witnessday

13 Tanda Pasanganmu Tidak Terlalu Serius Denganmu

witnessday

 

Pernahkah kamu jatuh cinta? Pernahkah kamu bertemu seseorang dan kamu merasa ingin menghabiskan sisa hidupmu dengannya? Atau kamu baru bertemu seseorang yang kamu harap adalah “the one”? Sudah cukup lamakah kamu mengenalnya? Atau kamu hanya sedang dimabuk cinta dan kamu mengacuhkan semua tanda yang mungkin dapat memberikanmu sinyal tentang dia dan potensi kelanjutan hubungan kalian ke depannya..?

 

Orang-orang berkata, cinta itu buta. Tapi menurut saya, kalau buta, itu bukan cinta namanya. Ketika mencintai jangan hanya gunakan hatimu, tapi juga gunakan logikamu. Karena terkadang ketika orang sedang jatuh cinta, mereka akan mengacuhkan semua keburukan pasangannya. Bagus sih kalau kamu menerima pasanganmu apa adanya, tapi bagaimana kalau keburukannya hanya memberikan kamu keburukan alias menyengsarakan hidupmu juga? Kenapa sih kamu bertahan mati-matian untuk menyelamatkan hubungan ini?

 

Tapi bagaimana kalau kamu adalah orang yang keras kepala? Dan… boom!! Kamu ternyata jatuh cinta dengan orang yang salah! Tidakkah itu akan sangat menyakitkan di kemudian hari? Sebelum segalanya terlambat, saya akan membagikan tanda-tanda bahwa pasanganmu mungkin saja tidak terlalu serius denganmu, dan kamu bisa menyelamatkan dirimu (dan mulai bisa melihat betapa berharga dirimu sebenarnya).

 

1. Dia tidak menyertakan kamu di setiap keputusan
Kalau kamu masih baru dalam hubunganmu, mungkin pasanganmu berpikir bahwa ini belum saatnya menyertakan kamu untuk mengambil keputusan. Tapi bagaimana kalau kamu sudah menjalani hubungan cukup lama dan kamu merasa tidak dianggap? Mungkin pendapatmu tidak terlalu berarti buat dia.

 

2. Dia sangat sangat jarang menghubungi kamu
Kamu tentunya tidak menginginkan pasangan yang terlalu ketergantungan, kan? Tapi bagaimana kalau dia bahkan tidak lagi say hi, bertanya bagaimana kabarmu, dan berbagi perasaannya denganmu?

 

3. Dia tidak peduli tentang harimu
Menyenangkan ketika pulang ke rumah kepada orang yang peduli denganmu. Tapi bagaimana ketika kamu sedang lelah dari hari yang panjang di kantor dan kamu ingin berbagi keluh kesah kepada orang yang kamu pikir dapat memahamimu dan dia tidak peduli dengan itu? Mungkin akan sedikit menyakitkan.

 

4. Dia terlalu banyak menuntut
Dia terus menerus menuntut kamu untuk menjadi apa yang ia mau. Tapi bukannya cinta itu menerima pasangan apa adanya? Mereka terus menerus mendorong kamu tanpa mempedulikan kamu menginginkannya atau tidak, atau lebih buruk, terkadang kamu bahkan tidak bisa bilang tidak.

 

5. Dia tidak mau mencoba untuk mengenal teman-temanmu
Pasti akan buruk sekali kalau teman-temanmu tidak bisa akur dengan pasanganmu; karena sebelum kamu bersamanya, teman-temanmu lah yang selalu ada untukmu. Tentu kamu tidak bisa menjauhkan diri dari temanmu begitu saja. Dan kalau pasanganmu tidak mau mengenal teman-temanmu, ini akan hanya membuat kamu sedih dan kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan.

 

6. Dia tidak mengenalkan kamu kepada keluarganya
Beberapa mungkin berpikir ini tidak terlalu penting, tapi dalam banyak budaya Asia, mengenalkan kekasihmu kepada keluarga mengartikan sesuatu.
Besar kemungkinan artinya dia serius denganmu dan mau keluarganya untuk bisa mengenal dan menerima kamu. Tapi bagaimana kalau kamu sering “disembunyikan” dan saat kamu mau bertemu keluarganya atau ketika kamu mengajaknya bertemu keluargamu dia selalu berkata, “nanti saja, belum siap”?

 

7. Dia tidak menunjukkan kemesraan
Memang terkadang ada tipe orang yang tidak suka menunjukkan kemesraan di muka umum. Tapi bagaimana kalau dia tidak mau menunjukkan kedekatan denganmu ketika kalian sedang pergi bersama? Dan bagaimana kalau ketika kamu sedang berdua bersamanya dan dia masih terlihat menjauh? Dia tidak menunjukkan kemesraan yang kamu butuhkan.

 

8. Dia tidak mau berusaha lebih keras lagi untuk kamu
Senang dong kalau melihat pasanganmu menaruh usaha untuk bersama kamu atau membantumu. Tapi bagaimana kalau pasanganmu bahkan tidak mau membantu kamu untuk sesuatu yang sebenarnya mudah untuk dilakukan? Apakah mereka benar-benar peduli denganmu?

 

9. Dia terus-terusan tidak mengangkat teleponmu
Ketika pasanganmu terus-terusan “lupa” untuk menelepon atau dia bahkan tidak mengangkat teleponmu, APA SIH YANG SEBENARNYA TERJADI?

 

10. Dia memperlakukan orang lain sebaik dia memperlakukan kamu
Kamu tersanjung dengan cara dia memperlakukan kamu, tapi… coba perhatikan bagaimana dia memperlakukan orang lain. Apakah dia hanya baik kepada kita atau dia baik kepada semua orang? Apakah kamu benar-benar istimewa di matanya?

 

11. Dia lebih memilih untuk bepergian dengan teman-temannya
Sah-sah saja kalau dia butuh waktu sendiri. Dunia tidak hanya berputar di sekitar kamu kan. Tapi kalau dia terus-terusan membatalkan janji yang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari dan memilih untuk pergi dengan temannya, mending kamu pikir-pikir lagi deh.

 

12. Kamu selalu menjadi orang yang mengajak pergi
Kamu selalu menjadi orang yang menginisiasikan segala sesuatu, apapun itu — entah dia tidak punya ide atau dia memang tidak peduli. Berada dalam keadaan seperti ini pasti melelahkan. Dibutuhkan dua orang untuk menari kan, pasanganmu harusnya menaruh usaha yang sama dong.

 

13. Kamu selalu orang terakhir yang tahu
Apakah dia lupa untuk memberitahumu atau dia hanya berpikir bahwa kamu tidak terlalu penting untuk mengetahui apa yang terjadi di hidupnya? Tentunya kamu tidak ingin mengetahui hal-hal yang penting dari orang lain, kan? Mungkin sudah saatnya kita menyadari kita bukan orang penting dalam hidupnya.

 

phonto

 

Jadi apakah kamu sedang atau pernah menjalin hubungan dengan orang-orang seperti itu? Atau pernahkah kamu melihat tipe orang-orang ini? Silakan bagikan pengalamanmu di kolom komentar di bawah.

 

Dan kalau kamu sedang berada di situasi seperti ini dan kamu butuh bantuan atau dukungan, kamu dapat menghubungi saya di sini.

 

Terima kasih telah membaca. Silakan bagikan artikel ini kepada orang-orang tersayangmu yang membutuhkan. Sampai jumpa!

 

Love and light,

sign

 

 

 

 

ameliadevina1Amelia adalah serang Quantum Healing Practitioner & Intuitive Coach. Misinya adalah membantu orang lain untuk menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mengapa mereka ada di sini, dan bagaimana untuk menjadi diri mereka yang sejati. Ia melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari quantum healing, card reading, chakra wisdom healing, meditasi, dan menyalurkan pesan dari Semesta lewat life coaching. Saat ini Amelia terus melakukan one-on-one terapi dan coaching, juga berbagai kelas offline dan online, workshop dan retreat. Ia secara rutin tetap berbagi ilmu gratis lewat langganan newsletter yang bisa diakses di ameliadevina.com. Amelia bisa dihubungi lewat email hello@ameliadevina.com, halaman facebook Amelia Devina, dan instagram/ twitter @ameliadevina777.

Share the love...Share on Facebook
Facebook
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter