: Ada tiga cara untuk melepaskan diri dari penderitaan mental dan meningkatkan level kebahagiaan kita. Yang pertama ACCEPT. Penerimaan. Terimalah sifat alami dari kenyataan hidup kita, bahwa hidup memang seperti pasar saham. Lihatlah potensi dari kenyataan hidup ini. Penerimaan terjadi pada level kognitif, ada di kepala kita.

Kedua adalah EXPERIENCE. Pengalaman. Pengalaman bisa dicapai lewat meditasi. Lewat meditasi, kepala (otak) dan hati (jiwa) bisa berjalan berdampingan.

Ketiga adalah HABIT. Kebiasaan. Sangat sulit untuk membentuk kebiasaan. Untuk memulai, tidak perlu meditasi berlama-lama. Cukup lima menit saja, tapi coba lakukan setiap hari secara rutin selama 20-30 hari.

Sebagai contoh, misalnya kamu adalah orang yang mempunyai ego sangat tinggi. Pertama, lihatlah ego ini. Terimalah dulu bahwa kamu memang orang yang sangat egois. Kedua, praktek bermeditasi. Praktekkan hidup berkesadaran dan bawalah cinta dan kasih sayang dalam keseharianmu. Ketiga, berubahlah pelan-pelan hari demi hari. Sebagai orang yang berego tinggi, kamu tidak bisa berubah begitu saja. Terimalah kenyataan ini. Tapi, tetaplah berusaha terus dan terus lagi. Gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi. Kalau kamu ingin bisa berubah dalam satu hari, kamu akan kecewa dan merasa selamanya kamu adalah orang yang tidak baik. Terima saja kesalahanmu dan jangan menyerah.

 

Untuk menonton wawancara lengkapnya, kamu bisa klik video di bawah ini.

 

Jadi, tidakkah kamu merasa lelah untuk terus menerus terjebak pada masalah dan rasa sakit yang sama? Apakah kamu sudah memutuskan untuk mau melepaskan diri dari penderitaan mental dan hidup bahagia? Sudah siapkah kamu untuk memulai kebiasaan baik kamu?

Terima kasih sudah membaca. Dan kalau kamu merasa bahwa wawancara ini akan sangat berguna bagi banyak orang untuk hidup lebih bahagia, tolong bantu saya dan share artikel ini kepada semua orang yang kamu kenal.

Semoga semua makhluk bebas dari penderitaan. Semoga semua makhluk berbahagia.

 

Love and light,

sign

 

 

 

 

ameliadevina1Amelia adalah seorang penulis dan Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus berbagi lewat berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin menulis pada blog yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

 

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter